
Nando sedari tadi menunggu Lea keluar dari kamar mandi, namun anak itu tak kunjung keluar.
Tidak lama Lea keluar.
Dia celingak celinguk mencari keberadaan Valen yang tidak terlihat di dalam ruangan ini.
“Nyari siapa?” Tanya Nando sembari bersedekap dada.
“Dokter Valen lah!” ketus Lea membuat Nando meringis kearah gadis itu.
“Dokter Valen ada urusan,” kata Nando.
Lea berjalan melewati Nando, namun dengan cepat Nando langsung mencekat pergelangan tangan Lea.
“Apa sih kak Nan!” Kesal Lea mencoba melepaskan tanganya dari Nando.
“Kamu marah sama kakak?”
Gleggg
Seperti ada cacing yang berdemo dalam perut Lea saat Nando bukan menggunakan kata saya melainkan kata kakak.
“Jawab,” lanjut Nando karna Lea tak kunjung menjawabnya.
“Lea nggak pernah marah sama kak Nando, lagian ngapain juga Lea marah sama kak Nando,” terang Lea.
“Terus kenapa sikap kamu berubah sama saya?” Nando sudah tidak menggunakan kata kakak lagi pada Lea.
“Lea nggak pernah marah sama kak Nando, lagian kita juga baru kenal nggak sepenuhnya Lea harus marah sama orang yang baru Lea kenal!”
Entah mengapa perkataan Lea membuat Nando melepaskan cekalangan tanganya secara perlahan-lahan membuat Lea menatap Nando sejenak lalu pergi meninggalkan Nando.
“Yah….Seharusnya saya tidak bertanya seperti ini,” gumam Nando lalu kembali duduk di tempat duduknya. Dia seperti bocah mempertanyakan hal seperti ini.
Drt…
Handpone Nando bergetar menandakan adanya seseorang yang menelfon. Dia melihat nama yang terterah di layar Handpone miliknya tertuliskan nama Elga.
Mereka berdua sudah bertukaran nomor hanpone.
“Kalau lo udah nggak sibuk, kita ketemu di cafe yang dekat rumah sakit tempat Rifal di rawat!”
Seperinya Elga mengajak Nando ketemuan, Nando sudah cukup paham jika Elga mengajaknya ketemu untuk membahas mengenai kecelakaan Nando tempo hari.
“Saya kesana setelah Valen sudah kembali,” kata Nando di seberang Telfon.
“Ok, tiga puluh menit lagi gue kesana!”
Elga langsung mematikan Handponenya.
__ADS_1
***
Saat ini Elga sedang menunggu kedatangan Nando. Sekitara tiga menit menunggu akhirnya Nando datang juga.
“Maaf lama,”kata Nando lalu menggeser kursi untuk duduk.
“Tidak masalah,” kata Elga.
Nando mengeluarkan laptopnya guna menunjukkan video hasil cctv pada Elga.
“Sudah ku duga, kecelakaan Rifal ini berencana!” geram Elga setelah melihat hasil cctv tersebut.
“Yah, sepeti yang kamu lihat. Saya juga berpikir seperti itu,” kata Nando.
“Gue yakin, dalang semua ini adalah Nathan!”
Nando langsung menelan ludahnya dengan kasar, bagaimana Elga bisa berpikir sama seperti dirinya jika yang mereka curigai itu sama.
“Saya juga curiga pada dokter Nathan,” imbuh Nando dengan santai. “Tapi kita tidak boleh gegabah, bisa saja bukan dokter Nathan dibalik semua ini. Ini hanya perkiraan saja,” lanjutnya.
“Tidak!” bantah Elga dengan di selimuti rasa geram.
“Gue udah yakin, ini semua kelakuan adik Frezan yang laknat itu!” erang Elga membuat Nando menaikkan alisnya sebelah.
“Adik?” Beo Nando.
“Yah, dokter Nathan adalah adik Frezan,” jelas Frezan dengan menyebut nama Frezan dengan tidak suka.
“Gue sendiri yang bakalan hajar tuh Nathan!” Geram Elga mengepalkan tanganya diatas meja.
“Tenang dulu.” Nando berusaha menenangkan Elga yang nampkanya sudah emosi. “Kita nggak boleh gegabah ngambil keputusan. Bagaiamana jika bukan dokter Nathan yang melakukan ini semua?” papar Nando.
“Sudah jelas kalau anak dajjal itu dalang di balik semua ini!”
“Gue yakin, dia mau nyingkirin Rifal di dunia ini supaya dia dekat sama Valen!” desis Elga.
“Tap-“
“Kalau lo nggak mau kerja sama, gue bisa habisin Nathan dengan sendiri!” kata Elga dengan tegas dan dingin lalu pergi meninggalkan Nando.
“Elga!” panggil Nando yang tidak di hiraukan oleh Elga.
Nando mengusap wajahnya kasar, sepenuhnya dia tidak percaya dengan pikirnya jika yang melakukan ini semua adalah dokter Nathan.
Nando meninggalkan tempat duduknya guna menyusul Elga, dia yakin pria yang sedang emosi itu sedang berjalan kerumah sakit untuk menemui dokter Nathan.
Dan benar saja, kini Elga berjalan di koridor rumah sakit dengan nafas memburuh, dia yang akan memberikan pelajaran pada Nathan karna sudah mencelakai Rifal hingga belum sadar sampai saat ini.
“Nathan mana!” tanya Elga dengan tidak sabaran pada resepsionis sehingga membuta resepsionis tersebut tersentak kaget.
__ADS_1
“Maksud bapak dokter nathan?”
“Yahhhh!”
“Dokter Nathan sedang cuti, karna beliau keluar kota,” kata bagian resepsionis tersebut dengan hati-hati karna takut melihat Elga saat ini.
“Kapan dia balik?” Tanyanya dengan tidak sabaran.
“Maaf pak, kami kurang tau,” jelas resepsionis tersebut membuat Elga langsung pergi tanpa mengucapkan kata terimaksih.
Sementara Nando yang mendengarkan percakapan Elga dengan resepsionis tersebut menggelengkan kepalanya, rupanya Elga benar-benar mencari Nathan.
Sementara Nando masih mengumpulkan bukti, dia belum sepenuhnya yakin jika yang melakukan ini semua dokter Nathan.
Memang Nathan menyukai Valen, namun apakah karn cintai bisa membuat orang buta sehingga melakukan hal yang berbahaya? Entahlah. Nando juga tidak mengerti karna dia belum merasakan jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.
Beberapa hari yang lalu Elga melihat Nathan kerumah Frezan, dia yakin dia bertemu dengan Frezan karna ingin keluar kota.
Saat ini Elga ingin segera pulang untuk menemui Frezan, dia sangat yakin jika Frezan tau kapan Nathan akan kembali ke Jakarta.
Elg langsung mengendarai mobilnya untuk segera pulang. Beberapa menit berkendara akhirnya dia sampai didepan rumah mewah milik Frezan.
Raut wajahnya yang dingin membuat orang yang melihatnya akan merasa takut.
Pintu utama di buka dia langsung melangkahkan kakinya untuk mencari keberadaan Frezan.
“El!”
Langkah kaki Elga terhenti mendengar suara Kayla yang menagihnya, dia membalikkan badanya dia sudah melihat Kayla menghampirinya bersama dengan putrinya Dyra.
“Kamu kenapa?” Tanya Kayla melihat raut wajah Elga tidak bersahabat.
“Frezan mana?” Tanya Elga to the point.
“Kamu kenapa cari kak Eza?” Tanya Kayla dengan teliti. “Jangan cari masalah El sama Eza!” Kesal Kayla.
“Aku cuman mau ketemu sama Frezan. Nggak cari masalah!” balas Elga tak kalah kesalnya.
“Awas aja kamu cari masalah!” Ancam Kayla.
“Emangnya kenapa!” Tantang Elga sementara Dyra asik dengan boneka barunya yang di belikan oleh Rara.
“Aku nggak kasi jatah selama satu bulan!” ancamnya membuat Elga tersenyum masam.
“Ayok sayang, kita ke taman, soalnya Disini gerah banget,” ejek Kayla sembari membawa Dyra untuk ke taman.
“Awas kau Kay!”
“Frezan mana!?” teriak Elga pada Kayla karna istrinya itu pergi tanpa menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
“Kamu lupa atau pura-pura lupa El? Kamu kan tau Kak Eza lagi di kantor nggak kayak kamu cuman di rumah!” balas Kayla membuat Elga menarik nafasnya panjang.