Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Bau tak sedap


__ADS_3

Pagi haripun tiba, Kayla berjalan menuruni anak tangga dan sudah melihat sosok pria yang sedang tertidur lelap diatas sofa hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada.


"El! " panggil Kayla kegirangan melihat suaminya itu ternyata sudah balik membuatnya langsung berjalan kearah Elga yang masih tertidur nyenyak.


Setelah menghampiri Elga, Kayla langsung menutup hidungnya karna bau tidak sedap langsung masuk ke dalam indra penciumamnya,


"Jorok banget sihhhh!!! " kesal Kayla sembari menjauhi Elga lalu masuk kedalam kamar mandi dapur.


Kayla kembali datang membawa gayung berisikan air lalu kemudian dia mengambil air di dalam gayun itu menggunakan tanganya lalu menyirami wajah milik Elga.


"Hujan, Kay, Kamar kita kehujanan, " racau Elga sembari melindungi wajahnya menggunakan tanganya guna menghindari air mwmbasahi wajahnya yang dia pikir itu adalah air hujan.


"Ternyata rumah mewah Frezan bisa kehujanan juga, " jengkel Elga masih sempat-sempatnya menyalahkan Frezan. Untung saja Frezan belum bangun jadi dia tidak mendengar apa yang di katakan oleh Elga.


Kayla menyimpan gayung tersebut setelah dia berhasil membangunkan Elga.


"Bangun El, badan kamu bau bangettt. Kayak orang nggak pernah mandi satu bulan! "


Kayla sudah mengomeli Elga, lalu Elga membuka matanya secara perlahan-lahan melihat kearah Kayla sedang bersedekap dada kearahnya.


Elga melihat sekelilingnya,, ternyata dia bukan berada di kamar dia sedang berada di ruangan tamu. Jadi semalam dia tidur di ruangan tamu?


Elga kembali mengingat kejadian semalam sembari memegang kepalanya yang sakit akibat mabuk berat bersama dengan sahabatnya.


"Hujan Kay," ucap Elga sembari memegang kepalanya yang sedikit sakit akibat kejadian semalam.


"Nggak hujan," kata Kayla sehingga Elga langsung melihat kearah Kayla, lalu matanya tertuju pada gayung di dekat meja.


Elga menatap Kayla dengan tatapan datar lalu Kayla juga mengikuti arah pandang Elga membuatnya tersenyum kearah Elga.


"Apa yang kamu pikirkan emang benar," kata Kayla yang sudah mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh suaminya itu.


"Durhaka kamu, Kay," kata Elga membuat Kayla memutar bola matanya malas.


"Tau apa kamu tentang dosa?" tanya Kayla. "Kamu nggak tau semalam yang kamu lakuin itu dosa," sambungnya membuat Elga tersenyum tipis.

__ADS_1


"Anak-anak mana?" tanya Elga, satu hari satu malam dia tidak melihat anak kembarnya itu, karna dia sibuk dan juga keluyuran di Bar sehingga dia tidak melihat Dyta dan juga Dyra.


Elga beranjak dari kursi namun pergelangan tangannya langsung di cekal oleh Kayla. "Mau kemana?" tanya Kayla sembari menutup hidungnya karna bau badan Elga yang sangat menyengat.


"Aku mau lihat anak-anak, aku kangen," kata Elga membuat Kayla langsung menggelengkan kepalanya.


"Kamu mandi dulu, kamu nggak sadar badan kamu bau bangettt," jujur Kayla kepada Elga.


Elga sempat tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kayla, dia mencium aroma tubuhnya lalu tersenyum kecut. Ternyata apa yang di katakan oleh Kayla emang benar, jika baunya sangat tidak sedap dirinya saja yang tidak sadar.


"Yaudah aku mandi dulu," kata Elga.


"Kamu mandi di kamar mandi dapur."


"Ngapain aku mandi di kamar mandi dapur, kamar mandi kita di kamar kan ada," kesal Elga karna Kayla menyuruhnya mandi di kamar mandi dapur.


"Dyta udah bangun, kamu kan tau Dyta sangat suka kalau di gendong sama kamu," kata Kayla memberikan pemahaman kepada Elga. "Jadi, kamu mandi di kamar mandi dapur," sambungannya dengan final lalu pergi meninggalkan Kayla.


