
Bima tidak menjawab apa yang di katakan oleh Andita dia membuka kunci gerbang dan menyuruh ketiga orang itu keluar. Mereka bertigapun keluar dan saat bima membuka pintu gerbang untuk Ara Andita dan juga Erina mobil yang di kendarai oleh sopir pribadi Nathan juga ingin keluar dan bima pun membuka gerbang itu sampai ujung.
Andita dan Erina dan juga ara sudah masuk ke dalam mobil pribadi milik Andita dengan posisi Ara di belakang sendirian dan Erina di samping kemudi sedangkan Andita yang mengemudi mobil itu.
Andita melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan dia juga belum tau ingin kemana. "Kita kemana?" tanya Andita yang masih belum tau tujuan mereka.
"Kepanti aja nanti kalo ke rumah kalian pasti di tanyain sama orang tua kalian" jawab Ara. Andita tidak menjawab perkataan Ara dia hanya fokus ke kemudinya dan melajukan mobilnya ke panti.
***
Di mobil yang di tumpangi Nathan dan yang lain terlihat Nathan sedang senyum senyum sendiri ntah kenapa dia seperti itu mungkin dia mengingat ingat Ara yang merangkul lehernya tadi. Vino menyadari senyuman sahabat sekaligus saudaranya itu diapun ikut tersenyum melihat Nathan.
Sedangkan Viona dia yang sedari tadi menatap bosnya yang senyum senyum sendiri itu sedikit tak suka karna dia berfikir bahwa bosnya itu senyum akibat pelukan dari anak SMK tengil itu tadi.
"Pak" ucap Viona yang menyadarkan Nathan dari lamunannya.
"Kenapa?" tanya Nathan datar.
"Bapak kenal sama anak tadi?" tanya Viona yang membuat Nathan tak suka karna itu sudah menyangkut masalah pribadinya.
"Kenapa kamu nanyain itu?" tanya Nathan dengan mengernyitkan dahinya.
"Gapapa pak soalnya saya liat bapak keliatannya akrab sama dia.....sampai sampai tas nya aja bisa ketinggalan di mobil bapak" jawab Viona tanpa takut.
"Mau saya akrab atau tidak sama dia itu bukan urusan kamu....Saya memperkerjakan kamu untuk mengurus kerjaan saya bukan masalah pribadi saya" jawab Nathan datar yang membuat Viona sedikit menciut ketakutan.
"Maafkan saya pak karna sudah lancang" ucap Viona sedikit takut karna memang dia belum pernah mendengar bosnya itu berbicara seperti itu meskipun itu masih tergolong sedikit sopan.
__ADS_1
Nathan tidak menjawab perkataan Viona dia hanya diam dan menatap sepanjang jalan yang ia lewati. Tampak hening di dalam mobil itu yang terdengan hanyalah suara mesin mobil yang melaju dengan kecepatan sedang karna sudah tidak ada lagi yang berani berbicara begitupun dengan Vino.
****
Di dalam mobil Andita sangat gaduh karna Andita menghidupkan musik dengan volume full mereka pun bersorak sorak sambil sedikit menggerakkan tubuh dan juga mengikuti irama musik itu begitupun dengan ara karna ponselnya sedang di changer di dalam mobil Andita akibat kehabisan batrai.
"Hah...hah" ucap Ara sedikit ngos ngosan saat berhenti berjoget begitupun dengan Erina dan juga Andita.
Andita menghentikan mobilnya tepat di depan mini market yang pernah Ara singgahi bersama dengan Nathan waktu ingin membeli susu bayi untuk Rini.
Ara keluar sendiri karna kedua temannya itu malas untuk keluar. Sesampai ara di dalam mini market itu dia mengambil tiga minuman yang sama dan setelah itu dia langsung membayarnya ke kasir.
Setelah selesai Ara kembali masuk ke dalam mobil dan memberikan minuman itu kepada kedua sahabatnya dan satu lagi utnuknya. Mereka pun meminum minuman yang di belikan oleh Ara. Setelah selesai minum Andita pun kembali melajukan mobilnya menuju ke panti.
Tidak lama kemudian mobil yang di kendarai Andita sampai di depan panti dan langsung masuk ke dalam kawasan panti karna memang jarak panti dan juga mini market yang mereka singgahi tadi tidak terlalu jauh.
