
Nathan menghampirinya. Nathan menatap wajah sembab dan memerah itu dan dia mengusap lembut wajah itu. "Maafin aku" ucap Nathan dan ingin mencium pucuk kepala sang istri tapi Ara mengalihkan posisi tidurnya dan membelakangi Nathan.
Ara sebenarnya belum tertidur karna dia ingat akan perlakuan sang suami yang membentaknya tadi. "Hey" panggil Nathan lembut dan memeluk erat sang istri dari belakang. Ara tidak menjawabnya dan dia kembali mencoba memejamkan mata nya.
Nathan bisa merasakan getaran tubuh sang istri yang ada di dalam dekapannya itu. "Lepasin aku" ucap Ara dan ingin berdiri karna dia baru ingat akan album yang ia bawa tadi.
"Maafin aku sayang" bisik Nathan kembali mendekap sang istri.
Hari sudah hujan dan di iringi dengan kilat. Ara tidak menjawab perkataan sang suami dan menepis kasar tangan sang suami dan langsung berlalu.
"Nak" panggil Andre saat melihat Ara turun dari kamar.
"Ayah mana album yang di lempar Nathan tadi?" tanya Ara yang terdengar oleh Nathan yang beru saja keluar dari kamar karna dia menyusul sang istri.
"Sudah aku buang" jawab Nathan yang turun dari tangga. hati Ara hancur saat mendengar itu karna semua poto keluarganya ada di dalam sana.
Ara langsung keluar tanpa memperdulikan orang lain dan cuaca yang sedang hujan karna itu lebih penting dari apapun sekarang. "Hey kamu mau kemana?" teriak Nathan saat melihat sang istri berlari keluar.
"Auuu" rengek Ara karna dia terjatuh akibat licin dan dia tidak mengenakan alas kaki dan tanpa payung. Nathan kembali hawatir dan dengan segera mengambil payung dan menyusul sang istri.
__ADS_1
Ara kembali berdiri dan secepat mungkin dia menuju ke dekat tong sampah yang ada di depan pagar. Ara mengorek ngorek tong sampah itu dengan air mata yang menetes. Kecewa,,,,sakit sekali rasa hatinya sekarang.
"Kamu nyari apa?" teriak Nathan heran karna hujan sangat deras. Ara tidak menjawabnya dan dia terus saja mencari cari keberadaan albumnya itu.
Sudah 5 menit Ara mencari cari album itu akhirnya dia mendapatkannya. Ara langsung memeluk album itu dengan senyum yang mengembang dan langsung berduduk di dekat tong itu.
Nathan sedari tadi melindungi sang istri supaya tidak terkena hujan tapi hasilnya nihil sang istri tetap basah kuyup. Air mata Ara kembali menetes dan dia ingin berlalu meninggalkan rumah itu tapi dengan segera Nathan menarik tangan sang istri.
"Kamu mau kemana?" tanya Nathan. Ara melindungi album kesayangannya itu di balik mantel yang ia gunakan supaya tidak basah.
"Lepasin aku" ucap Nathan dengan bibir bergetar akibat kedinginan dan air mata yang menetes deras tanpa di ketahui oleh sang suami.
"Sayang?" panggil Nathan dan menatap wajah sang istri yang sangat pucat itu dan mata wanita itu terpejam.
Nathan langsung menggendong tubuh sang istri ala bridal stile dan langsung membawanya masuk ke dalam rumah. Tangan Ara masih menggenggam erat album itu tanpa melepaskannya.
"Kenapa Ara nak?" tanya Nita kembali hawatir.
"Panggil dokter" teriak Nathan dan langsung membawa istrinya ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuh sang istri di atas ranjang.
__ADS_1
Nathan melepaskan mantel yang di kenakan oleh sang istri dan dia ingin melepaskan album yang di pegang oleh sang istri tapi itu tidak bisa. Nathan heran karna album itu tidak mau terlepas.
Nathan berusaha melepaskan album itu dengan sangat lembut dan akhirnya album itu terlepas. Dokter pribadi keluarga pernandess sudah datang dan dia dokter Tama.
Nathan meletakkan album tadi di atas lemari kecil di samping ranjang yang ada di dalam kamar nya dan kembali menatap sang istri yang sangat terlihat pucat itu.
"Suhu tubuh nona sangat tinggi tuan dan nona sepertinya belum makan sedari kemarin" ucap Tama.
"Dia tidak apa apa kan?" tanya Nathan.
"Nona hanya demam biasa tuan" jawab Tama. Nathan tidak menjawabnya dan memilih menatap lekat sang istri dan semua orang yang ada di sana melihat jelas penyesalan Nathan yang telah memarahi sang istri.
Dokter Tama memberikan obat kepada Nita karna Nathan tidak memperdulikannya. Setelah itu semua orang keluar dari dalam kamar Nathan. Nathan nampam menyesal karna terlalu emosi terhadap sang istri.
Nathan mengambil album yang ia buang tadi karna penasaran akan apa yang ada di dalam album itu. Mata Nathan membulat sempurna saat melihat isi album itu dan ternyata album itu berisi poto sang istri bersama kedua orang tuanya dan ada potonya juga di dalam sana.
"Nathan kamu kenapa membuangnya tadi" ucap Nathan sangat menyesal dan memukul pelan kepalanya.
"Berarti dia dari rumah kakek?" guman Nathan menatap lekat wajah sang istri yang sangat pucat itu.
__ADS_1