Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Anak-Anak


__ADS_3

Kayla langsung duduk di kursi kayu cat putih seraya melihat kearah ketiga anak-anaknya yang sedang bermain bola basket.


Dari jauh, Kayla melihat Farel sangat suka menganggu Dyta, mencolek rambutnya membuat Dyta menjadi geram.


Melihat mereka seperti tom and Jerry membuat Kayla menggelengkan kepalanya, Farel sangat suka menjahili Dyta terutama memainkan rambut anak itu.


“Kak Tegar!” panggil Dyta. “lihat Farel. Dia menganggu Dyta!” lapor Dyta kepada Tegar.


“Rel, jangan ganguin Dyta,” kata Tegar seraya mengambil bola basket nya. “Suka banget sih jahil!”


“Farel cuman mainin rambutnya, nggak lebih kok,” bantahnya.


Dyta menghentakkan kakinya. “Tapi dia juga ejek Dyta!” aduh Dyta lagi kepada Tegar.


Tegar yang mempunyai sikap dewasa di banding dengan Farel. Meski seorang anak kecil, namun Tegar pandai menasihati Farel.


“Dyta, kamu mau kemana?” Tanya Farel melihat anak itu meninggalkan mereka berdua.


“Mau kesana sama, Mama,” jawabnya dengan ketus pada Farel.


Farel dan Tegar langsung melihat kearah depan, rupanya Kayla tengah duduk di kursi sembari memperhatikan mereka bertiga main.


“Mama!” panggil Dyta.


Kayla langsung merentangkan tanganya untuk memeluk anaknya itu. “Dyta di jahilin lagi sama Farel?” Tanya Kayla sembari memangku Dyta.


Anak itu mengangguk lucu. “Kak Farel pulangnya kapan, Mah?” Tanya Dyta membuat Kayla tertawa.


“Emangnya kenapa?” Tanya Kayla.


“Dyta nggak suka sama kak Farel, dia selalu mainin rambut Dyta,” aduh anak itu membuat Kayla tertawa mendengar Dyta menjelaskan dengan nada tidak suka.


“Farel kan cuman bercanda,” kata Kayla menasihati Dyta sembari mengusap rambut keritingnya.


“Tapi Dyta nggak suka.”


Kayla hanya tertawa mendengar ocehan anak pertamanya itu.


“Papah mana, Mah?” Tanya Dyta.


“Papah mulu, mama nggak pernah di cariin,” ngambek Kayla membuat Dyta menatap wajah mamahnya dengan tatapan lucu.


“Mamah kan punyanya Dyra,” kata anak itu membuat mulut Kayla sedikit terbuka dengan perkataan anak itu.


“Dyta, mamah ini punya kalian berdua,” nasehat Kayla.


Dyta menggelengkan kepalanya. “Dyta milik Papah, Dyra milik Mamah,” kata Dyta dengan tatapan lucu membuat Kayla menepuk jidatnya.


“Terserah kamu aja,” pasrah Kayla membuat Dyta mengangguk lucu.


Sementara Kayla memutar bola matanya malas. Selalu saja Dyta berkata jika Mamahnya milik Dyra dan papahnya miliknya Dyta.


Tegar dan Farel juga menghampiri Kayla dan Dyta.


“Dyta, ayok main lagi!” ajak Farel kepada Dyta.

__ADS_1


“Dyta nggak mau, kak Farel jahil!” balas Dyta membuat Farel tertawa.


“Farel janji nggak bakalan pegang rambut curiting kamu!” ejek Farel membuat Dyta kesal.


“Dyta nggak mau!”


“Harus mau!”


“Nggak mau.”


“Harus mau!”


“Dyta nggak mau!”


“Ha-“


“Sudah!” Kayla langsung menengahi perdebatan kedua anak kecil itu, sementara Tegar langsung duduk di samping Kayla.


“Sekarang kalian bertiga mandi. Sudah cukup mainya,” perintah Kayla kepada ketiga anak itu.


“Ayok Dyta, kita mandi bareng!” ajak Farel membuat Kayla terperangah saat Farel mengajaknya mandi bersama.


“Kita mandi di kolam renang!” kata Farel lagi.


“Dyta nggak mau berenang sama kak Farel, Dyta maunya berenang sama kak Tegar!” kata anak itu membuat Kayla melirik Dyta.


“Emangnya Dyta pintar berenang?” Tanya Kayla.


Dyta melirik Kayla. “Papah yang ngajarin Dyta berenang,” kata anak itu membuat Kayla kembali menepuk jidatnya. Sudah di pastikan anaknya ini tumbuh menjadi gadis tombol dan mungkin saja nanti dia menjadi seorang atlet.


