Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Kekesalan Kayla


__ADS_3

Rara dan Valen asik bercerita, hingga Valen melupakan sedikit bebanya karna adanya kedua sahabatnya.


“Siapa sih yang tega nyelakain Rifal!” kesal Kayla.


“Gue juga nggak tau,” jawab Valen, karna dia juga tidak tau siapa yang ingin mencelakai suaminya.” Entah motif apa dia niat nyelakian Rifal.”


“Lo yang sabar yah, Va. Jangan banyak pikiran, entar keadaan bayi lo juga buruk karna lo banyak mikir yang buat lo stres,” nasehat Kayla dan dibalas anggukan kepala oleh Valen.


“Jaga anak kamu,” tambah Rara sembari mengusap perut Valen dengan pelan.


“Gue nggak mau suatu buruk terjadi sama Rifal…Gue nggak mau anak gue lahir Tan_” Rara langsung menempelkan jari telunjuknya di bibir milik Valen, menyuruh sahabatnya itu untuk tidak melanjutkan perkatanya lagi.


“Aku yakin, kak Rifal bakalan sembuh. Kamu jangan mikir yang nggak-nggak.” Nasehat Rara.


“Rifal pasti kuat, apa lagi lo sedang ngandung anak dia. Dia bakalan sadar karna ada tanggung jawab yang harus dia pikul.” imbuh Kayla lalu mereka bertiga berpelukan dengan erat.


Sudah sore hari, Kayla, Rara, Elga dan Frezan langsung pamit pulang. Sebenarnya Rara dan Kayla ingin sekali di rumah sakit menjaga Rifal. Namun dia memikirkan juga anaknya yang belum dia berikan asi.


Kayla memutuskan pulang naik taxi saja bersama dengan Elga. Dia tidak mau suaminya itu buat masalah dengan Frezan di dalam mobil.


Ternyata Elga itu pembangkang dan pendendam, buktinya saja dia belum sepenuhnya memaafkan perbuatan Frezan di masa lalu.


Taxi yang mereka tumpangi telah sampai didepan pekarangan rumah Rara. Kayla langsung membayar ongkos taxi tersebut sedangkan Elga sudah lebih dulu masuk kedalam rumah.


Elga masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah beberapa menit mandi Elga keluar menggunakan handuk yang melingkar di pinggannya.


Rasa lelah seharian berpikir hilang begitu saja saat Elga melihat putrinya tertawa merengek kepadanya ingin di gendong.


Putrinya yang memiliki rambut keriting itu memang sangat dekat dengan Elga, bahkan dia sangat menyukai jika Elga menggendong dirinya ketimbang Kayla.


“Anak papah cantik banget!” Gemas Elga sembari menggendong Dyta dengan tawa anak kecil itu pecah saat Elga menggendongnya sangat tinggi.


Kayla masuk dalam kamar langsung memanggil nama Elga, karna melihat putrinya itu di gendong sangat tinggi dengan penuh tawa di keduanya.

__ADS_1


“Elga!”


“Turunin Dyta, bisa bahaya tau nggak!” Kesal Kayla yang tidak di hiraukan oleh Elga karna mereka berdua masih tetap tertawa.


“El!” teriak Kayla lagi yang tidak di gubris oleh Elga karna sibuk membuat Dyta tertawa dengan tingkahnya.


“El….Turunin Dyta sekarang. Baha-“ perkataan Kayla langsung tercekat di tenggorokannya karna anaknya yang satu langsung bangun karna teriaknya.


“Tuh kan….Dyra udah bangun. Suara kamu sih kencang banget,” kata Elga seraya mendudukkan Dyta diatas kamar karna ingin segera mendiamkan Dyra yang bangun. Padahal anak itu tadi sedang tertidur pulas. Dyra memang suka tertidur bahkan anak itu bangun paling telat.


Huft


Kayla menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu berjalan meninggalkan Elga untuk segara masuk kedalam kamar mandi untuk segera mandi.


Setelah membersihkan dirinya, Kayla memakai baju santainya lalu menggendong Dyta untuk diberikan asi.


