
Nando berdecak kesal melirik kearah Lea yang sudah tertidur pulas. Dia telah menunggu dua jam lebih dan sekarang gadis itu tengah tertidur pulas.
Untung saja Lea duduk didepan bersama dengan Nando, jika tidak sudah dipastikan Nando sudah seperti supir pribadi Lea.
Lea membuka matanya secara perlahan-lahan.
"Kita belum sampai, yah?" kata gadis itu dengan suara khas bangun tidur. Nyawanya belum terkumpul semua dia bertanya kepada Nando tanpa melirik pria itu.
"Belum, non," kata Nando membuat Lea langsung meliriknya.
Nando juga melirik Lea sehingga mereka berdua bertatapan. "Tidak usah lihat segitunya. Saya takut kalau kamu jatuh cinta sama saya. Saya tidak akan tanggung jawab yah, karna selerah saya bukan bocah hingusan," kata Nando lalu fokus menyetir membuat Lea bergedik ngeri dengan perkataan pria disampingnya.
"Kepedean!" nyolot Lea karna Nando membahas soal cinta yang tidak ingin bertanggung jawab jika Lea jatuh cinta kepadanya.
"Lea juga nggak level sama kak Nando yang playboy cap buaya," balas gadis itu membuat Nando hanya mengangkat bahunya menganggap jika perkataan Lea hanya angin lalu saja.
"Jangan sampai kamu jatuh cinta dengan saya. Perlu kamu ingat, jika selera saya yang cantik, sexy, pintar dan yang pastinya yang bisa memuaskan saya diatas tempat tid-" Belum sempat Nando menyelesaikan perkataannya Lea lebih dulu memotongnya.
"Dih, sungguh kak Nando bukan seleranya Lea. Udah dewasa pikiran kek bocah. Udah dewasa nggak nikah kayak om Rifal. Sukanya main cewek tapi kagak nikah. Udah itu pikirannya aneh mulu sama cewek," kata Lea membuat Nando langsung membuka mulutnya sedikit karna anak itu mengatakan dirinya seperti bocah.
Lantas apakah pikiran gadis itu sudah dewasa?
"Kenapa?" tanya Lea membuat Nando fokus menyetir lagi. Dia tidak mau jika berdebat dengan Lea membuat otaknya terputar sehingga terjadi kecelakaan seperti yang biasa dia nonton di tv tidak fokus menyetir akhrinya kecelakaan.
"Oh....Atau jangan-jangan kak Nando yang takut bakalan kalau jatuh cinta duluan yah sama, Lea?" kata gadis itu mengedipkan matanya nakal kearah Nando bersamaan Nando melirik kearah gadis itu karna berkata seperti itu.
Sttttt
"Ya ampun!"
Lea langsung terkejut karna Nando langsung mengerem mendadak saking terkejutnya dengan apa yang dikatakan Lea yang kelewat santai dan gadis itu mengedipkan mata kearahnya.
Oh sungguh, selama ini Nando yang selalu menggoda seorang wanita bukan sebaiknya.
"Kak Nando bisa nyetir nggak sih?" kesal Lea memperbaiki tempat duduknya.
Nando dan Lea saling bertatapan membuat Lea menyipitkan matanya kearah Nando. "Ngapain kak Nando lihatin Lea kek gitu? Apa jangan-jangan kak Nando udah jatuh cinta benaran yah sama Lea?" Lea pura-pura terkejut.
"Oh tidak, kita baru kenal jadi jangan mengatakan jika kak Nando udah jatuh cinta sama Lea. Ini bukan cerita novel yah , yang baru ketemu langsung jatuh cinta," kata Lea lagi membuat Nando langsung menyandarkan kepalanya di kursi mobil.
__ADS_1
"Ya Tuhan, yang saya bawa sekarang mungkin musibah untuk diri saya," gumam Nando langsung menyalakan kembali mobilnya untuk segera pulang.
"Kak Nando suka gonta-ganti cewek?"
"Iya?"
"Suka peluk sama cewek?"
Nando melirik Lea yang sedang serius bertanya padanya. "Bahkan lebih," kata Nando santai membuat Lea manggut-manggut.
"Kalau gitu kak Nando cocok sama julukan playboy buaya," kata Lea sambil cekikikan membuat Nando hanya memutar bola matanya malas.
