Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Menggoda


__ADS_3

Rahang tegas Nathan jatuh, saat Lea mengucapkan hal barusan. ''Cepat mandi,'' perintah Nathan seraya berjalan menuju kopernya mengambil bajunya di sana.


Dia tidak mau lama-lama berpandangan dengan Lea, yang akan menbuatnya menerkam gadis itu.


Lea sudah masuk kedalam kamar mandi, sementara Nathan sedang mengenakan baju tidur berwarna merah.


''Tidak ada malam pertama, Nathan. Kau harus istirahat dengan Lea,'' gumam pria itu berjalan menuju tempat tidurnya. ''Itu janji mu pada Lea tadi,'' lanjutnya seraya membaringkan tubuhnya.


Gemercik air di dalam kamar mandi membuat Nathan tersenyum, hari ini mereka sudah sah menjadi suami istri.


Dia mengingat momen, dimana ia mencium Lea dengan berani di depan banyak tamu undangan.


Itu semua karna Rifal, ''dia pikir aku masih mencintai istrinya?'' Nathan menggeleng tak habis pikir. Jika ia masih mencintai Valen, tidak mungkin dia mengambil langkah serius ini untuk menikahi Lea.


Sudah tiga puluh menit Lea di dalam kamar mandi, namun gadis itu belum juga keluar. ''Lama sekali Lea mandi,'' gumam Nathan menatap kamar mandi belum juga terbuka, dia menunggu Lea keluar dari kamar mandi itu dengan wajah cantiknya itu.


Ceklek


Lea keluar menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya, Nathan melihat dari ujung kaki Lea yang begitu putih hingga menatap wajah gadis itu dengan seksama.


“Cantik.”


Nathan tersenyum kearah Lea, Lea begitu menggoda membuat air liur Nathan seakan-akan menetes turun ke bawa bajunya.


Lea tidak nyaman di tatap seperti ini oleh Nathan, apa lagi handuknya hanya menutupi buah dadanya sampai pahanya.

__ADS_1


Lea dengan cepat berjalan menuju kopernya, mengambil baju piyama yang couple dengan baju yang di kenakan oleh Nathan.


Nathan terkekeh melihat Lea lari terbirit-birit masuk kedalam kamar mandi.


Lea memegang dadahnya, jantungnya berpacu begitu cepat saat ia mengumpulkan keberanian untuk keluar mengambil baju piyama.


''Kok Lea jadi takut,'' gumam gadis itu menghembuskan nafas kasar.


Ia menatap wajahnya di depan cermin, wajahnya begitu cantik. Bahkan ia memuji sendiri dirinya cantik.


‘’Lea, buruan ganti baju!'' teriak Nathan dari kamar.


''Iya!'' balas Lea.


Lea melototkan matanya, saat baju tidur miliknya begitu ****. Hanya meggunakan ikatan tali-tali saja.


Lea pastikan, jika ia mengenakan baju ini, maka akan menggantung di tubuhnya. Lalu ia melihat celana baju tidur.


Jleb...


Lea langsung meneguk salivanya susah payah. Saat melihat celana baju tidur itu sangat pendek.


''Kenap mamah masukin baju kayak gini? Mamah selalu nyuruh Lea buat pakai baju yang sopan, tapi dia malah kasi baju begini.''


''Lea!'' panggil Nathan lagi karna Lea belum juga keluar, padahal sudah beberapa memenit gadis itu di dalam.

__ADS_1


Hanya mengganti baju saja lama sekali.


''I-ya,'' sahut Lea dengan gagap membuat Nathan menaikkan alisnya sebelah.


Nathan bngun dari tempat tidurnya, lalu berjalan menghampiri Lea.


Tok...


Tok...


Tok...


Nathan mengetuk pintu kamar mandi, ‘’Lea, kamu baik-baik aja, kan?''


Lea melirik pintu kamar mandi lalu memejamkan matanya.


''Mamah nggak akan kasi baju, kalau bukan baju yang terbaik untuk Lea. Mamah selalu memberikan baju yang terbaik.''


Dua menit menunggu di depan pintu kamar mandi.


Ceklek.


“Lea, kenapa kam—''


Nathan tidak meneruskan ucapannya melihat penampilan Lea dari bawa sampai atas begitu sexy dan menggoda. Dia meneguk salivanya lalu menatap wajah Lea yang nampak cemas.

__ADS_1


''Apa kamu mau menggoda ku, Lea?'' Nathan tersenyum jenaka membuat Lea melototkan matanya.


__ADS_2