
"Pulang sama aku" ucap Nathan sambil menarik tangan istrinya itu.
"Aku masih ada urusan di kampus" jawab Ara dan melepaskan tangan suaminya itu dan berlalu meninggalkannya dan mengikuti teman temannya.
"Hati hati abis dari kampus langsung pulang" teriak Nathan dan untungnya yang mendengar hanyalah Andita yang menunggu Ara. Ara tidak menjawab perkataan suaminya itu dan langsung berlalu bersama dengan Andita yang sedari tadi menunggunya.
"Beruntung ya lo punya Nathan" ucap Andita saat sudah duduk di dalam bis dan dia duduk bersama dengan Ara.
"Beruntung apanya?" tanya Ara bingung.
"Lo gak ngerasa gitu kalo lo beruntung punya dia?" tanya Andita. Ara memilih untuk diam dan melihat lihat isi ponselnya yang terdapat foto sang suami yang membuat dirinya tersenyum sendiri.
"Eh lo kenapa?" tanya Andita yang melihat Ara tersenyum sendiri sambil memandangi ponselnya. Ara menggelengkan kepalanya dan menyimpan ponselnya.
Mereka sudah sampai di kampus dan kembali sebentar ke kelasnya karna ada barang barang mereka yang tertinggal. "Hey" panggil Erina dan langsung memeluk dua sahabatnya itu dan itu membuat Ara sedikit kaget.
"Lo kebiasaan banget sih ngagetin orang" ketus Ara sambil mengelus elus dadanya.
"Maaf...kalian dari mana?" tanya Erina.
"Dari perusahaan laki dia" jawab Andita sedangkan Ara hanya diam.
"Ngapain kesana?" tanya Erina.
"Kita neliti di sana...abis itu besok sampai satu bulan kedepan di toko bunga" jelas Andita senang karna dia menyukai bunga. Ara juga sangat menyukai bunga maka dari itu Nathan meminta kepada pak Tristan mengizinkan mereka meneliti di toko bunga.
"Bukannya kalian arsitek? kok di toko bunga nelitinya?" tanya Erimanbingung.
"Gue juga gak tau...kata Nathan sih ini permintaannya pak Tristan" jawab Ara.
__ADS_1
"Lo tau dari mana?" tanya Andita.
"Tadi dia bilang sama gue" jawab Ara dan langsung berlalu meninggalkan kedua sahabatnya itu.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil dengan Ara yang duduk pling belakang dan Andita mengemudi dan Erina duduk di samping kemudi. Di dalam mobil Ara tak henti hentinya menatap poto sang suami yang tengah tertawa dan mengupil itu dan sungguh itu sangat lucu dan menggemaskan baginya.
Ara mengedit poto itu dengan banyaknya poto orang orang dan ada juga pemandangan dan dia meletakkan poto pemandangan paling tengah dan poto Nathan yang sedang mengupil dan tertawa itu paling atas. Setelah itu dia menyetel poto itu menjadi walpaper ponselnya karna memang cinta untuk Nathan sudah tumbuh di hatinya seiring berjalannya waktu.
Setelah sampai di apartemen Ara dan kedua sahabatnya itu langsung masuk ke dalam apartemen masing masing. Erina dan Vino di apartemen yang dulu di tempati oleh pak Soni dan istri dan Andita dia satu apartemen dengan Azlan tapi mereka beda kamar dan pak Soni dan istrinya tinggal di apartemen yang di tempati oleh bi Ria dan itu Ara yang mengatur semuanya.
"Assalamualaikum" ucap Ara saat masuk ke dalam apartemen itu tapi dia belum mendapati suaminya.
"Nat" panggil Ara tapi tidak ada jawaban. Arapun masuk ke dalam kamar suaminya itu.
"Dimana dia?" guman Ara yang tidak menemukan suaminya. Ara mengambil ponselnya yang terletak di sakunya itu.
"Aku masih di kantor" balas Nathan.
"Makan di rumah?" tanya Ara lagi.
"Iya sebelum makan malam aku udah pulang" balas Nathan.
"Aku menunggumu" ucap Ara dan mencium poto sang suami yang menjadi lookscreen ponselnya itu.
Ara langsung masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan tubuhnya setelah selesai mandi dia melaksanakan sholat magrib terlebih dahulu karna waktu magrib hampir habis.
Setelah selesai melaksanakan sholat Ara langsung masuk ke dalam dapur dia mengikat rambutnya itu dan mengenakan celemek dan mulai memasak makanan untuknya dan juga suaminya makan malam ini.
Setelah selesai masak Ara langsung meletakkan makanan makanan itu ke atas meja. "Udah" ucap Ara dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
Ara melepaskan celemek yang ia gunakan itu tanpa melepaskan ikat rambutnya dan memilih menunggu suaminya itu di meja makan itu.
Sedari tadi Ara mengawasi pintu apartemen itu tapi suaminya tak kunjung datang. 22:12 jam sudah melewati makan malam dan suaminya tak kunjung pulang hingga akhirnya Ara tertidur di meja makan itu karna terlalu lama menunggu suaminya di tambah lagi dia kelelahan akibat perjalanan hari ini.
00:00 Nathan baru saja pulang dan saat dia masuk ke dalam apartemen lampu lampu apartemen itu tidak ada satupun yang mati dan pintu kamar istrinya terbuka dan lampu di dalam juga masih menyala.
Nathan masuk ke dalam kamar istrinya itu dan dia tidak mendapati sang istri di dalam itu. Dia mencari cari istrinya itu dan ternyata istrinya itu tertidur di dapur.
"Dia nungguin aku?" guman Nathan dengan senyum yang mengembang saat melihat istri kecilnya itu terlelap di meja makan dan melihat makanan yang sudah bayak di atas meja makan itu.
"Ara" panggil Nathan sambil membelai lembut wajah istrinya itu.
"Hmmm" Ara terbangun dan melihat suaminya yang sudah pulang dari kerja itu.
"Kamu udah pulang?" tanya Ara dan mencium aroma wanita di tubuh suaminya itu.
"Kenapa?" tanya Nathan melihat istrinya itu mencium cium bau tubuhnya.
"Kamu dari mana?" tanya Ara dengan mata yang sedikit tak nampak karna baru sadar dari tidur.
"Dari kantor...ini baru aja pulang" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya. Tapi Ara menatap tajam ke arahnya karna dia yakin pasti Nathan menyembunyikan sesuatu darinya.
"Makan dulu aku udah masak untuk kamu" ucap Ara dan langsung berdiri.
"Temenin aku" ucap Nathan.
"Aku ngantuk" jawab Ara dan langsung berlalu.
"kenapa lagi denga dia?" guman Nathan bingung dan memilih untuk menyimpan makanan itu di dalam kulkas dan masuk ke dalam kamarnya dm langsung tertidur.
__ADS_1