Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Bali


__ADS_3

Tiga hari berlalu, dimana Rifal kerumah kakek Halan namun ia tidak bertemu kakek Halan, karna Kakek Halan pulang malam dari laut.


Membuat Rifal saat mengunjungi rumah kakek Halan pamit undur diri, karna sudah menjelang sore hari namun Kakek Halan belum juga datang.


Hari ini adalah hari Jumat, hari dimana haru pasar seafood di adakan saat Rifal kesana. Dia kembali ke sana dengan tujuan yang sama, yaitu mencari sosok wanita yang mirip dengan Valen yang waktu itu ia lihat.


Rifal turun dari mobil hitam menggunakan masker, dia tidak mau kejadian kemarin terjadi lagi saat ini.


Banyak pedagang dan penjual berjualan dan membeli berbagai macam hasil tangkapan laut.


Rifal mengedarkan pandangnya mencari seseorang. Dia yakin, wanita yang pernah ia lihat akan kembali ke sini.


''Jika dia memang Valen, maka nampakkan dia di depan ku,'' lirih pria itu dengan nafas berat.


Sudah satu jam lamanya dia mengelilingi pasar, dia belum juga menemukan sosok wanita yang mirip dengan Valen.


''Gue yakin, dia pasti Valen,'' gumam Rifal melangkahkan kakinya menuju wanita yang membawa bakul ikan.


''Tunggu!'' panggil Rifal sehingga wanita yang membawa bakul membalikkan tubuhnya dan menatap Rifal dengan bingung.


''Sial!'' desis Rifal karna wanita itu tidak sesuai dengan ekspestasinya.


Dia kembali mencari di pasar seafood yang lumayan luas ini.


''Pak Yadi!'' panggil Rifal sehingga pak Yadi yang sedang menawarkan hasil tangkapannya langsung melirik kearah Rifal.


''Mau apa lagi orang kaya itu,'' gumam pak Yadi menatap Rifal yang tengah berjalan kearahnya.


''Kakek Halan kenapa tidak menjual?'' tanya Rifal dengan cepat kepada pak Yadi.


''Kemarin anak kakek Halan kecelakaan,'' jawab pak Yadi.


''Ibunya Anna?'' tanya Rifal memastikan.


''Iya,'' jawab pak Yadi.


Rifal mengusap wajahnya dengan kasar, apakah dia harus menyerah sampai sini.


''Ibunya Anna di larikan kerumah sakit mana?'' tanya Rifal lagi.


Dia akan menyusul kakek Halan kerumah sakit.


''Kalau itu saya kurang tau,'' ucap pak Yadi jujur membuat Rifal menghembuskan nafasnya berat.


Rifal bertanya-tanya, mengapa author mempersulit hidupnya di sini?


''Terimakasih.'' Rifal langsung melenggang pergi.

__ADS_1


Hatinya mengatakan, jika wanita yang dia lihat mirip dengan Valen anak kakek Halan, dia yakin...jika...


Ahk, memikirkan hal itu membuat Rifal mengacak rambutnya frustrasi.


Rifal masuk kedalam mobilnya, lalu melepaskan masker yang dia kenakan.


Huft


Hembusan nafas berat keluar dari mulut Rifal, dia menyandarkan tubuhnya di kursi mobil.


''Sampai kapan ujian sulit ini berakhir?''


Rifal mengambil ponselnya lalu menekan nomor Nando.


Drt....


''Hal—''


''Gue nemuin Valen,'' potong Rifal sebelum Nando meneruskan ucapnya.


''Fal...kau tidak mimpi,kan?'' Nando mempertanyakan hal tersebut, jangan sampai bosnya itu sudah kehilangan arah mengatakan dia sudah menemui Valen.


''Gue serius, gue udah nemuin Valen,'' balas Rifal dengan suara menahan tangis membuat Nando di ujung Telfon menghembuskan nafas berat.


''Kembali, Fal. Saya tau, kau sedang berhalusinasi,'' ucap Nando.


''Gue nggak bohong, Nan!'' bantah Rifal.


''Gue kehilangan jejak Valen, Nan!'' tangis Rifal di ujung telepon membuat Nando tidak tau harus mengatakan apa lagi. ''Gue yakin, wanita yang gue lihat di pasar seafood adalah Valen. Dia masih hidup, Nan!''


