Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 20 #3


__ADS_3

"Dia pasti sudah bahagia bersama wanita itu" ucap Ara yang yakin akan Nathan yang sudah berbahagia bersama Delina padahal kenyataan nya tidak.


"Siapa yang berbahagia?" tanya Roky kepada Ara karna dia sedari tadi duduk di samping Ara hanya saja Ara yang tidak sadar akan Roky yang duduk di samping nya.


"Senak kapan kakak di sini?" tanya Ara kepada Roky dengan menatap lekat Roky yang duduk di samping nya itu.


"Sejak nenek dan Yuna masuk" jawab Roky akan pertanyaan Ara. Ara tidak melanjutkan pertanyaan ataupun perkataan nya dan memilih untuk diam dan memikirkan apa yang ia pikirkan.


"Kau sedang memikirkan apa?" tanya Roky kepada Ara. Ara menoleh ke arah Roky dan menatap datar ke arah Roky.


"Kau merindukan suamimu?" tanya Roky kepada Ara. Ara menundukkan kepala nya dan setelah itu langsung menganggukkan kepala nya mengiyakan pertanyaan dari Roky itu.


"Temui saja dia dan kembali lah kepada nya" ucap Roky lagi kepada Ara.


"Aku tidak ingin merusak kebahagiaan nya yang sekarang" jawab Ara dengan kepala yang masih menunduk dan tangan yang memainkan satu sama lain.


"Memang nya dia bahagia bersama siapa? wanita yang ia hamili itu?" tanya Roky kepada Ara dengan menatap lekat Ara yang sedang menundukkan kepala itu. Ara mengangguk mengiyakan nya tanpa menatap Roky dan masih menundukkan kepala.


"Kau yakin dia bahagia sekarang?" tanya Roky lagi kepada Ara.


"Hem, Karna dia sejak dulu menginginkan anak dan pasti saat ini dia sudah bahagia bersama anak dan istri baru nya dan dia pasti juga sudah melupakanku" jelas Ara keada Roky, Roky menatap wajah sedih wanita yang sudah ia anggap saudara itu yang nampak bersedih tapi dia tidak bisa berbuat apa apa karna dia tidak tau bentuk dari seorang Nathan suami Ara.


"Mas Roky" teriak Nyimas dan langsung merangkul leher Roky. Ara sudah bisa menebak suara siapa itu dan langsung memundurkan duduk nya. Nyimas adalah wanita yang sangat menyukai Roky, Dia memiliki wajah cantik dan selain itu orang tua nya juga kaya raya.


"Lepaskan aku" ucap Roky dan melepaskan tangan Nyimas dari leher nya.


"Ah, Mas aku ke sini untuk berkunjung dan menemui mu karna aku merindukan mu" ucap Nyimas dengan senyum yang mengembang menatap Roky dan setelah itu kembali memeluk Roky.

__ADS_1


"Oh ada Ara" ucap Nyimas yang baru sadar jika ada Ara di dekat nya, Ara hanya menanggapi itu dengan senyuman.


"Di mana Yuna?" tanya Nyimas kepada Ara.


"Dia di dalam bersama nenek sedang beristirahat mungkin" jawab Ara dengan senyum yang mengembang menatap Nyimas karna Nyimas juga ramah kepada diri nya dan juga Yuna apa lagi dengan nek Saidah.


"Nasi satu porsi mbak" ucap pembeli yang datang.


"Baik" jawab Ara mengangguk mengiyakan nya dan menyiapkan pesanan orang tadi.


Di tempat Nathan.


"Papa akan kembali bekerja, Kau tunggu di rumah ya jangan kemana mana" ucap Nathan dan mencium pucuk kepala anak nya itu dan keluar dari apartemen milik nya itu dan masuk ke dalam lift.


"Papa selalu sibuk sedangkan mama tidak pernah menjengukku selama aku di bandung" ucap Okta dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi sofa yang ada di ruang tengah.


Nathan masuk ke dalam mobil nya dan setelah itu langsung melajukan mobil nya menuju ke tempat kerja nya. Sesampai di tempat kerja Nathan langsung masuk ke dalam ruangan nya dan langsung mendudukkan tubuh nya di tempat duduk nya. Nathan langsung mengambil poto yang ada di atas meja kerja nya itu. "Aku sangat merindukan mu, Kau di mana?" guman Nathan dengan menatap lekat poto sang istri yang sudah lama itu.


