
"Yasudah, Aku ikut" jawab Ara dan langsung duduk sempurna. Nathan menoleh ke arah istri nya itu dengan tatapan bingung karna tidak biasa nya wanita itu ingin ikut dengan nya ke kantor. Nathan mendekat ke arah istri nya itu dan membuat Ara terkejut.
"Mau apa kamu?" teriak Ara tepat di telinga Nathan dan membuat Nathan sedikit kesakitan telinga mendengar nya.
Nathan tidak menjawab nya dan memasang sabuk pengaman di tubuh sang istri. "Huh" Ara mendengus lega karna Nathan tidak ingin macam macam terhadap nya, Nafas yang di keluarkan oleh Ara tersebut sangat terasa di leher Nathan.
"Astaga wanita ini selalu saja menggoda ku" guman Nathan karna nafas istri nya itu membangkitkan gairah nya.
"Kenapa lama sekali?" tanya Ara karna Nathan sangat lama berada di hadapan nya. Nathan menoleh ke arah sng istri dengan tatapan datar menatap wanita itu.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Ara dengan menatap aneh ke arah Nathan.
"Tahan Nathan" guman Nathan yang mencoba mengontrol hasrat nya dan setelah itu kembali memundurkan tubuh nya dan duduk seperti semula di tempat nya, Nathan langsung menyalakan mesin mobil nya dan baru saja ingin mulai menancap gas mobil itu tapi suara ponsel menghentikan niat nya.
"Siapa yang menelpon sepagi ini" umpat Nathan dan mengambil ponsel milik nya yang ada di dalam saku jas nya.
"Bunda" nama yang tertera di layar ponsel nya.
"Siapa?" tanya Ara dengan menatap lekat suami nya itu.
"Bunda" jawab Nathan dan langsung mengangkat telpon dari ibu nya itu.
"Halo bunda" ucap Nathan saat telpon sudah di angkat.
"Halo nak, Kau di mana?" tanya Nita kepada Nathan.
"Aku baru saja ingin berangkat ke kantor bersama Ara" jawab Nathan dan menoleh sekilas ke arah sang istri.
__ADS_1
"Kenapa kau mengajak Ara?" tanya Nita kepada Nathan.
"Dia ingin ikut" jawab Nathan akan pertanyaan Nita.
"Bawa dia pulang ke rumah kita" perintah Nita.
"Dia tidak mau, Dia ingin ikut aku" jawab Nathan.
"Yasudah kau jangan bekerja" ucap Nita dan langsung mengakhiri telpon nya itu dengan anak nya.
"Bunda bilang apa?" tanya Ara dengan menatap lekat suami nya itu.
"Bunda menyuruh kita pulang" jawab Nathan dan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman nya. Ara tidak menjawab nya atau pun bertanya dan dia memilih untuk diam saja dari pada berbicara.
Sesampai di rumah nya yang tidak terlalu jauh dari rumah kakek Ara, Nathan menoleh ke arah sang istri yang tidak ingin turun. "Ayo turun" ajak Nathan kepada sang istri dengan nada bicara sedikit tidak enak di dengar dan wajah datar. Ara menoleh ke arah suami nya itu dan menatap heran akan lelaki itu.
"Kenapa nada bicara mu tidak enak sekali untuk di dengar dari tadi?" tanya Ara dengan menatap lekat suami nya itu dengan dahi yang mengerut.
Ara masuk ke dalam rumah dan dia sudah tidak melihat sumi nya di bawah, Dia pun memilih untuk menaiki anak tangga dan menuju ke ruang keluarga di lantai dua. Sesampai di lantai dua dia sudah menemukan Nathan dan kedua orang tua nya yang melihat nya. "Bunda, Ayah" sapa Ara dengan senyum yang melebar menatap mertua nya itu sedangkan Nathan dia hanya menatap datar ke arah istri nya itu.
"Sini duduk nak" ucap Nita dan mempersilahkan Ara duduk di samping nya. Ara mengangguk mengiyakan nya dan mendudukkan tubuh nya di samping Nita.
"Sudah lama sekali kamu tidak pulang ke rumah, Bunda merindukan mu" ucap Nita dan langsung memeluk wanita itu karna memang semenjak kejadian waktu itu mereka jarang bertemu.
"Ara juga bun" jawab Ara dengan senyum yang melebar dan membalas pelukan dari Nita.
"Bunda, Ayah, Nathan ke atas" pamit Nathan dan langsung berlalu masuk ke dalam kamar nya yang ada di atas. Ara menoleh ke arah lelaki itu dan merasa aneh akan sikap lelaki itu hari ini.
__ADS_1
Ara, Nita dan juga Andre berbincang bincang di sana dan nampak nya mereka menikmati obrolan mereka. "Ara" sapa Ardila kepada Ara. Ara dan yang lain nya pun menoleh ke Ardila dan juga Said yang datang bersama dengan Vino dan Erina dan juga baby Naila anak Erina dan Vino.
"Naila" ucap Ara dan langsung berlalu ke dekat Naila yang sedang di gendong oleh Erina dan mengambil alih bayi itu dari Erina. Ardila masih menatap Ara yang sama sekali tidak memberi sapaan dan membalas sapaan nya itu.
"Apa dia masih marah dengan ku?" guman Ardila yang merasa jika Ara masih marah terhadap nya akan masalah masa lalu Ardila yang tidak pernah menemani Ara sejak dulu.
"Dimana Nathan?" tanya Vino kepada Ara.
"Di atas" jawab Ara dengan menggendong Naila.
"Nak" panggil Ardila lagi yang mencoba membuat Ara memperhatikan nya. Ara menoleh ke arah Ardila.
"Iya tante" jawab Ara dengan manatap Ardila dengan senyum yang mengembang.
"Kenapa kamu memanggil ibu tante sayang?" tanya Ardila dengan menatap lekat Ara. Hanya beberapa hal yang ia lupa saat dia despresi dan saat dia sudah sembuh pun dia juga tidak terlalu memperdulikan ucapan orang dan lebih pokus ke Rizal dan keluarga nya.
"Hah?" ucap Ara dan mencoba mengingat apa yang pernah terjadi dan kenapa Ardila ibu tiri Vino menanyakan kenapa dia memanggil nya tante.
"Ah, Maaf, Ibu maksud Ara" jawab Ara yang baru teringat akan apa yang di katakan oleh Ardila sewaktu itu. Ardila tersenyum mendengar Ara yang memanggil nya ibu dan Ara pun ikut tersenyum saat melihat senyum Ara.
"Sayang aku ke kamar" pamit Vino kepada Erina.
"Aku ikut" jawab Erina dan mengikuti suami nya itu karna mereka juga sudah lama tidak menghabiskan waktu berdua dan selalu di risau oleh anak mereka itu.
"Mamma" ucap Naila saat melihat Erina berlalu.
"Hey, Jangan menangis, Mama dan papa mu memerlukan waktu berdua, Kamu bersama dengan tante saja ya" ucap Ara yang mencoba membujuk Naila yang sedang menangis itu sampai Naila tenang.
__ADS_1
"Andai saja itu anak nya" guman Andre saat melihat Ara yang sangat akrab dengan Naila.
"Bunda, Ibu, Ayah, Om, Ara ke atas dulu" pamit Ara kepada seluruh orang yang ada di sana. Semua nya menoleh ke arah nya dan mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar.