
"Gak kamu makan sendiri aja" jawab nathan datar dan mengalihkan pandangannya ke jalanan. ara yang mendapat jawaban seperti itu langsung menyuapi bakso yang di hadapannya itu ke dalam mulutnya dia mengunya bakso itu dengan sangat lahap mungkin karna tidak makan tadi sebelum berangkat ke rumah sakit.
"Syukur deh kalo gak mau" ucap Ara.
"Kamu ngapain kesini? minta makan?" tanya pedagang bakso itu kepada pemulung anak kecil yang terlihat sangat kelaparan. tapi anak kecil itu tidak menjawab pertanyaan dari pedagang bakso itu. nathan yang tadinya memperhatikan ara sedang makan dengan lahap langsung menoleh ke arah pedagang bakso itu dan juga anak kecil yang di marahin ya begitupun dengan ara yang menghentikan aktivitas makannya
"Pergi sana" bentak pedagang itu lagi yang membuat ara tidak menyukai itu.
"Bapak kenapa bentak dia?" tanya ara dan menghampiri pedagang itu.
"Dia mau minta makan nona makanya saya usir saya takut pelanggan saya akan terganggu" jelas pedagang itu.
"Dia adik saya anda tidak berhak mengusirnya" ucap ara dengan tegas yang membuat pedagang itu sedikit merasa bersalah. nathan yang mengikutinya tadi juga sedikit bingung akan sikap wanita itu kenapa dia bilang gelandangan itu adalah adiknya? mungkin itu yang ada di dalam pikirannya.
"Dia adik anda nona?" tanya pedagang itu kaget dan ara hanya mengagguk mengiyakan pertanyaan dari pedagang itu.
Ara berjongkok di depan anak kecil itu dia menatap seluruh tubuh yang kotor dan juga baju yang lusuh di tubuh anak itu. "Kamu lapar?" tanya ara lembut sambil melebarkan senyumannya. Nathan hanya melihat ara yang sangat merasa akrab dengan anak kecil pikirnya ara adalah anak manja yang suka menghabiskan uang orang tua dan bergaul bebas mungkin karna dia tidak tau jika ara sangat menyukai anak kecil.
Anak itu menggelengkan kepalanya sambil menundukkan pandangnya. Ara yang melihat gelengan itu langsung mengangkat wajah anak laki laki itu yang tampak basah. Dia menghapus air mata yang membasahi pipi anak itu. "Trus kalo kamu gak lapar kamu kenapa?" tanya ara lembut sambil membersihkan wajah anak itu menggunakan tangannya.
"Adik aku belum makan" jawab anak itu dan kembali terisak.
"Hey jangan nangis" ucap nathan yang ikut berjongkok di samping ara. Ara hanya menatap nathan dia mengingat dewa karna dewa sangat menyukai anak kecil dan dia tidak memilih mau itu kumuh kah cacat kah atau lain sebagainya sama seperti nathan.
"Yaudah ayo kita beli makan buat adik kamu" ajak ara dengan meraih tangan anak itu dan berdiri diikuti oleh nathan.
__ADS_1
Ara membayar bakso yang sempat ia makan tadi walaupun hanya sedikit dan dia masih lapar tapi dia tidak bisa membiarkan anak tadi menangis seperti itu dan dia memilih menemani anak itu untuk membeli makanan untuk adiknya.
Setelah selesai ara membayar baksonya dia ingin menyebrang tapi tidak berani. Dia menoleh ke arah nathan berharap nathan ingin membantunya. "Nat" panggil ara dengan wajah melemasnya berharap nathan mengerti.
Nathan yang mengerti akan kode dari ara langsung menarik tangan ara "Ayo" ajak nathan dan ara hanya mengikuti nathan begitupun dengan anak laki laki tadi yang sudah berjalan terlebih dahulu dari mereka.
Setelah sampai di seberang tempat mobil nathan terparkir ara menjongkokkan tubuhnya lagi menghadap ke anak laki laki itu. "Adik kamu suka makan apa? umurnya berapa?" tanya ara lembut yang membuat nathan sedikit tersentuh akan kelembutan bicara ara itu.