Dia memang suka meggonta-ganti wanita bahkan dia sudah sering memeluk wanita sampai lebih dari kata itu.
Drt....
Handphone milik Lea bergetar menandakan adanya telfon masuk. Dia tersenyum simpul saat melihat nama di layar handphonenya, nama seorang anak yang meminta nomor telfon nya tadi di taman.
"Iya halo, sayang." Sapa Lea di sebrang telfon membuat Nando yang mendengarnya bergedik ngeri sendiri dengan perkataan gadis itu.
Padahal Nando sudah kerap kali menggunakan kata sayang jika memanggil pacarnya, namun mendengar Lea menggunakan kata sayang membuatnya bergedik ngeri.
"Apa kakak cantik sudah sampai?" Tanya Agrif disebrang telfon .
"Yaudah kalau gitu kakak cantik, kalau sudah sampai kabarin Agrif yah."
"Iya, sip***."
Lea langsung mematikan handphonenya mendapatkan telfon dari Agrif.
"Ternyataa bocah bisa lebay," gumam Nando yang hanya bisa dengarkan sendiri.
Sementara Lea tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Nando.
Agrif langsung memberikan telfon milik Daniel.
"Udah telfonya?" tanya Daniel dan dibalas anggukan kepala oleh Agrif.
"Udah, kakak cantik belum sampai dirumah," kata Agrif dan dibalas anggukan kecil oleh Daniel.
__ADS_1
Agrif pamit kepada Daniel untuk masuk kedalam kamarnya untuk segera tidur, sementara dipikiran Daniel belum terbersit jika Lea pantas untuk menjadi mamah dari anaknya. Karna saking mudahnya Lea lihat jadi Daniel tidak berpikir sampai kesana.
Daniel kembali mengerjakan berkas yang menumpuk diatas meja kerjanya.
***
Valen dan Rifal masih sedang menonton sembari berpelukan.
"Asisten kamu masih lama nggak sih?" tanya Valen kepada Rifal.
"Dia udah nggak lama sampai kesini. Dia udah dijalan," kata Rifal karna dia bisa melihat dari GPS yang dipasang oleh Rifal di mobil milik Nando.
Valen mengangguk kecil lalu memejamkan matanya di dalam dekapan Rifal. "Love you," kata Valen tiba-tiba membuat Rifal terdiam.
"Love you, to," balas Rifal membuat Valen langsung memeluk nya erat.
"Yaudah kamu tidur lagu, entar kalau udah ada Nando aku bangunin," kata Rifal lagi dan dibalas anggukan kecil oleh Valen.
Valen tertidur dalam pelukan Rifal dengan Rifal mengusap rambut Valen dengan penuh kasih sayang. Sekali-kali dia mencium rambut milik Valen.
Rifal juga memejamkan matanya karna sepertinya dia kecapean menunggu Nando terlalu lama, dia juga ikutan tertidur bersama dengan Valen.
Sementara Nando baru saja tiba di depan rumah Lea, gadis itu membuka pintu mobilnya.
"Makasih kak Nando," kata Lea.
"Iya Idiot, Sama-sama," kata Nando.
Lea langsung menutup pintu mobil Lea sembari melihat kepergian Nando. Dia mengajak pria itu singgah namun Nando buru-buru untuk pulang.
Lea tersenyum manis. "Meski menjengkelkan, kak Nando baik banget sama Lea," kata Lea lalu masuk kedalam rumahnya sendiri.
Lea meregangkan otot-otot tubuhnya, dia lupa akan satu hal untuk memberikan kabar untuk Agrif jika dia telah sampai.
Tangannya bergerak mengirimkan pesan untuk Agrif.
Ting
Daniel yang sedang fokus menatap laptopnya melihat kearah handphonenya. Tertulis kan nama kakak cantik mengirimkan pesan. Yah, Agrif sendiri yang memberikan Lea kontak nama kakak cantik.
__ADS_1
"Agrif sayang, kakak udah sampai dirumah. Kakak mau istirahat dulu, entar kakak telfon kamu yah."
Tanpa ekpresi apapun Daniel membaca pesan dari Lea, nanti dia katakan kepada anaknya jika kakak cantiknya itu sudah sampai.