Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Lamaran sheyla dan fikri


__ADS_3

"Berentiin aja" perintah ara lagi dan Erina pun langsung memencet tombol berhenti. Ara langsung turun dari dalam lift itu di ikuti oleh nathan dan juga aldi.


"Ngapain kalian ikutin gw?" tanya ara kepada aldi dan juga nathan.


"Sempit" jawab nathan akan pertanyaan ara.


"Masih muat 1 orang lagi....masuk" perintah ara kepada salah nathan dan juga aldi.


Nathan tidak memperdulikan perkataan ara dia masih setia berdiri di samping ara. "Huh" ara mendengus kasar karna tidak ada yang ingin masuk ke dalam lift itu. Arfel ingin keluar juga dari lift itu tapi ara menghentikannya.


"Keluar lo gw bakal balik" ancam ara kepada arfel yang membuat arfel mengurungkan niatnya untuk keluar.


"Kalian duluan aja" ucap ara karna dia tidak bisa memaksa nathan ataupun aldi untuk masuk ke dalam lift.


Erina memencet kembali nomor 12 dan melanjutkan kembali niatnya yang ingin ke lantai 12.


Di antara ara nathan dan juga aldi hanya keheningan yang tercipta tidak ada yang ingin memulai untuk berbicara maupun menyapa.


Aldi menatap nathan dengan tatapan tak suka begitupun dengan nathan yang menatap aldi dengan tatapan datar. Ara sangat tidak nyaman akan suasana itu karna baginya suasana itu menyeramkan.


"Ngeri gw" ucap ara yang membuat kedua pria itu menatapnya.


"Kenapa?" tanya nathan datar kepada ara.


"Kalian yang kenapa saling pandang kayak gitu" bentak ara kepada nathan dan aldi.


"Siapa yang mandangin dia" ucap aldi.


"Kalin pikir gw gak merhatiin kalian tadi hah?" bentak ara lagi.


"Kecilin suara kamu" ucap nathan datar kepada ara.


"Suka suka gw lah....mau gw teriak juga bukan urusan lo" ucap ara lagi dengan nada yang semakin meninggi.


Nathan membekap mulut ara karna dia geram akan ara yang semakin menaikkan nada bicaranya.

__ADS_1


"Mmmmm" ara meronta ronta dia ingin berbicara tapi tidak bisa. Ara memukul mukul tangan nathan tapi nathan tidak memperdulikannya. Aldi yang melihat itu langsung menepis kasar tangan nathan dari mulut ara.


"Hah..hah" ara hampir kehilangan nafas saat nathan membekap mulutnya.


"Lo apa paan bekep bekep mulut ara hah?" ucap aldi sambil menarik kerah baju nathan.


Ara yang melihat itu langsung menegah aldi yang ingin menghajar nathan karna tenaganya cukup kuat kan dia juara tekondo. "Apaan? mau berantem?" tanya ara sambil menatap aldi dan juga nathan secara bergantian.


"Dia bekep mulut kamu....pasti dia mau macem macem sama kamu" ucap aldi.


"Dia gak bakal macem macem dia sepupunya pacar saya" ucap ara kepada aldi yang membuat aldi kaget mendengar itu karna setaunya pacar ara sudah meninggal.


Ting....


Suara lift berhenti di depan mereka yang membuat aldi mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada ara. Mereka bertiga langsung masuk ke dalam lift itu dan ara memencet nomor 6 karna mereka sedang di lantai 6 dan tinggal melewati 6 lantai lagi untuk sampai ke tunjuan mereka.


Mereka sudah sampai di lantai 12.


"Kamu mau kesana? bareng aja" ucap aldi karna memang keluarga di sebelah calon tunangan.


"Kenapa gak kesana?" tanya aldi kembali kepada ara.


"Gapapa dok.....dokter aja yang kesana" ucap ara kepada aldi.


"Kita cari Erina sama yang lain" ajak ara kepada nathan dan berlalu meninggalkan aldi yang belum ke dekat fikri dan sheyla.


Ara dan nathan mencari cari keberadaan Andita dan yang lain. "Hey" ucap Erina sambil melambaikan tangannya kepada ara. Tapi ara tidak melihatnya dan nathan lah yang melihat lambaian tangan Erina.


