
"Maafkan aku" guman Delina kembali dengan menatap lekat Nathan dan berlalu menuju ke dapur.
Di tempat Ara.
"Dimana Nathan? dia bilang ingin menjemputku" guman Ara yang lelah menunggu di halaman rumah Sheyla dan lebih tepat nya lagi jauh dari rumah Sheyla.
Ara mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas nya itu dan langsung menghubungi suami nya tapi tidak aktif. Ara memilih untuk mengirimkan pesan kepada suami nya itu.
"Kau di mana? apa masih lama? jika kau masih lama, Aku pulang sendiri saja, Balas pesan ku jika tidak berarti kau sebentar lagi menjemputku, Aku menunggu mu" isi pesan yang di kirimkan oleh Ara kepada sang suami dan setelah itu dia langsung duduk di dekat jalan dan ada bekas pohon di sana. Ara sedari tadi melihat ponsel nya tapi tidak ada tanda tanda Nathan membalas pesan nya.
"Baiklah aku akan menunggu mu di dekat rumah Sheyla" isi pesan yang di kirimkan oleh Ara lagi kepada suami nya. Sudah tiga jam Ara menunggu di sana dan hari juga sudah mulai gelap tapi tanda tanda suami nya datang tidak ada. Ara menengadahkan kepala nya dan melihat hari yang semakin gelap dan udara yang semakin dingin.
"Di mana Nathan?" ucap Ara yang sedikit kesal dan kedinginan akibat udara di sana yang memang dingin. Ara masih setia menunggu suami nya itu datang menjemputnya dan dia pun langsung menundukkan kepala nya dan meletakkan wajah nya di atas lutut nya.
"Lama sekali" ucap Ara dengan kepala yang menunduk.
Di tempat Delina dan Nathan.
Delina sedari tadi menunggu Nathan bangun dan sedari tadi dia juga memikirkan Ara dan mengira jika Ara sudah kembali ke rumah dan tidak menunggu Nathan. Nathan membuka mata nya dan menyesuaikan cahaya lampu yang ada di kamar itu.
"Kau sudah bangun?" tanya Delina dengan menatap lekat Nathan dengan diri nya yang duduk di atas kursi di samping Nathan. Nathan yang mendengar suara Delina pun menoleh ke arah Delina.
"Aku di mana?" tanya Nathan kepada Delina. Delina tidak menjawab dan memilih diam, Nathan melihat sekitar dan itu tidak seperti tempat yang pernah ia kunjungi dan itu nampak sangat asing di mata nya. Nathan melihat ada setelan baju kerja di hadapan nya dan dengan segera dia membuka selimut dan melihat tubuh nya yang sudah tidak mengenakan apa apa.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?" tanya Nathan kepada Delina.
"Ingat saja sendiri" jawab Delina datar. Nathan mencoba mengingat apa yang terjadi dengan nya tapi dia sama sekali tidak ingat.
"Jelaskan apa yang terjadi, Kenapa pakaian ku semua nya terlepas?" tanya Nathan dengan sedikit berteriak kepada Delina.
"Kau tadi memaksa ku untuk melayani mu" jawab Delina dengan wajah sedih nya.
"Hah?" tanya Nathan dengan menatap wanita itu.
"Kau menyuruhku untuk membawa mobil ke hotel terdekat dan kau juga memintaku untuk membantu mu masuk ke sini, Tapi saat aku membantumu kau langsung menindihku" jelas Delina berbohong dengan wajah sedih nya menatap Nathan.
"Tidak mungkin aku melakukan itu" jawab Nathan.
"Kau mau apa?" tanya Nathan langsung karna dia tidak bisa mengelak.
"Aku ingin kau bertanggung jawab atas perbuatan mu ini" jawab Delina.
"Tidak akan, Karna aku tidak melakukan apa apa" jawab Nathan dan beranjak berdiri dengan di balut selimut dan langsung mengambil baju nya dan masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Delina ekspresi wajah nya kembali biasa saja.
Setelah selesai dia mengenakan pakaian nya dia langsung keluar. "Aku tidak mau tau, Kau harus bertanggung jawab atas hal ini" teriak Delina saat melihat Nathan yang ingin keluar. Nathan tidak menjawab nya dan mengambil kunci mobil nya dan berlalu dari sana.
"Maafkan aku Nat" guman Delina saat Nathan sudah berlaku dari sana.
__ADS_1
Setelah sampai di bawah, Nathan langsung keluar dan menuju ke mobil nya dan langsung masuk ke dalam mobil nya. "Tidak mungkin aku melakukan hal bodoh itu dengan wanuta lain" guman Nathan yang masih tidak percaya akan apa yang di tunjukkan Delina kepada nya tadi. Nathan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah nya tanpa Ingat akan janji nya yang ingin menjemput sang istri.
Di tempat Ara.
"Astaga ini sudah jam sembilan malam" ucap Ara dengan menatap jam yang ada di ponsel nya.
"Dingin sekali" guman Ara dengan mengusap tangn nya supaya sedikit terasa hangat.
Nathan sudah sampai di rumah, Dia langsung masuk ke dalam rumah nya dan menaiki anak tangga, Saat dia menaiki anak tangga dia melihat Andre, Nita,Erina dan Vino dan juga Naila yang sedang berada di pelukan Erina.
"Dimana istrimu nak?" tanya Nita yang tidak menemukan Ara bersama Nathan. Nathan yang awal nya ingin naik ke lantai tiga pun langsung menghentikan langkah kaki nya.
"Di mana istri mu?" tanya Andre kapada Nathan, Nathan mengingat ingat di mana istri nya sampai dia teringat jika dia sudah berjanji akan menjemput istri nya itu. Nathan tidak menjawab pertanyaan yang di tujukan kepada nya dan langsung menaiki lift yang ada di rumah itu dan setelah itu dia sedikit berlari menuju ke luar rumah dan kembali masuk ke dalam mobil.
"Ada apa dengan mereka?" guman Vino yang belum tau apa yang terjadi.
Nathan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi dan langsung menuju ke kediaman Sheyla.
"Dia tidak akan mejemputku" guman Ara dan beranjak berdiri dari duduk nya. Ara mencari taxi tapi dia tidak menemukan nya, Ara memilih untuk berjalan kaki meskipun kaki nya lelah akibat berjalan ke perusahaan Nathan di tambah duduk terlalu lama.
"Di mana istriku?" guman Nathan yang tidak menemukan istri nya karna rumah Sheyla dan Fikri sudah di tutup dan tidak ada yang mendengar diri nya yang berteriak. Nathan kembali melajukan mobil nya dan mencari keberadaan istri nya.
"Astaga aku lelah sekali tuhan" ucap Ara dan mendudukkan tubuh nya di tepi jalan sepi yang tidak jauh dari rumah Sheyla. Nathan yang menempuh jalan itupun bisa melihat ada wanita yang sedang duduk di tepi jalan.
__ADS_1
"Itu bukannya Ara?" guman Nathan yang ingat akan baju yang di kenakan oleh sang istri. Nathan menghentikan mobil nya tepat di samping wanuta itu dan dia pun langsung turun dari mobil nya.