“Ayok berenang!” ajak Farel lagi.


“Ayok curiting!”


Dyta langsung turun dari pangkuan Kayla mengikuti Farel dan Tegar untuk menuju kolam renang. Kolam renang untuk anak-anak ada terkhusus untuk mereka.


“Mamah!” suara anak kecil memanggil Kayla.


Kayla langsung melihat kebelakang. Dia sudah melihat kedua sosok gadis cantik tengah berjalan kearahnya membawa permainan masak-masak.


“Kak Tegar sama kak Farel mana?” Tanya Hasya.


“Tuh,” tunjuk Kayla kepada ketiga anak yang sedang berjalan menuju kolam renang.


“Tungguuuuuu!” teriak mereka berdua membuat Kayla menarik nafasnya panjang.


“Jangan lari-lari, entar jatuh!” teriak Kayla kepada kedua gadis mungil itu.


Tegar, Dyta dan Farel sudah sampai di kolam renang. Farel dan Tegar langsung melepaskan bajunya dan celananya dan hanya menyisahkan ****** ***** saja.


“Ayok turun, Ta!” kata Tegar yang sudah mandi di bawah kolam renang. Sementara Dyta masih memperhatikan mereka berdua.


“Dyta malu kak!” kata Dyta membuat Farel menahan tawanya.


“Kamu malu sama siapa? Kita kan udah biasa mandi bareng, Ta!” kata Tegar, Kayla tidak mempermasalahkan jika mereka mandi bersama karna mereka masih kecil.

__ADS_1


“Dyta malu sama kak Farel, Dyta kan belum pernah mandi sama kak Farel,” kata Dyta dengan kesal.


Tegar melirik Farel yang tertawa tidak jelas. Lalu kemudian Tegar melirik Dyta lagi. “Kamu pake baju dalam?” Tanya Tegar dan dibalas angguka kepala oleh Dyta.


“Kamu buka baju kamu itu, turunnya pake baju dalam,” kata Tegar.


“Celana Dyta?”


“Kamu mandi pake celana,” kata Tegar dan dibalas anggukan kepala oleh Dyta.


Anak itu membuka bajunya membuat Farel tertawa, padahal tidak ada yang lucu namun dia tertawa tidak jelas.


“Curiting, punya kamu kecil!” teriak Farel.


Sementara otak Dyta belum sampai kesana, namun anak kecil dengan otak yang cerdas seperti Tegar sudah pasti tau apa maksud Farel.


“Rel, nggak baik. Dyta masih kecil,” kata Tegar.


“Kita juga anak kecil,” balas Farel yang sudah tidak di gubris oleh Tegar.


“Ayok turun!”


“Iya!”


Dyta langsung turun ke kolam renang, yang mana air kolam renang itu sampai perut Farel. Satpam stay menjaga mereka karna bagaimanapun mereka anak kecil.


Dyta memejamkan matanya saat Farel menyiram wajahnya dengan air, Farel kembali tertawa.


Farel menyiram rambut Dyta dengan air membuat rambut anak itu basah dan tetap saja tidak berubah.


“Farel!” teriak Dyta membuat Farel kembali tertawa keras.


“Hahhahahaha rambut kamu nggak lurus-lurus padahal udah kena air!” tawanya sembari memegang perutnya.


“Kak Tegar, kak Farel!”


Teriakan Dyra dan Hasya membuat ketiganya melirik kearah mereka.


“Hasya sama Dyra mau ikutan berenang!” kata Hasya di balas anggukan kepala oleh Dyra.


“Iya, Dyra sama Hasya mau berenang juga!”


“Emangnya kamu pintar berenang?” Pertanyaan tersebut langsung di lontarkan Farel kepada kedua anak itu yang mengenakan bando pink dan jepitan rambut.


Dyra dan Hasya bersamaan menggelengkan kepalanya membuat Farel tertawa.


“Terus ngapain mau ikutan berenang,” terang Farel.


“Kan ada kak Farel!” jelas Dyra.


“Aku juga nggak bisa renang!”


“Kak Farel bohong!” bantah Dyra.


“Kata om Nathan, om Farel jago renang,” timpal Hasya.

__ADS_1


“Kita juga mau di ajakin main, bukan cuman Dyta!” kesal Dyra membuat Dyta menghentakkan kakinya di bawah kolam renang.


Farel langsung merangkul pundak Dyta, “karna dia beda,” kata Farel membuat satpam yang menjaga mereka dari atas membuka mulutnya, dia seperti sedang menonton film remaja versi bocil bauh kencur.


__ADS_2