Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Pertemuan kembali


__ADS_3

Mobil milik Daniel telah sampai di depan gerbang kampus tempat Lea kuliah. Sebelum turun dari mobil, terlebih dahulu Lea mengucapakan terimakasih. "Makasih udah antar, Lea," kata gadis itu kepada Daniel.


Daniel melirik Lea membuat gadis itu dapat menatap wajah sosok Daniel lebih intens lagi. Tampan, kata itu muncul dalam benak Lea melihat Daniel.


Apa lagi pria itu sudah matang, membuat karakternya semakin jadi.


"Ini semua permintaan, Agrif. Putra saya," kata Daniel dan dibalas anggukan kepala oleh Lea. Lea tau, tapi setidaknya dia juga berterimakasih kepada Daniel.


"Yaudah kalau gitu pak, saya turun dulu," pamit Lea lalu turun dari mobil Daniel.


Lea menutup pintu mobil Daniel, dia masih berdiri ditempatnya hingga Daniel pergi meninggalkan dirinya.


Huft


"Untung aja tampan," kata Lea lalu membalikan badanya untuk segera masuk kedalam kampus.


Daniel mengarahkan mobilnya menuju cafe untuk ngopi sebentar.


Daniel langsung turun dari mobilnya untuk segera masuk kedalam cafe tempat malam itu bertemu dengan Nando saat mencari keberadaan Elga dan juga Rifal.


Tempat tersebut tidak jauh dari kampus tempat Lea kuliah, dan juga tidak jauh dari rumah sakit tempat Valen bekerja.


Pelayan datang memberikan menu untuk Daniel, dia memilih coffe dan makanannya roti bakar karna tadi dia tidak sempat sarapan.


Setelah beberapa menit menunggu, pelayan datang membawa pesanan milik Daniel. Daniel langsung meminum coffe nya sembari memikirkan putranya, yaitu Agrif.


Dari mata Agrif, Daniel bisa melihat jika anaknya itu nyaman pada Lea, dan menyukai Lea. Apa lagi anaknya sudah terang-terangan mengatakan pada Lea untuk menjadi mamahnya.


Daniel bisa melihat, jika Lea itu anak baik-baik, meski Daniel belum melihat jiwa keibuan Lea karna mereka baru beberapa hari kenal.


Dia memang berniat untuk menikah kembali, dengan tujuan agar ada yang memperhatikan Agrif dan memberikan kasih sayang saat di sibuk bekerja. Tapi bagaimana dengan Lea? Tentunya saja waktu Lea tidak hanya untuk Agrif saja, karna dia sedang berkuliah.


Tidak memungkinkan juga dirinya menikahi gadis yang belum genap berusia 20 tahun. Lea baru berusia 19 tahun, bukan hal yang sulit untuk Daniel mencari tahunya.

__ADS_1


Bukankan umur begitu belum bisa menyeimbangkan semuanyaa? Bukankah umur seperti Lea masih menikmati masa remajanya.


Daniel tentu saja tidak ingin salah memilih ibu sambung untuk Agrif.


Huft


Daniel bernafas gusar, di sisi lain Agrif sudah nyaman pada Lea. Di tambah lagi gadis itu baik pada anak kecil. Yang Daniel pikirkan apakah Lea bisa menjalankan peran sebagai seorang ibu di usinya yang masih muda? Di mana teman sebayanya masih menikmati momen jalan-jalan tanpa harus ada gangguan.


Daniel tak perlu di perhatikan, karna dia ingin menikah bukan untuk dirinya di perhatikan melainkan untuk putranya, tapi tidak ada yang tau kedepannya.


Tak terasa coffe milik Daniel tinggal setengah gelas saja akibat memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi.


Sementara Nando juga sedang berjalan santai mengenakan baju formal menuju cafe dekat rumah sakit, dia kehilangan jejak Rifal menyusul pria itu. Dia menelfon Rifal namun pria itu tak kunjung mengangkatnya. Jadi, dia pergi saja ke cafe untuk sarapan, kebetulan tadi dia tidak sarapan dulu apartemen karna tidak sempat membuatnya.


Saat memasuki cafe, Nando langsung du suguhkan wajah beribawa milik seseorang yang beberapa hari ini dia kenal, karna kerja sama antara kantor tempatnya bekerja.


