Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Asisten Daniel dan Nando


__ADS_3

Rara menutup pintu kamarnya


‘’Elga belum balik?’’ tanya Frezan dan dibalas anggukan kepala oleh Rara.


Rara berjalan menghampiri Frezan lalu duduk di tepi ranjang bersama dengan Frezan.


‘’Emangnya kamu nggak lihat bang Elga kemana pas pulang dari kantor?”


Frezan menggelengkan kepalanya atas pertanyaan yang di berikan istrinya itu.


“Aku kan udah bilang, belum jam pulang Elga udah pulang. Aku kira dia pulang kesini ternyata tidak,” kata Frezan, jujur saja Frezan tidak tau kemana iparnya itu pergi.


Frezan tidak memberitahukan apa yang terjadi pas di kantor tadi, menurutnya itu tidak penting.


Rara hanya manggut-manggut atas apa yang dikatakan oleh Frezan.


“Yaudah kita tidur, aku yakin Elga bakalan balik,” kata Frezan mematikan lampu kamar dan hanya menyisahkan lampu tidur saja.


Frezan dan Rara berbaring diatas kamarnya, Frezan menyelimuti tubuhnya dengan selimut bersama dengan Rara, kemudia dia mencium kening istrinya.


“Tidur, Ra. Elga bakalan balik,” kata Frezan sembari memeluk Rara kemudia memejamkan matanya karna dia sedang kecapean bekerja seharian, waktu istirahatnya hanya malam hari saja.


Huft


Terdengar hembusan nafas berat keluar dari mulut Rara lalu kemudian dia memejamkan matanya ikut tertidur bersama dengan Frezan. Dia yakin jika saudaranya itu akan pulang yang membuat dirinya khawatir.


Frezan dapat mendengar hembusan nafas gusar keluar dari mulut istrinya itu, dia tau jika Rara tidak bisa menghilangkan pikirannya mengenai Elga yang entah kemana tidak pulang padahal sudah larut malam.


Sekitar tiga puluh menit, Rara sudah tertidur dengan pikirannya dipenuhi dengan nama Elga saudara kembarnya itu.


Frezan membuka matanya lalu menyandarkan kepalanya disandaran tempat tidur, dia melihat Rara sudah tertidur nyenyak. Tanganya bergerak mengusap rambut hitam milik Rara sembari tersenyum tipis.


Dia tidak ingin istrinya itu memikirkan banyak hal karna Elga. Dia turun dari tempat tidurnya secara perlahan-lahan agar Rara tidak terganggu. Frezan melirik jam di dinding sudah pukul 12 malam.


Frezan berpikir apakah Elga sudah pulang atau belum? Dia mengambil handphonenya diatas nakas lalu kemudian keluar dari kamarnya menggunakan baju tidur. Frezan menyeritkan alisnya saat melihat kelantai bawah masih ada Kayla menonton tv sekali-kali dia mondar mandir.

__ADS_1


"Apa Elga belum balik?" menolog Frezan lalu berjalan menuruni anak tangga.


Kayla membalikkan tubuhnya karna merasa ada yang turun dari anak tangga, dia sudah melihat Frezan berjalan menuruni anak tangga dengan rambut sedikit berantakan serta matanya sedikit sayu namun tetap tajam.


"Elga sudah balik?" tanya Frezan dengan suara khas bangun tidurnya, tak lupa suara datarnya.


Kayla menggelengkan kepalanya. "Belum," jawab Kayla karna sampai sekarang Elga belum pulang padahal ini sudah pukul 12 malam pria itu belum balik.


Entah kemana dia....


Frezan mencari nama di kontaknya, dia harap Daniel belum tidur jam begini. Tapi Frezan yakin jika asistennya itu jam begini belum tidur karna sibuk dengan berkas pekerjaannya.


Drt ......


Daniel yang sedang bertempur dengan laptopnya langsung mengalihkan pandangannya kearah handphonenya yang berbunyi, dia berpikir tumben-tumbenan Frezan menelfonya tengah malam.


"Halo pak," sapa Daniel di seberang telfon.


Frezan tersenyum simpul, sudah dia duga jika asistennya itu susah tidur cepat.


