Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 13 #3


__ADS_3

"Ne..." ucap Ara yang terpotong dan terurung niat nya ingin mengetuk pintu karna nek Saidah sudah membuka pintu.


"Ara?" ucap nek Saidah yang kaget saat melihat Ara ada di hadapan nya. Ara tersenyum menatap nek Saidah dengan senyum tulus nya.


"Iya, Ini Ara" jawab Ara dengan senyum yang melebar menatap nek Saidah.


"Ya allah nak nenek sangat merindukan mu" ucap Saidah dan langsung memeluk erat tubuh mungil Ara.


"Ara juga merindukan nenek" jawab Ara dan membalas pelukan dari nek Saidah.


"Ayo masuk" ajak nek Saidah kepada Ara, Ara mengiyakan nya dan mengikuti nek Saidah masuk ke dalam rumah dengan membawa koper nya.


"Nenek tinggal sendiri di rumah ini?" tanya Ara kepada nek Saidah.


"Tidak, Nenek tinggal bersama cucu" jawa nek Saidah.


"Di mana dia?" tanya Ara karna tidak melihat siapapun di rumah itu.


"Dia masih tidur" jawab nek Saidah karna hari masih sangat larut. Ara menoleh ke arah jam yang ada di dinding rumah itu dan melihat jam hampir menunjuk pukul satu pagi.


"Ah iya ini memang masih sangat pagi" ucap Ara yang tersadar dan melebar kan senyuman nya kepada nek Saidah.


"Yasudah ayo kita istirahat dulu, Ini masih waktu nya untuk beristirahat" ajak nek Saidah kepada Ara.


"Istirahat di kamar nenek saja, Besok baru pindah ke atas" ucap nek Saidah kepada Ara, Ara mengangguk mengiyakan nya dan membawa koper milik nya masuk ke dalam kamar nek Saidah.

__ADS_1


Di rumah Nathan.


Nathan yang tertidur lelap pun meraba raba tempat tidur sang istri, Dahi nya mengerut saat tidak merasakan Apa apa dan diapun langsung membuka mata nya dan sudah tidak melihat istri nya. "Di mana Ara?" guman Nathan yang tidak melihat sang istri di dalam kamar nya itu. Nathan kembali berbaring sempurna dan kembali tertidur akibat sangat mengantuk.


Keesokan pagi nya.


Nathan terbangun tepat jam tujuh pagi, Dia kembali meraba tempat tidur sang istri tapi dia tetap tidak menemukan istri nya. Nathan langsung membuka mata nya lebar lebar dan sempurna. "Di mana istri ku?" ucap Nathan yang tidak menemui istri nya di atas ranjang. Nathan menatap tubuh nya yang masih mengenakan baju kerja kemarin dan setelah itu dia menoleh ke kamar mandi.


Nathan langsung turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi dan membuka nya untuk mencari keberadaan sang istri tapi dia sama sekali tidak menemukan nya. "Di mana wanita itu?" ucap Nathan lagi dan langsung berlalu keluar dari kamar nya.


Nathan langsung menuruni anak tangga untuk mencari istri nya. "Nathan kau sudah ingin berangkat bekerja?" tanya Nita kepada Nathan yang melihat Nathan turun dari kamar dengan menggunakan pakaian kerja.


"Di mana Ara bunda?" tanya Nathan kepada Nita karna dia tidak menemukan istri nya.


"Bukan nya dia masih di atas?" tanya Nita balik kepada Nathan karna dia tidak menemukan Ara pagi ini.


"Sayang" panggil Nathan saat sudah masuk ke dalam kamar nya tapi tidak ada sautan. Nathan kembali melanjutkan langkah kaki nya dan menuju ke ruang ganti.


"Tidak ada siapa siapa" ucap Nathan yang masih belum menemui istri nya itu. Nathan menatap lekat ruang ganti itu dan seperti ada yang hilang di sana. Mata Nathan membulat saat sudah memperhatikan seluruh isi ruang ganti itu dan dia tidak menemukan koper milik sang istri. Nathan langsung berlari dan langsung membuka lemari pakaian nya dan juga sang istri.


"Masih ada" guman Nathan yang tidak melihat satupun baju yang di dalam itu berkurang.


"Baju miliknya" ucap Nathan lagi dan langsung membuka lemari sebelah yang memang milik sang istri.


"Hah?" ucap Nathan dengan mata membulat saat tidak menemukan satupun pakaian sang istri di dalam lemari itu.

__ADS_1


Nathan menyapu seluruh sudut ruangan kamar nya itu dan mata nya terhenti ke meja rias. "Tidak mungkin, Dia sudah berjanji tidak akan meninggalkan ku" ucap Nathan saat dia melihat cincin yang ada di atas kertas yang ada di atas meja rias. Nathan berjalan mendekat ke arah meja rias itu dan mengambil cincin dan kertas itu.


"Maaf karna aku meninggal kan mu" isi pesan singkat yang di tulis oleh Ara untuk sang suami. Nathan menggenggam cincin milik sang istri itu dan juga surat tadi.


"Tidak mungkin dia meninggalkan ku" ucap Nathan dan langsung terduduk di kursi meja rias itu.


"Dia sudah berjanji tidak akan meninggalakanku" ucap Nathan kembali dengan ekspresi wajah biasa saja.


"Tidak" ucap Nathan lagi dan langsung mengambil ponsel nya yang ada di dalam saku celana nya dan langsung menghubungi sang istri, Nomor Ara tidak aktif tapi Nathan tidak menyerah, Dia mengirimkan pesan dan kembali mencoba menelpon wanita nya itu lagi.


"*Aku mohon pulanglah"


"Kau di mana sayang?"


"Kembalilah*" isi pesan yang di kirimkan oleh Nathan kepada sang istri, Tidak ada tanda jika pesan itu masuk kepada ponsel sang istri dan dia kembali mencoba menghungi sang istri tapi hasil nya sama nomor itu tetap saja tidak aktif.


Nathan langsung keluar dari kamar nya dan menuju ke lantai atas ke ruangan cctv di lantai empat, Nathan langsung masuk dengan membanting pintu itu dan membuat Nita yang ada di dapur lantai dua kaget mendengar itu. "Siapa di atas?" tanya Andre saat tidak bisa melihat dan hanya mendengar pintu yang di banting.


Nathan langsung mengotak atik cctv itu dan memeriksa seluruh cctv dan rekaman tadi malam dan mencari kemana pergi nya sang istri. "Siapa di atas Vino?" tanya Nita kepada Vino yang baru saja turun bersama Amel.


"Tidak tau bunda" jawab Vino dan menoleh ke atas dan setelah itu melihat pintu kamar Nathan terbuka.


"Apa jangan jangan" ucap Vino yang sudah bisa menebak apa yang terjadi. Vino langsung berlari menuju ke lantai atas dengan menaiki lift supaya lebih cepat.


"Hah" ucap Nathan dengan wajah sedih nya saat melihat sang istri pergi dari rumah dan tidak tau kemana. Vino yang baru sampai di lantai atas pun melihat ruangan cctv terbuka dan dia mendekat ke arah ruangan itu. Nathan menundukkan kepala nya dan langsung menangis dengan menggenggam erat cincin nikah milik sang istri.

__ADS_1


"Astaga ini Benar benar terjadi" guman Vino yang bisa melihat rekaman cctv dari dekat pintu dan melihat Nathan yang nampak sedih dengan kepala menunduk itu.


__ADS_2