"Boleh gabung?" tanya Nando menghampiri Daniel, karna Daniel duduk seorang diri.


Daniel mendongakkan kepalanya melihat ke asal suara, rupanya orang semalam bersamanya mencari Rifal dan juga Elga.


Nando langsung duduk satu meja dengan Daniel, dia memesan nasi goreng dan juga coffe. Sembari menunggu pesannya datang dia mengajak Daniel untuk mengobrol.


"Apakah kamu tidak bekerja?" tanya Nando kepada Daniel karna melihat pria di hadapannya hanya menggunakan baju kaos serta celana dibawa lutut.


"Hari ini saya di liburkan oleh bos saya, karna semalaman saya mencari Elga," jawab Daniel membuat Nando Manggut-manggut.


Andai saja bos Rifal kayak bosnya Daniel. Semalaman kan saya sudah mencari dia, masa iya saya tidak diliburkan?


Pelayan datang membawa pesanan milik Nando, dapat Nando lihat pelayan tersebut tersenyum kearahnya, di tambah lagi pelayan tersebut lumayan cantik.


"Terimakasih," kata Nando kepada pelayan yang membawa makanannya, pelayan tersebut mengangguk.


"Sama-sama."

__ADS_1


Daniel yang melihat tingkah Nando menarik sudut bibirnya tersenyum, dapat dia lihat jika pria tampan yang baru dia kenal itu pecinta wanita.


Sebagai Laki-laki, Daniel tentu saja tau pandangan mata milik Nando kepada wanita.


"Ternyata kamu pecinta wanita, yah," tebak Daniel sembari memasukkan roti ke dalam mulutnya membuat pergerakan tangan Nando terhenti.


Dia tertawa kecil, dia tidak malu jika ada orang yang mengatakan dirinya seperti itu, karna dia memang begitu, pecinta wanita, lebih tepatnya lagi pecinta wanita cantik.


"Apa yang kamu katakan memang benar," jawab Nando dengan sisa tawanya. "Saya memang pecinta wanita, apa lagi wanita cantik," lanjutnya sembari melanjutkan memakan makanannya.


Jawaban Nando membuat Daniel lagi dan lagi menyungkirkan senyuman tipisnya, ternyata orang di hadapannya ini sangat asik.


"Tapi saya yakin, pria seperti mu susah untuk jatuh cinta kepada wanita dengan serius," kata Daniel dan langsung diberikan acungan jempol oleh Nando.


"Apa yang kamu katakan memang benar, wanita yang selalu saya goda hanya untuk pelampiasan saja dan hanya untuk penghangat ranjang saya," jawabnya dengan jelas tanpa merasa ada terkendala.


"Apakah wanita yang selama ini kamu goda tidak ada yang benar-benar kamu cintai?" tanya Daniel membuat Nando melirik Daniel, entah mengapa percakapan mereka semakin asik dan berkelanjutan.


Nando terlebih dahulu meminum coffe nya sebelum menjawab pertanyaan dari Daniel.


"Maaf, jika pertanyaan saya tidak berkenan," kata Daniel buru-buru minta maaf karna merasa tidak enak kepada Nando.


Nando tersenyum tipis, "Tidak ada masalah, slow aja," kata Nando. "Saya orangnya santai apa lagi hanya mengenai pertanyaan seperti ini."


"Saya menyukai satu gadis."


"Gadis?" beo Daniel membuat Nando tertawa.


"Yah, selama ini saya dekat dengan wanita dewasa atau wanita yang sudah ahli soal ranjang. Tapi saya menyukai gadis yang belum terlalu dewasa dalam berpikir," kata Nando sembari membayangkan wajah milik Lea.


“Bahkan otaknya pun masih labil dan sikapnya yang bocah,” lanjut Nando sembari mengingati momennya bersama dengan Lea.


Meski baru beberapa kenal, kenangan yang dia buat bersama dengan Lea sudah lumayan membuat dia tersenyum. Momen di mana dia aduh bacot dengan Lea, dan momen di mana dia mencium Lea saat acara Rifal dan juga Valen.

__ADS_1


Daniel yang melihat tingkah Nando menggelengkan kepalanya.


__ADS_2