Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Aksi gila


__ADS_3

Di kamar yang bernuansa putih abu-abu Rifal menatap kedepan dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.


Wajahnya yang kusut, rambutnya yang berantakan serta tubuhnya sudah tidak terurus lagi saat bersama Valen.


Selama kepergian Valen yang hingga saat ini belum di temukan membuat sifat Rifal berubah kepada siapapun.


Sifatnya tambah dingin tak tersentuh, wajahnya sudah tidak seramah dulu kepada siapapun itu, sudah tidak ada senyum dan tawa terhias di wajahnya semenjak kepergian Valen.


Sampai saat ini, tidak di ketahui apakah wanita itu masih hidup atau sudah tidak ada lagi di dunia ini.


Hidup Rifal tanpa Valen, sangat hambar. Bahkan, Rifal hampir pernah melakukan hal gila. Yah, pria itu hampir bunuh diri untung saja Aska datang dengan cepat sehingga dia membatalkan rencana Rifal untuk mengakhiri hidupnya.


''LEPASKAN RIFAL, DAD!!!''


Berontak Rifal karna Aska memeluknya dari belakang, sehingga dia sulit untuk loncat kebawah.


''APA KAU SUDAH GILA, HAH?!'' murkah Aska masih menahan tubuh Rifal. Jika Aska lalai memegang Rifal, pria itu akan terjun kebawa dan mengakhiri hidupnya.


''HAHAHA! RIFAL GILA KARNA VALEN!!'' histerisnya dengan begitu piluh. Suaranya bergetar masih berusah melepaskan tangan kekar Aska dari pinggangnya.


''LEPASKAN RIFAL, DAD!!!'' berontak Rifal agar Aska melapskan dirinya.


''VALEN MENUGGUKU!'' terima Rifal lagi dengan sekuat tenaga agar lepas dari Aska.


Aska kalah kekuatan dengan Rifal membuatnya kewalahan memeluk Rifal, karna dia memberontak untuk di lepaskan.


''Tidak ada cara lain,'' gumam Aska.


Tak


Aska langsung memukul belakang leher Rifal sehingga pria itu langsung pingsan, Aska tidak bisa melawan kekuatan Rifal yang memberontak untuk dilepas.


Perlahan-lahan tubuh Rifal mulai lunglai, sebelum pria itu pingsan, dia mengucapkan kata-kata yang membuat Aska menangis.


''Da-d, carikan Valen untuk ku, Rifal akan seperti ini tanpanya.''


Rifal mengingat kejadian satu bulan yang lalu, dimana dirinya ingin melakukan percobaan bunuh diri melompat dari atas balkon.


Untung saja aksinya saat itu di gagalkan oleh Aska.


Wajahnya sangat lelah, bahkan siapapun yang menatap matanya akan kasihan. Bagaimana tidak, jika dia tidak mempunyai semangat untuk hidup dan menjalani keseharinya tanpa Valen.


Sudah satu bulan ini pula Nando menghandel kantor Rifal, karna kondisi pria itu bukanya membaik seiring berjalanya waktu, malah semakin buruk.

__ADS_1


Jika Nando kesusahan menghandel tugas kantor, dia akan kerumah Rifal dan berbicara dengan Aska untuk membantunya.


Karna bagaimanapun, Aska lebih dulu terjun di dunia seperti ini daripada dia dan juga Rifal.


Dan yah, saat Nando mendengar ucapan Aska mengenai Rifal ingin bunuh diri membuat harapan Nando untuk Rifal akan sembuh dari luka ini musnah.


Pria itu berani bunuh diri, sudah ada tidak ada kehidupan baginya jika dia ingin mengakhiri hidupnya.


Mereka semua sudah pasrah mengenai Valen dan mulai mengikhlaskan wanita itu. Sudah dua bulan lebih Valen tak kunjung di temukan dan jika dia sudah tidak ada, tidak ada satupun kerangka tubuhnya di dapatkan di tengah laut.


Apakah semuanya dimakan oleh makhluk dibawa laut?


Nando pikir, Rifal akan sembuh dari luka ini namun kenyataannya tidak. Karna pria itu sudah hampir ingin mengakhiri hidupnya karna menyerah.


Dia sangat mencintai Valen, sampai dia tidak bisa menjalankan hidupnya tanpa sosok Valen.


Senyuman Valen selalu menghiasi otak Rifal, bahkan setiap malam pria itu memimpikan Valen dan bertemu dengan wanitanya dan membuatnya menangis tengah malam mencari Valen.


Pukul 12 malam, sosok pria yang tertidur tiba-tiba saja gelisah didalam tidurnya.


''Va-Len!''


''Valen.''


''Sayang.''


Pria itu bangun dari tidurnya, keringat bercucuran di wajahnya, serta dia merasakan sangat gerah padahal AC dalam kamarnya menyala.


Nafasnya tidak beraturan, senyuman Valen dalam mimpinya seakan nyata membuat Rifal tidak bisa melupakan istrinya.


Valen selalu muncul dalam mimpinya dengan senyuman yang selalu di lemparkan padanya.


''VALEN! DI MANA KAMU SAYANG! KASI AKU PETUNJUK BIAR AKU JEMPUT KAMU!''


Rifal mulai berteriak didalam kamarnya, air matanya juga ikut turun di pipinya. Ini bukan yang pertama kalinya memimpikan Valen, ini sudah kesekian kalinya.


Dia sudah tidak bisa menghitung sudah berapa kali Valen datang dalam mimpinya membangunkan dirinya untuk ke kantor.


''VALEN! Hikssss!!''


Tangisan pilu itu kembali terdengar didalam kamar Rifal.


Rifal mengusap wajahnya kasar, dia sangat gerah disaat seperti ini, dan itu terjadi setiap kali dia bangun dari mimpi yang akan membuatnya menangis tengah malam.

__ADS_1


Meskipun orang lain dan orang terdekatnya mengatakan jika Valen sudah tidak ada, namun Rifal tetap teguh dengan keyakinannya jika istrinya itu masih selamat.


Kata-kata itu selalu di tanamkan dalam pikirnya.


Pria itu bangun dari tempat tidurnya, dia sangat gerah setiap bangun tengah malam karna mimpi yang sama selalu menghampirnya setiap malam.


Rifal menyalakan lampu kamarnya, lalu berjalan menuju kamar mandi. Dia mulai menyalakan kran air lalu mengisi didalam bathtub.


Rifal mulai turun kedalam bathtub yang didalamnya sudah dia berikan sabun kesukaan Valen. Wangi sabun itu mampu menenangkan sedikit pikiranya.


Dia menyandarkan tubuhnya didalam bathtub seraya memejamkan matanya menghirup wangi sabun kesukaan Valen.


Air matanya turun, dia mengingat momenya bersama Valen mandi bersama. Dia yang selalu menjahili Valen hingga membuat wanitanya itu marah kepadanya.


''Bawa gue pergi, Len,'' lirih Rifal tanpa membuka matanya. ''Bawa cinta gue pergi.''


Rifal tidak merasakan dingin mandi tengah malam begini, hampir setiap malam dia melakukan hal ini agar pikiranya sedikit tenang.


Sudah dua jam Rifal berendam di dalam bathtub, tubunya sudah mengigil namun dia enggan untuk beranjak dari sini.


''Kembali Len, kasihani gue disini nggak bisa apa-apa tanpa lo,'' gumamnya dengan mata masih terpejam lalu dia semakin turun ke bathub sehingga matanya mulai terkena air serta rambutnya sudah basah.


''Gue datang, Len.''


Seluruh tubuhnya sudah terendam dalam bathub dan....


BRAK


Aska langsung mendobrak pintu kamar mandi, dia sudah melihat tubuh Rifal didalam bathub sudah tidak bergeming.


Dengan jantung berdetak kencang, dia langsung menggendong putranya itu yang tubunya sudah sangat kurus.


Rina sungguh terisak melihat tubuh anaknya memucat.


''Apa yang ingin kamu lakukan lagi, nak.''


Dan yah, sepertinya pria itu ingin melakukan Percobann bunuh diri dengan menenggelamkan tubunya didalam buthtub.


Katakan jika Rifal mulai gila sejak Valen meninggalkan dirinya. Dia pikir dengan cara bunuh diri dia bisa menemukan Valen dan anaknya.


Ini yang kedua kalinya Rifal ingin melakukan tindakan bunuh diri setelah kejadian satu bulan yang lalu yang ingin lompat dari atas balkon kamarnya.


Untung saja saat itu Aska datang dengan cepat menghentikan aksi gila Rifal.

__ADS_1


Dan ini yang kedua kalinya, Aska tentu lambat mencegah yang keduanya karna sudah melihat Rifal seperti ini.


Dia tidak tau sudah berapa lama anaknya itu menenggelamkan sendiri dirinya didalam bathtub.


__ADS_2