Nathan mengambil ponsel nya yang ada di dalam saku celananya dan kembali membuka pesan yang selalu ia kirim kepada sang istri beberapa tahun ini tapi tidak ada satupun yang masuk dan sampai ke sang istri. "Nomor mu juga tidak aktif" ucap Nathan dengan tatapan kecewa nya menatap pesan yang tidak masuk kepada sang istri.


"Kau membaca pesan ku saja, Aku sangat merasa bahagia sayang" Nathan kembali mengirimkan pesan kepada sang istri dan setelah itu langsung meletakkan ponsel nya di atas meja kerja nya.


"Anak tadi" guman Nathan yang kembalu teringat akan Yuna teman Okta.


"Senyum nya seperti senyum..." ucap Nathan yang terpotong oleh Terie yang masuk ke dalam ruangan nya, Nathan kembali meletakkan poto sang istri di atas meja kerja nya.


"Ada apa Terie?" tanya Nathan datar kepada Terie.

__ADS_1


"Hari ini kita memiliki jadwal untuk mengunjungi pedesaan tulip pak" jawab Terie akan pertanyaan Nathan. Nathan.beranjak berdiri dan tidak menjawab nya lagi dan langsung berlalu dari sana di ikuti oleh Terie dari belakang.


Di tempat Ara.


"Pembangunan apa itu kak? kenapa aku baru melihat nya?" tanya Ara kepada Roky.


"Itu orang ingin membuat resorts di sana di dekat dekat sini karna pemandangan nya yang sejuk makanya mereka membuat nya di sana" jelas Nyimas akan pertanyaan Ara yang terlontar kepada Roky, Ara mengangguk mengerti akan jawaban dari Nyimas itu.


"Nak anak mu sudah tertidur" ucap nek Saidah kepada Ara. Ara menoleh ke arah nek Saidah yang menggendong Yuna begitupun dengan Roky dan juga Nyimas.


"Oh iya, Maafkan anak Ara yang menyusahkan nenek" ucap Ara dan berjalan mendekat ke arah nek Saidah dan langsung menggendong nya.


"Ara akan masuk" pamit Ara kepada mereka bertiga, Mereka bertiga mengangguk mengiyakan nya dan Ara pun langsung berlalu masuk ke dalam kamar dan menaiki anak tangga menuju ke dalam kamar nya.


"Mas siapa suami Ara?" tanya Nyimas kepada Roky.


"Hem, Aku belum pernah bertemu dan melihat poto nya" jawab Roky dengan mengangkat kedua bahu jya menandakan jika dia tidak tau.masalah siapa suami Ara.


"Jangan jangan dia hamil tanpa suami lagi" ucap Nyimas.


"Dia bukan wanita seperti itu, Dia bisa menjaga diri baik baik" jawab Roky yang tidak terima Ara di katakan hamil di luar nikah oleh Nyimas.


"Jadi di mana suaminya dan Kenapa dia malah ke sini saat perut nya buncit?" tanya Nyimas dengan menatap lekat Roky.


"Tanya kepada orang ny secara langsung dan yang pasti dia bukan wanita murahan sama seperti pikiran bodoh mu itu" jawab Roky dan mendorong dahi Nyimas menggunakan telunjuk nya.


Nathan sudah sampai di pedesaan tulip dengan mobil yang di sopiri oleh Terie, Dia langsung turun dari mobil dan melihat tempat sekitar dan benar saja pembangunan resorts yang ia bangun memang terletak tepat di tepi danau. "Ara menyukai danau tapi dia tidak bisa berenang" guman Nathan yang sangat ingat jika sang istri tidak bisa berenang tapi menyukai air pantai, Sungai dan sebagai nya.

__ADS_1


Ara membaringkan tubuh anak nya itu ke atas ranjang yang sama dengan nya. Ara menatap lekat wajah anak nya yang sedang tertidur itu. "Tidurlah dengan nyenyak dan semoga kau bisa bertemu dengan ayah mu di dalam mimpi mu nanti" bisik Ara di telinga anak nya itu dan setelah itu langsung mencium pucuk kepala anak nya itu.


__ADS_2