"Ayah ibu" ucap Ara ketika masuk ke dalam panti dan mendapatkan Dania dan juga David yang sedang duduk di kursi tamu yang memang sudah di sediakan di panti itu.
"Nak" ucap Dania sambil menatap ke arah Ara dan kedua sahabatnya itu. Ara langsung menyalami punggung tangan Dania dan juga David begitupun dengan erina dan juga Andita.
"Ibu sama ayah tumbenan mampir gak bilang sama Ara" ucap Ara yang masih berdiri.
"Iya nak ini ibu rasanya udah lama banget gak main kesini makanya ibu kesini....tadi ibu juga hubungin kamu tapi nomor kamu gak aktif" jelas Dania karna memang semenjak kepergian Dewa dia memang sudah tidak pernah lagi ke panti.
"Oiya Ara lupa ponsel Ara lowbat" jawab ara sambil menyengir kuda kepada Dania. Dania hanya membalas ucapan ara dengan senyuman.
"Trus ayah sama ibu tumben duduk disini biasanya kan main sama anak anak" ucap Ara yang baru sadar.
__ADS_1
"Ibu mau adopsi anak ini sayang tapi ibu panti gak ngizinin katanya kamu gak boleh kalo dia di adopsi...kan kamu tau sendiri semenjak kepergian Dewa ibu sama ayah selalu kesepian" jelas Dania dengan mata sedikit berbinar menahan tangisnya akibat merindukan anak semata wayangnya itu.
Ara memang sudah memberitahu kepada bu Aini supaya tidak memberi adopsi kepada Rini dan juga Roni karna dia juga sudah berjanji kepada Roni untuk tidak memisahkan mereka berdua.
"Ara yang gak ngeboleh kalo Rini di adopsi" jawab Ara akan perkataan Dania.
"Kenapa lo gak ngebolehin ibu buat adopsi Rini" tanya Andita kepada ara sedangkan Erina hanya mengangguk.
"Iya nak kenapa mamu gak ngebolehin kalo Rini di adopsi?" tanya Dania sedikit bingung.
"Ara kan udah janji sama Roni untuk gak misahin dia sama rini karna waktu Ara mau ajak Roni kesini dianya gak mau katanya takut kepisan sama Rini makanya Ara janji sama dia buat gak misahin dia sama Rini daripada ara ngebiarin dia hiduo di jalanan?" jelas Ara panjang lebar di depan semua orang yang ada di ruang tamu panti itu.
"Hehe kamu ya emang nepetin janji" ucap David kagum kepada Ara karna memang seerti itulah Ara yang selalu menepati ucapannya. Ara hanya membalas senyum akan perkataan David.
"Yaudah biar ibu sama ayah adopsi keduanya aja" ucap Dania sambil melebarkan senyumnya.
"Ibu beneran mau adopsi keduanya?" tanya Ara meyakinkan.
"Iya sayang" jawab Dania dan berjalan menujunya diikuti oleh David dan juga bu Aini yang berdiri.
"Yaudah bentar dulu Ara panggil Roni" ucap ara dan berlalu meninggalkan mereka untuk mencari Roni.
Ara sudah menemukan Roni dan membawa Roni kepada David dan Dania. Ara menjelaskan kepada Roni tentang Dania yang ingin mengadopsinya dan juga Rini. Awalnya Roni ragu ingin mengiyakan tapi Ara dan yang lainnya memberi keyakinan kepada Roni bahwa Dania dan juga David adalah orang baik samai akhirnya Roni pun mengiyakan dan mau di adopsi oleh Dania dan juga david.
Bu Aini langsung mengurus surat surat untuk mengadopsi. Sedangkan Ara dan kedua sahabatnya menyiapkan barang barang Roni dan Rini dan setelah selesai David dan Dania langsung berpamitan pulang dan membawa Roni dan juga Rini.
Ara sebenarnya sedikit sedih karna harus berpisah dengan Roni dan juga Rini tapi mau bagaimana lagi dia juga sedikit kasihan kepada Dania dan juga David dan dia juga yakin bahwa Dania dan juga David akan menjaga dan merawat Roni dan juga Rini dengan baik.
__ADS_1