
Ara kembali merebahkan tubuhnya dengan posisi tengkurap dan menatap lekat wajah suaminya itu yang sedang bekerja. "Ponsel aku mana?" tanya Nathan tanpa menoleh ke arah istrinya karna sedari kemarin ponsel miliknya masih dengan istrinya.
Nathan tidak mendapatkan respon dari istrinya itu. Nathan langsung menoleh ke samping dan melihat istri kecilnya itu tengah tertidur dengan wajah yang masih mendongak ke arahnya dan kedua tangannya yang di jadikan bantal.
Senyum di wajah laki laki itu nampak mengembang karna dia merasa istrinya itu memperhatikannya setelah kejadian kemarin. Apa karna benturan batu bata kemarin sifat Ara berubah 180 derajat? mungkin itu yang ada di pikiran Nathan.
Nathan tak ingin mengganggu tidur istrinya itu dan memilih mematikan laptopnya dan ikut merebahkan tubuhnya dan tak lupa pula sebelum itu dia membenarkan posisi tidur istrinya itu. Setelah itu Nathanpun ikut menyusul sang istri ke dalam mimpi.
Keesokan paginya seperti biasa Nathan terlebih dahulu bangun dari wanita yang tidur di sampingnya itu dan setelah itu dia mengambil wudhu dan melaksanakan sholat. Saat keluar dari kamar mandi Nathan berpapasan dengan wanita yang tak lain ialah istrinya sendiri.
"Udah bangun?" tanya Nathan sambil menatap wajah istri nya itu yang nampak masih mengantuk.
"Minggir gue mau wudhu" ketus Ara dan mendorong suaminya itu karna memang dia ingin sholat subuh. Nathan hanya menggelengkan kepalanya melihat istrinya itu.
"Tungguin gue" teriak Ara yang masih berada di dalam kamar mandi.
"Tungguin kemana?" tanya Nathan.
"Gue mau ikut sholat sama lo" teriak Ara kembali. Nathan tidak menjawabnya dan memilih untuk menunggu istrinya di atas sofa dengan pakaian sholat yang lengkap.
Ara baru saja keluar dari kamar mandi dan langsung menatap suaminya yang nampak sangat tampan mengenakan baju koko dan juga kain sarung di tambah lagi dia menggunakan peci. Mata Ara tak henti hentinya menatap suaminya itu sampai sampai tak berkedip.
"Hey" panggil Nathan yang membuat Ara langsung tersadar.
"Hmmm" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Ayo cepetan nanti waktu subuh nya abis" ucap Nathan. Ara bergergas mengambil mukenah miliknya yang ada di ruang ganti.
"Sholat di mana?" tanya Ara saat keluar dari ruang ganti.
__ADS_1
"Mushola bawah" jawab Nathan. Ara tidak menjawabnya dan langsung mengikuti sang suami dari belakang. Setelah sampai mereka berduapun langsung melaksanakan sholat hanya berdua dengan Nathan yang menjadi imam dan Ara menjadi makmum.
Setelah selesai sholat Ara menyalami tangan suaminya itu karna memang kebiasaan Ara saat setelah sholat memang seperti itu. Nathan yang malihat Ara mencium tangannya kaget tapi hatinya sangat senang melihat istrinya berubah.
Setelah selesai mereka berduapun kembali ke kamar untuk meletakkan alat sholat mereka. "Lo mau kemana?" tanya Ara yang melihat Nathan menggunakan pakaian olahraga.
"Mau lari bentar" jawab Nathan sambil mengenakan sepatu.
"Ikut" ucap Ara. Nathan menoleh ke arahnya dengan tatapan bingung.
"Boleh?" tanya Ara menatap suaminya itu karna suaminya tidak menjawab perkataannya.
"Boleh" jawab Nathan ambil melebarkan senyumannya. Ara langsung masuk ke ruang ganti dengan semangat dan mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga sedangkan Nathan menunggunya di kursi sofa.