"Kay!" panggil Elga sehingga langkah kaki Kayla terhenti.


Kayla membalikan badanya melihat kearah Elga. "Kenapa sayang?" tanya Kayla dengan raut wajah mengejek.


"Belum," jawab Kayla. "Yang bangun baru Dyta, kamu kan tau Dyra suka telat bangunya," sambungannya lalu melanjutkan langkah kakinya.


"Dyra lambat bangun karna ngikutin kamu, Kay," ketus Elga meski dia tau jika Kayla tidak akan mendengarkan dirinya berbicara lagi karna dia sudah pergi.


***


Sedari tadi Frezan sudah bangun, namun dia belum meninggalkan tempat tidurnya karna sedang mengamati wajah milik Rara yang sangat cantik. Sepertinya Rara belum memberikan tanda-tanda jika dia akan bangun dari tempat tidurnya.


Biasanya, Rara yang duluan bangun lalu membuka pintu gorden kamar agar Frezan bangun untuk segera mandi karna sedang bekerja. Kini terbalik, kini Frezan yang turun dari tempat tidur membuka gorden kamar sehingga sinar matahari masuk kedalam kamarnya.


Frezan tersenyum melihat Rara mengucek matanya karna sinar mentari yang masuk menerobos jendela kamarnya memberikan cahaya, Rara melihat kearah jendela dia sudah melihat suaminya yang hanya mengenakan celana sampai lutut dan bertelanjang dada sedang tersenyum manis kearahnya, senyuman yang tidak semua orang bisa nikmati.


Rara juga tersenyum kearah Frezan dengan mata sayunya karna dia baru bangun.

__ADS_1


"Morning my wife," kata Frezan lalu menghampiri Rara diatas ranjang.


"Morning to my husband," balasnya dengan senyuman merekah di wajahnya.


Cup


Satu ciuman mendarat di pipi milik Rara.


"Maaf, aku lambat bangun," kata Rara memeluk Frezan dengan erat seakan-akan dia tidak ingin melepaskan Frezan.


"Nggak apa-apa. Aku tau, kamu juga capek ngurusin Anak-anak. Apa lagi Hasya yang banyak tingkah," kata Frezan sembari tersenyum mengingat tingkah Hasya yang kelewatan nakal di usianya masih kecil.


"Aku kira, yang nakal nanti Tegar, ternyata aku salah," kata Rara sembari memanyunkan bibirnya.


"Nyatanya putri kamu kan?" kata Frezan mencolek pipih milik Rara.


"Putri kamu juga."


"Putri kita berdua."


Rara tertawa kecil lalu kembali memeluk Frezan dengan begitu erat.


"Hari ini aku bakalan nyelesain pekerjaan di Kantor," kata Frezan. "Selebihnya nanti bakalan di selesaikan sama Daniel."


"Kamu mandi, baru siap-siap buat sarapan," kata Frezan lagi. "Lepas itu kamu beresin barang yang bakalan kamu bawa buat liburan besok ," lanjutnya membuat Rara langsung refleks menutup mulutnya,


"Beneran kita besok udah berangkat?" kata Rara dengan senang, lalu Frezan mengangguk.


"Kita mandi bareng, lepas sarapan kamu baru boleh beres barang," kata Frezan dan dibalas anggukan setuju oleh Rara.


Rara langsung mengambil handuk di dalam lemari mengambil handuk untuk dirinya dan juga untuk Frezan. Mereka berdua langsung masuk kedalam kamar mandi untuk segera turun ke bawah sarapan pagi.


Setelah 20 menit lebih mandi, Frezan dan Rara langsung keluar dari kamar mandi. Rara mengenakan daster kesukaannya lalu mengambilkan Frezan baju kerja untuk ke kantor.


Rara memasangkan Frezan dasi sembari mencium wangi Frezan yang selama ini Rara sukai.

__ADS_1


"Makasih sayang," kata Frezan setelah Rara berhasil memakaikan dirinya dasi yang menajadi rutinitas Rara selama dia menikah dengan Frezan.


"Kamu turun duluan sarapan, aku ke kamar anak-anak dulu," kata Rara dan dibalas anggukan setuju oleh Frezan lalu Frezan keluar dari kamarnya sementara Rara berjalan kearah kamar anaknya.


__ADS_2