"Itu mereka" ucap nathan dan ara pun langsung menghampiri Erina dan juga yang lain. Sedangkan nathan hanya mengikuti ara dari belakang.


Erina, Andita, arfel dan juga Vino berada tidak jauh dari tempat lamaran karna itu tempat yang mereka pilih dan arapun. tidak bisa menolak dan menghampiri kedua sahabatnya itu.


"Kenapa lama?" tanya Erina kepada ara.


"Ini si nathan tadi mau brantem sama dokter aldi" jawab ara.

__ADS_1


"Kenapa lo nat?" tanya Vino yang mendengar perkataan ara.


"Apanya?" tanya nathan datar.


"Si ara bilang lo hampir brantem sama dokter aldi" ucap Vino.


"Gak usah percaya sama dia" ucap nathan datar.


"Harus percaya lah sama gw" ucap ara yang mendengar perkataan nathan. Nathan ingin menjawab perkataan ara tapi aldi sudah membuka acara.


"Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Puji syukur hanya kepada Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak nikmat kepada kita sekalian sehingga kita dapat bertemu, berkumpul dan saling silaturahmi pada hari yang berbahagia ini dalam keadaan sehat wal’afiat.


Pada malam ini, kami hadir di tengah-tengah keluarga Bapak/Ibu, tiada lain dalam rangka bersilaturahmi agar saling mengenal lebih dekat antara satu dengan lainya. Selanjutnya, kami juga ingin menyampaikan hajat dari adik kami yang paling bungsu dari kami dua bersaudara yaitu Fikri assidqi . Adik kami sudah cukup lama mengenal putri Bapak / Ibu yang bernama si Sheyla winjaya


Singkat cerita, izinkan kami mewakili adik saya yakni fikri assidqi menyampaikan niat tulus untuk melamar putri Bapak/ Ibu. Untuk itulah maksud dan tujuan kedatangan kami pada hari ini.


Mudah-mudahan Bapak dan Ibu berkenan untuk meridho’i niat adik kami, dengan menerima lamaran ini. Hanya inilah yang dapat kami utarakan kepada Bapak dan Ibu, sambil menanti sambutan dari Bpk/Ibu apakah lamaran kami ini diterima atau mungkin ditolak, tak lupa kami sekeluarga mohon maaf apabila dalam menyampaikan maksud dan tujuan ini ada tutur kata yang kurang berkenan di hati. Begitu pula hantaran hari ini yang ala kadarnya sebagai wujud keseriusan hati kami.


Wassalamuallaikum Wr. Wb. "Ucap aldi panjang lebar di hadapan banyak orang dan orang orang itu adalah keluarga sheyla dan fikri.


Rizal paman dari sheyla dan ara berjalan ke tempat untuk menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan. "Paman?" ucap ara sambil melebarkan senyumnya karna memang dia sangat lah dekat dengan pamannya itu.


Rizal menyampaikan sedikit kata sambutan dan setelah itu dia menyerahkan kepada kedua orang yang terlibat akan lamaran itu yakni sheyla dan juga fikri. Setelah itu sheyla menerima lamaran fikri dan fikri memakaikan cincin di jari manis sheyla begitupun dengan fikri.


Setelah selesai kedua tunangan itu memakai cincin semua orang bertepuk tangan bahagia begitupun dengan ara yang sangat bahagia menyaksikan itu tapi tidak dengan nathan yang hanya menatap datar ke arah fikri dan juga sheyla.


"Paman" ucap ara karna rizal menghampirinya.


"Ponakan paman udah gede" ucap reza sambil mengusap lembut kepala keponakannya itu. rizal adalah adik dari teo dan dia sudah menikah dengan WNA dan tinggal di amsterdam karna memang istrinya dari negara itu. Dan dia pulang bersama dengan istrinya dan mengambil libur selama 1 bulan untuk menetap di indonesia karna pernikahan sheyla juga akan di laksanakan bulan ini.


"Bibi kya mana?" tanya ara kepada rizal dan melepaskan pelukan nya dari rizal.


"Itu bibi sama ponakan kamu" ucap rizal sambil menunjuk ke arah kya dan juga rafael. Ara berjalan menghampiri keponakan dan bibinya itu tanpa diikuti oleh rizal karna rizal masih mengobrol bersama dengan teman teman ara.

__ADS_1


__ADS_2