Ara sudah keluar dari ruang ganti dengan menggunakan tangtop dan jaket yang tak di kancing yang menutupi tubuhnya dan celana leging dan rambut yang di ikat bulat di kanan dan di kiri dengan poni yang ia gunakan sungguh nampak seperti anak anak dan sangat menggemaskan.
"Mau ngapain?" tanya Ara dan sedikit mendorong tubuh suaminya itu tapi Nathan tak beranjak dari tempat itu.
Nathan tidak menjawab perkataan istrinya itu dan mendekatkan kepalanya sangat dekat dengan Ara. mata Ara membulat takut melihat suaminya itu.
Srekkkk
Nathan menaikkan kancing jaket istrinya itu sampai di leher. Ara mengehelakan nafas lega karna Nathan tidak ingin macam macam.
Nathan mendengar dengusan nafas istrinya itu dan nafas istrinya itu sangat terasa di lehernya dan dia merasa jika Ara menggodanya.
"Kamu nyoba ngegoda aku?" tanya Nathan dengan wajah yang masih sangat dekat dengan istrinya. Ara menatap bingung akan suaminya itu.
"Siapa juga yang mau godain lo" ketus Ara dan mendorong tubuh suaminya itu dan ingin berlalu tapi Nathan dengan segera menarik tangan istrinya itu dan menempelkan istrinya itu ke dinding.
__ADS_1
"Klo kamu gak godain aku terus tadi kenapa jaket kamu gak di kancing?" tanya Nathan sambil menatap ke arah dada Ara. Ara merasa ngeri dan takut dengan tatapan suaminya itu.
"Gue kok takut sih? kan gue gak pernah takut sama orang" guman Ara dan langsung menegapkan tubuhnya kembali.
"Belum di kancing makanya kebuka....minggir" ketus Ara dan mendorong tubuh suaminya itu dan berhasil karna Nathan juga tidak menahannya.
Ara langsung keluar dari kamar itu dan menuruni anak tangga. "Pagi bunda..ayah" sapa Ara saat berada di dekat tangga paling bawah.
"Anak bunda udah bangun" ucap Nita. Ara hanya membalasnya dengan senyuman.
"Mau kemana nak?" tanya Andre kepada Ara.
"Mau olahraga yah sama Nathan" jawab Ara sambil menatap suaminya yang tengah berjalan menuju ke arahnya.
"Bunda seneng deh liat kalian akrab gini" ucap Nita dan menyibak nyibak poni menantunya itu. Ara hanya membalasnya dengan senyuman.
"Yaudah bun kita berangkat ya assalamualaikum" ucap Nathan dan langsung berlalu. Ara hanya mengikutinya dari belakang.
Mereka berdua sudah di luar pekarangan rumah itu tapi masih di dalam komplek perumahan itu. Nathan berlari santai diikuti oleh istrinya dari belakang yang nampak sangat semangat.
Ara behenti sambil melebarkan senyumannya dan menghirup udara pagi itu yang nampak sangat segar dan memejamkan matanya. Nathan yang melihat istrinya itu berhenti dan memejamkan mata langsung berdiri di depan istrinya itu dan sedikit berjongkok.
"Aaaa" kaget Nathan saat Ara membuka matanya. Ara sangat terkejut akan itu dan memukul suaminya itu menggunakan handuk kecil sedangkan Nathan hanya tersenyum melihat istrinya yang kaget itu.
"Udah ah capek ngejer lo" ucap Ara dan langsung duduk di aspal di bawah pohon. Nathan pun ikut mendudukkan tubuhnya di samping istrinya itu.
"Namanya juga olahraga" jawab Nathan dan mengelap air peluh yang menempel di wajah dan di dahi istrinya itu. Ara tersentak kaget akan perlakuan suaminya itu yang sangat memperhatikannya.
Jantung Ara berdetak lebih cepat dari biasanya saat Nathan mengusap lembut wajahnya meskipun menggunakan handuk. Ara dengan segera memegang dadanya untuk menghentikan detakan jantungnya itu.
__ADS_1