"Apakah kamu bisa membantu saya mencari, Elga," tutur Frezan membuat Daniel di seberang telfon nampak berpikir. Emangnya Elga kemana sampai ingin di cari tengah malam begini?


Daniel tidak pernah keberatan jika Frezan minta tolong kepadanya, karna Frezan sangat baik kepadanya memberikan pekerjaan yang layak untuknya sehingga dia bisa seperti ini untuk Agrif putranya.


"Maaf pak, memangnya Elga kemana?" tanya Daniel, dan akhirnya Frezan menceritakan semuanya dan Daniel beranggapan jika Elga tidak pulang karna kejadian tadi di kantor.


"Apa kamu bisa Daniel, membantu saya?"


Dari seberang telfon Daniel tersenyum simpul.


"Saya tidak pernah keberatan jika pak Frezan yang minta tolong kepada saya. Saya akan selalu membantu bapak semampu saya."


"Kamu memang terbaik, Niel."


"Kalau begitu saya siap-siap untuk mencari Elga."

__ADS_1


"Baik."


Percakapan mereka langsung berakhir di telfon, Daniel sudah siap-siap untuk mencari keberadaan Elga.


Frezan melirik Kayla. " Sekarang lo tidur, gue udah nyuruh Daniel buat nyari Elga," kata Frezan kepada Kayla dan dibalas anggukan kepala oleh Kayla.


"Makasih," kata Kayla, lepas itu Kayla langsung pergi meninggalkan ruangan tamu untuk menuju kamarnya, dia harap Daniel bisa menemukan suaminya itu.


Sementara Frezan langsung duduk di sofa sembari menunggu kabar dari Daniel. Dua sudah tidak bisa tidur jika tidurnya sudah terganggu, andai saja bukan Rara dia tidak akan menyuruh Daniel dan menganggu waktu Daniel malam-malam begini untuk mencari keberadaan Elga.


***


Sementara Valen sedari tadi merengek kepada Nando untuk ikut mencari Rifal, sama seperti Elga juga sampai sekarang Rifal juga belum balik.


"Maaf nyonya Valen binti Rifal, saya tidak mengizinkan kamu untuk ikut dengan saya karna ini sudah tengah malam," kata Nando menolak dengan keras Valen yang ingin ikut.


"Tapi kan saya khawatir dengan suami saya," jawab Valen membuat Nando memutar bola matanya malas.


"Rifal tambah khawatir jika tau istrinya belum tidur jam begini, apa lagi nyonya Valen sedang hamil muda. Nggak baik buat kesehatan nyonya Valen sama calon bayinya," kata Nando membuat Valen terdiam lalu memanyunkan bibirnya kearah Nando.


Nando menggelengkan kepalanya, bagaimana jika bosnya tau jika istrinya sedang manyun begini kepadanya.


"Saya permisi, jangan lupa tidur," pamit Nando sembari mengambil kunci mobilnya lalu pergi meninggalkan Valen yang merengek ingin ikut dengannya mencari Rifal.


Daniel sudah mencari Elga di berbagai tempat, Elga juga sudah menelfon rekannya menanyakan apakah dia melihat Elga. Dan jawabnya mereka semua tudka tidak tau apa lagi Elga asing di mata mereka karna lamanya dia berada di luar negeri.


Sudah satu jam lebih Daniel dan Nando mencari keberadaan Rifal dan juga Elga namun mereka berdua tidak menemukannya. Mereka berdua memang asisten yang patut di acungi jempol.


Mobil milik Nando dan juga Daniel bersamaan singgah di depan cafe yang jam begini masih saja buka.


Nando keluar dari mobilnya dia melihat sosok Daniel yang tidak asing keluar dari mobil, tentu saja dia kenal dengan Daniel karna kerja sama antar kantor mereka.


"Daniel!" panggil Nando sehingga langkah kaki Daniel terhenti karna teriakan tersebut. Mereka berdua sama-sama berpikir mengapa dia berada disini.


"Senang bertemu dengan kamu," kata Nando sembari berjabat tangan dengan Daniel.

__ADS_1


Daniel tersenyum" senang'juga bertemu dengan kamu," kata Daniel lalu mereka berdua berjalan bersamaan untuk masuk kedalam cafe untuk minum cofe sembari beristirahat.


__ADS_2