Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Menggemaskan


__ADS_3

"Coba kamu liat lebar tempat yang kamu tiduri tadi" perintah Ara. Nathan langsung melihat tempat yang ia baringi tadi dan benar saja sangat lapang.


"Maaf" ucap Nathan dengan menyengir kuda menghadap ke arah sang istri. Ara tidak menjawabnya dan hanya menatap sang suami dengan tatapan tajam.


"Apa masih sakit?" tanya Nathan kepada sang istri dan mendekat ke arah sang istri. Ara menggelengkan kepalanya tanda tidak lagi merasa sakit.


"Kamu dari mana?" tanya Ara kepada Nathan.


"Dari bawah" jawab Nathan menggeserkan tubuh Rafael sedikit ke samping.


"Ngapain?" tanya Ara.


"Aku tadi laper makanya aku turun ke bawah buat makan" jawab Nathan. Ara mengangguk mengerti dan ingin mendudukkan tubuhnya tapi Nathan menarik tangannya.


"Ada apa?" tanya Ara heran karna dia di tarik oleh sang suami.


"Mari kita lanjutin yang tadi" jawab Nathan menggoda sang istri.


Huaaaaa


Ara berpura pura menguap. "Aku masih ngantuk" jawab Ara berharap sang suami tidak melakukannya.


"Jangan pura pura" ucap Nathan.


"Aku gak pura pura" jawab Ara sambil menatap dengan memelaskan wajahnya berharap sang suami mengerti akannya.


"Kamu gak kasian ngeliat suami kamu nahan gini?" tanya Nathan dengan menatap tajam wajah sang istri.


"Kamu gak kasian liat istri kamu kecapean nanti?" tanya balik Ara dengan wajah mengiba berharap Nathan melepaskannya dan membiarkannya kembali beristirahat.


"Baik lah malam ini aku lepasin kamu dan juga kita gak bisa ngelakuin nya karna ada Rafael" jawab Nathan dan melonggarkan pelukannya dari sang istri tapi belum melepaskannya. Ara berusaha ingin melepaskan tubuhnya dari pelukan sang suami tapi Nathan belum melepaskan pelukan itu.

__ADS_1


"Lepasin aku" ucap Ara menatap kesal ke arah sang suami.


"Emang nya kamu mau kemana?" tanya Nathan kembali mendekap tubuh sang istri ke dalam pelukannya.


"Mau tidur" ketus Ara dengan menatap kesal ke arah sang suami. Nathan hanya menanggapinya dengan senyum dan tidak melepaskan pelukannya.


"Nathan lepasin aku" rengek Ara dengan wajah seperti anak kecil merajuk dan menghentakkan kakinya. Nathan kembali tersenyum melihat wajah menggemaskan sang istri.


"Cium aku dulu" jawab Nathan. Mata Ara langsung membulat dan menatap kesal ke arah sang suami.


"Cepat cium kalo enggak kamu gak bakal aku lepasin" ancam Nathan. Ara terpaksa mengiyakannya dan mencium sekilas pipi sang suami.


"Bukan yang itu" ucap Nathan.


"Trus yang mana?" tanya Ara menatap heran. Nathan menunjuk ke arah bibirnya dengan mata yang memejam dan senyum yang mengembang.


"Huh" Ara mendengus kasar dan sedikit mengangkat kakinya karna Nathan lebih tinggi darinya dan dia langsung mencium sekilas bibir sang suami. Ara ingin melepaskannya tapi Nathan menahannya dan langsung ******* bibir sang istri.


"Masih mau?" tanya Nathan menggoda sang istri. Ara tidak menjawabnya dan langsung berbaring di samping Rafael dan memiringkan tubuhnya. Nathan hanya menanggapi tingkah sang istri dengan senyuman dan ikut merebahkan tubuhnya di samping kanan Rafael.


"Baru Rafael aja kita udah susah buat ngelakuin nya apa lagi nanti kalo kita punya anak" ucap Nathan yang mencoba menggoda sang istri yang tengah memejamkan mata. Ara langsung membuka matanya dan menatap ke arah sang suami yang tengah tersenyum menatapnya.


"Tapi gapapa nanti anak kita kamarnya di sebelah" sambungnya kembali.


"Aku gak mau....anak aku harus tidur di samping aku" bantah Ara.


"Iya nanti anak kita bakal tidur di antara kita kalo kita udah selesai" goda Nathan kembali.


"Kenapa kamu jadi mesum kayak gini sih?" tanya Ara heran karna waktu pertama kali dia mengenali Nathan. Nathan bukan lah seperti sekarang.


"Emang nya gak boleh aku mesum sama istri aku sendiri?" tanya Nathan kembali menggoda sang istri karna memang hasrat nya saat ini sudah mencapai puncak dan dia harus menahannya.

__ADS_1


"Sudah lah percuma juga aku melawan" ucap Ara dan kembali memejamkan kepalanya. Nathan hanya menanggapinya dengan senyuman dan ikut memejamkan matanya.


Keesokan paginya


Rafael terlebih dahulu terbangun dari pada Ara dan Nathan. Rafael menatap wajah tantenya yang sedang tertidur pulas dan dia juga menatap wajah Nathan yang juga tertidur pulas di sampingnya.


"Onty" ucap Rafael mencoba membangun kan Ara. Ara mengerjapkan matanya begitupun dengan Nathan yang mendengar suara Rafael.


"Ael udah bangun?" tanya Ara dengan mata yang sudah terbuka sempurna kepada sang keponakan. Rafael mengangguk mengiyakannya.


"Ael kenapa?" tanya Nathan yang melihat wajah Rafael seperti menginginkan sesuatu.


"Ael mau pipis uncle" jawab Rafael.


"Yaudah Onty temenin Ael pipis" ucap Ara dan langsung bangun dari tidurnya tadi begitupun dengan Rafael. Ara membimbing keponakannya itu menuju ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya dan juga Nathan itu.


Rafael masuk ke dalam kamar mandi itu dan membuang air kecil. Setelah selesai dia kembali ke dekat Nathan yang masih merebahkan tubuh di atas kasur itu. "Kamu mau pulang?" tanya Nathan kepada Rafael. Rafael mengangguk mengiyakannya.


"Sekarang?" tanya Ara kepada Rafael.


"Iya Onty nanti Momy sama dady nyari Ael" jawab Rafael.


"Momy sama dady kamu juga gak ada kesini ya buat jemput kamu" ucap Ara karna dia tidak mengetahui apakah Rizal dan Kya ada menjemput Rafael atau tidak.


"Ayo Onty anterin Ael pulang" rengek Rafael sambil menarik tangan Ara.


"Bentar Onty mandi dulu" jawab Ara.


"Gak usah mandi ayo kita antar Rafael" ajak Nathan. Ara menatap heran akan sang suami.


"Pasti ada apa apanya ini" guman Ara menatap tajam ke arah sang suami.

__ADS_1


"Ayo" ajak Nathan melihat sang istri masih duduk di ranjang.


__ADS_2