Setelah memberikan asi pada Dyta, kini Kayla mengambil Dyra untuk dia berikan ASI karna anak itu masih saja menangis dalam dekapan Elga.


Setelah tugasnya selesai, Kayla langsung menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur. Sementara Dyra kembali tertidur lelap beda dengan Dyta yang masih bermain dengan permainannya bersama dengan Elga.


Elga ikutan berbaring di dekat Kayla dengan posisi mereka berdua sama-sama menatap langit-langit kamar.


“Capek yah, Kay?” Tanya Elga tanpa mengalihkan pandangannya dari langit-langit kamarnya.


Kayl melirik Elga. “Iya,” jawabnya lalu Elga juga melirik Kayla.


Mereka berdua saling bertatapan dengan jarak yang sangat dekat.


“Aku minta maaf,” kata Elga dengan tulus kepada istrinya itu. Raut wajahnya nampak serius di mata Kayla.


“Kamu udah capek ngurusin anak kita, di tambah lagi aku nggak bisa buat kamu bahagia,” keluh Elga pada Kayla.


“Aku belum bisa ngurus perusahaan dengan baik. Sehingga ayah belum kasi aku perusahaan itu kembali. Sehingga kita harus numpang di rumah Rara dan aku jadi sekretaris di perusahaan Frezan sebagai hukuman dari ayah!” lanjutnya.

__ADS_1


Kayla menggelengkan kepalanya. “Aku setuju dengan hukuman yang diberikan ayah sama kamu. Itu juga demi kebaikan kamu, karna kamu punya anak dan istri yang harus kamu nafkahi. Seharusnya kamu pandai mengelola perusahaan sama sepeti kak Eza supaya ayah kasi kamu perusahaan kamu. Ayah lakuin itu semua agar kamu nggak bergantung sama orang terus.”


“Kay!”


“Iya!”


“Kamu kan tau, aku paling malas urus perusahaan. Aku bisa kasi perusahaan yang di kasi ayah buat di kelola sama orang kepercayan aku. Seharusnya ayah tidak memberikan hukuman seperti ini!”


Kayla menatap manik mata Elga dengan dalam.” Jangan bergantung sama orang lain terus, El. Kamu punya keluarga, tugas kamu kerja bukan nungguin,” kata Kayla bijak membuat Elga menarik nafasnya panjang.


Elga tidak membalas perkataan Kayla lagi, dia memejamkan matanya lalu memeluk Kayla dengan erat.


Elga langsung tidur, sementara Kayla melepaskan tangan Elga yang memeluknya dengan erat. Elga sudah tertidur dengan pulas.


Kayla beranjak dari tempat tidurnya untuk menghampiri Dyta yang masih bermain dengan mobil-mobilan.


“Sayang kita tidur yah, itu adik kamu Dyra udah Bobo,” bujuk nya pada Dyta yang masih bermain.


Anak kecil itu menggeleng dengan lucu membuat Kayla langsung menarik pipinya dengan gemas.


“Susah banget sih tidurnya, Ta!” Gemas Kayla kepada putri pertamanya itu.


Rambutnya yang keriting membuat Kayla sangat suka memegangnya. Entahlah, dia yang salah ngidam atau apa sehingga Dyta mempunyai rambut keriting sepeti ini.


Kayla melangkahkan kakinya menuju pada Dyra yang sedang tertidur lelap. Anak itu sangat suka tidur sehingga membuat tubuhnya menjadi berisi serta pipihnya yang cabi.


Sementara Dyta? Dia paling susah tidur di malam hari maupun siang hari. Sehingga Kayla harus berjaga-jaga bersama dengan Elga.


Badan milik Dyta tidak secabi dan segembul tubuh Dyra, bahkan pipinya sangat kurus.


Mereka berdua sama-sama cantik dan menarik. Kayla terkekeh melihat kedua anaknya. Dia yakin, saat dewasa nanti anaknya itu akan jadi rebutan cowok ganteng dan famous.


Kayla juga sudah tidak sabar menunggu anaknya itu tumbuh menjadi gadis remaja. Kayla bahkan berniat ingin hamil lagi, dia ingin mempunyai anak laki-laki seperti Rara.

__ADS_1


Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda jika dia hamil.


__ADS_2