"Dia masih kecil kak.....umurnya baru beberapa bulan" jawab anak kecil itu dengan raut wajah yang sedikit sedih.
"Nama kamu siapa?" tanya ara yang tidak mengetahui nama anak itu.
"Nama aku roni kak" jawab anak itu.
"Orang tua roni dimana?" tanya ara sedikit ragu.
"Yaudah ayo kita beli makan buat adik roni" ajak ara dengan semangat dan langsung berdiri.
Dia membalikkan tubuhnya dan hampir tertabrak dengan nathan karna nathan sedari tadi belum pergi meninggalkannya. "Lo ngapain masih disini? bukannya lo kerja?" tanya ara sedikit bingung.
"Biar aku antar kalian" tawar nathan sambil menarik tangan ara tapi ara menolak.
"Gw bisa sendiri....lo pergi kerja aja....ntar lo di marahin sama atasan lo" ucap ara. nathan ingin mengatakan yang sebenarnya tapi dia tidak mau jika orang menyukainya karna harta dan lebih baik dia menyembunyikannya dari ara.
"Aku tadi udah minta izin sama atasan aku.....kamu tau dari mana aku mau kerja?" tanya nathan yang baru sadar.
__ADS_1
"Lo pakai jas....bukannya kalo orang pakai jas mau kerja?" tanya ara. dan nathan hanya mengangguk mengiyakan.
"Yaudah biar aku antar kalian" tawar nathan.
"Gak usah....gw sama roni bisa jalan kaki" tolak ara.
"Tapi..." ucapan nathan terputus ketika ara langsung meninggalkannya yang masih mematung di dekat mobil miliknya itu.
"Aku ikut" ucap nathan yang sudah berdiri di samping ara karna langkah kakinya cukup lebih besar dari langkah kaki kedua orang itu.
Ara tidak menghiraukan perkataan nathan dia hanya memikirkan dari mana dia dapat uang untuk membelikan makanan untuk roni dan rini apakah dia harus menggunakan satu kartu atm miliknya yang selalu diisikan oleh mami dan kakaknya sedangkan papinya memberikan kartu kredit unlimited kepadanya.
"Gapapa deh gw pake aja" guman ara sambil melebarkan senyumannya dan bersemangat berjalan mengikuti roni.
Dany memotret poto ara dan juga nathan yang sedang bersama anak kecil sungguh seperti kelurga kecil yang sangat bahagia pikirnya. Dia mengirimkan poto itu kepada nita.
"Dany sand photo" suara notifikasi ponsel milik nita kembali berbunyi.
Dia tersenyum melihat nathan dan ara sangat dekat seperti itu dia sangat bahagia melihat itu tapi dia juga bingung saat dia melihat jika ada anak kecil di antara mereka dan tangan anak kecil itu di gandeng oleh ara dan nathan.
"Anak kecil itu siapa?" tanya nita kepada dany.
"Tadi yang sempat saya lihat anak kecil itu berdiri di dekat pedagang bakso seperti sedang meminta makan nyonya....dan pedagang itu marah marah dan non ara menghampiri anak dan pedagang itu di ikuti oleh den nathan.....dan setelah itu mereka bertiga berjalan mungkin menuju ke sebuah mini market nyonya" Jelas dany panjang lebar dalam pesan yang dikirmnya kepada nita.
"Kamu awasi terus mereka jangan sampai kehilangan jejak....kamu mengerti" balas nita. hati nita hari itu sangat bahagia melihat anam dan calon menantunya bisa sedekat itu di tambah lagi ada anak kecil di tengah mereka sungguh seperti keluarga kecil yang sangat bahagia.
__ADS_1
Dany kembali mengawasi ara nathan dan juga anak kecil itu. Benar seperti dugaannya ara nathan dan anam kecil itu pergi ke mini market.
"Berenti kak" ucap roni dan ara pun berhenti begitupun dengan nathan.