''Rifal kau ha—''


''Jangan katakan kalau lo nyuruh gue buat ikhlaisn sesuatu yang masih ada!'' isakan Rifal terdengar piluh membuat Nando melirik jam di pergelangan tanganya.


''Sharlock lokasi sekarang, satu jam lagi saya akan ke Bali,'' ucap Nando serius di ujung telepon.


''Mau jemput gue?!'' Rifal tertawa sinis dengan air mata jatuh di kedua pipihnya.


Dia menjadi pria rapuh dan cengeng karna Valen.


''Nggak, saya mau bantu kau mencari Valen.''


Rifal terdiam, lalu kemudian dia mengatakan iya menyetujui jika Nando akan kesini menemani dirinya untuk mencari Valen.


Rifal sudah mengirimkan alamat Villa nya kepada Nando, dia akan ke Villa untuk membersihkan tubuhnya.


Seraya menunggu kedatangan Nando. Dia butuh teman cerita untuk menceritakan kejadian yang dia alami di sini.

__ADS_1


Rifal sudah sampai di Villa, dia mengambil handuk di dalam kamar lalu berlalu masuk kedalam kamar mandi.


Dia membasuhi seluruh tubuhnya untuk menyegarkan isi pikiranya untuk hari ini. Rasanya sangat dejavu untuk hari ini.


Beberap menit mandi, Rifal sudah kembali menggunakan baju kaos dan celana sampai lutut.


Dia membaringkan tubuhnya seraya memejamkan matanya untuk sekedar beristirahat.


Entah sudah berapa kali Rifal menghembuskan nafas kasar.


''Apa gue masih bisa ketemu sama lo, Len? Jangan pergi jauh-jauh, gue ada di sini buat jemput lo pulang kerumah.''


Sibuk dengan pikirnya, ponsel Rifal bunyi menandakan adanya pesan masuk.


Pesan tersebut dari Rina.


“Fal, jaga kesehatan di situ. Mommy minta tolong jangan nyiksa diri kamu sendiri. Kalau kamu nyiksa diri kamu sama saja kamu nyiska Mommy, karna Mommy yang melahirkan mu.”


“Tetap semangat cari Valen sampai ketemu, sampai hati kamu berkata untuk pulang.”


“Nak, jangan memaksa takdir yang sudah di buat sang kuasa sejak manusia di lahirkan di dunia ini.”


“Mommy menyayangimu nak, jaga kesehatan. Kapanpun kamu membutuhkan Mommy dan Daddy kami berdua akan ke Jakarta.”


Rifal membaca deretan pesan yang di kirim oleh Mommy Rina. Dia tidak tau harus melakukan apa sekarang.


Dia akan kerumah kakek Halan setelah Nando tiba di Bali. Rifal terlebih dahulu membalas pesan Rina lalu menyimpan ponselnya.


Dia akan beristirahat sampai Nando datang kesini.


Rifal sudah tidur dengan pikiran yang berkecamuk. Memikirkan Valen, dia tidak tau dimana ujung pikirannya ini.


Yang dia inginkan bertemu Valen, dan membawa wanitanya pulang kerumah, itu saja.


Setelah itu hidupnya akan tenang.


Nando sudah berada di bandara. Siang ini dia akan terbang ke Bali.


Dia tidak mau Rifal kelamaan sendiri di sana dan melakukan tindakan bunuh diri seperti satu tahun yang lalu.


Apalagi Mommy Rina dan Daddy Aska sudah menitipkan Rifal kepadanya. Jadi dia harus menepati janjinya untuk menjaga Rifal.


Apa lagi Nando sudah tau jika Rifal sudah tidak mempunyai teman dekat lagi, karna Elga sedang mendekam didalam penjara.


Tinggal dirinya saja yang akan menemani Rifal. Soal perusahaan dia akan mengerjakan tugas kantor di Bali.


Untung saja sekretaris pengganti Amora sudah ada, sehingga bisa membantu Nando sedikit di kantor.

__ADS_1


Meski sekretaris itu tidak sepandai Amora. Tapi setidaknya ada yang mengimbangi pekerjaannya di kantor.


Nando sudah berada di dalam pesawat, perjalanan ke Bali hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua jam lamanya untuk ke Bali.


__ADS_2