Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Senyuman dan mata sipitnya


__ADS_3

"Yaudah hati hati" ucap Kya. Erina dan Andita pun langsung masuk ke dalm mobil setelah menyalami punggung tangan Kya dan Rizal.


Arapun langsung masuk bersama Kya dan juga Rafael sedangkan Rizal masih memasukkan mobil ke dalam kawasan rumah itu.


"Momy...momy tau gak tadi Ael main sama uncle" ucap Rafael yang berada di dalam pelukan Kya.


"Uncle siapa sayang?" tanya Kya.


"Uncle Nathan...tadi pagi Ael makan disana abis itu Ael juga mandi di sana sama uncle" jelas Rafael seperti anak kecil pada umumnya. Kya sedikit bingung akan anaknya itu karna setaunya panggilan uncle tertuju pada Dewa.


"Dimana rumah uncle itu sayang?" tanya Kya kepada Rafael dan langsung mendudukkan tubuh mereka di kursi tapi tidak dengan Ara yang berpamitan untuk kembali ke kamar.


"Rumah uncle itu di sana" ucap Rafael sambil menunjuk ke arah kanan.


"Kamu kenapa panggil dia uncle?" tanya Kya kembali.


"Dia unclenya Ael" jawab Rafael.


"Hey lagi ngomong apa sama momy hah" ucap Rizal yang baru saja sampai di dekat anak dan istrinya itu.


"Tadi Ael main sama uncle" jawab Rafael.


"Uncle yang malam itu?" tanya Rizal. Rafael mengangguk mengiyakannya.


"Onty kamu mana?" tanya Rizal.


"Onty ke kamar" jawab Rafael.


"Yaudah ayo kita istirahat juga" ajak Rizal karna memang hari sudah mulai malam.


****


Di kediaman Adijaya Nathan baru saja selesai membersihkan tubuhnya. Dia mendudukkan tubuhnya di tepi kasur kamarnya dia mengambil ponselnya yang ada di atas nakas samping tempat tidur itu.


Dia membuka ponselnya itu dan saat dia membukanya terlihat poto dirinya yang sedang menggendong Rafael dan Ara yang sedang tersenyum lebar. Senyumnya mengembang saat melihat itu dia sangat senang melihat poto itu dan akhirnya dia mengubah walpaper ponselnya itu dengan poto itu.


"Apa gue beneran suka ya sama dia" guman Nathan sambil melihat walpaper ponselnya itu yang sudah dia ubah dengan potonya dan juga Ara dengan Rafael.


"Apa gue harus bantu dia buat cari ayah kandungnya?" guman Nathan lagi dan menatap sedih ke layar ponselnya itu.


Dia langsung duduk dan mengenakan bajunya dan langsung menelpon salah satu pegawainya.

__ADS_1


"Halo" ucap Nathan saat panggilan itu sudah tersambung.


"Halo pak" ucap Agam saat mendengar suara bosnya itu.


"Kamu tolong carikan info tentang Zidan kakak dari pak Teo wijaya nanti jika ada perkembangan kabari saya" perintah Nathan tegas.


"Baik pak" jawab Agam tegas. Nathan langsung mematikan ponsel miliknya itu dan kembali merebahkan tubuhnya.


"Huh" Nathan mendengus panjang dengan meletakkan salah satu tangannya di atas dahinya. Nathan kembali menatap walpaper ponselnya itu dia menatap lekat wajah wanita yang ada di layar ponselnya itu sambil melebarkan senyumannya sampai sampai dia tertidur dengan ponsel di letakkan di atas dadanya.


Keesokan paginya Nathan masih terlihat tertidur karna mungkin masih mengantuk dan untungnya hari ini adalah hari minggu. "Nat" panggil Vino di balik pintu. Nathan tidak menjawab maupun bangun dari tidurnya.


Cklekk


Vino langsung membuka pintu kamar Nathan karna dia tidak mendapatkan jawab dari dalam. "Masih tidur pantesan gak jawab" ucap Vino berdiri di sampingnya sambil menggelengkan kepalanya.


Mata Vino teralih dengan ponsel yang ada di dalam genggaman Nathan karna setaunya Nathan tidak ernah tertidur dengan memegang ponsel. Vino mengambil ponsel milik Nathan itu dan berniat untuk melihat apa yanga da di dalam ponsel itu sampai samai Nathan tertidur dengan membawa ponsel.


"Hah" ucap Vino kaget dengan mulut yang membulat karna melihat walpaper ponsel milik Nathan. Vino segera menutup mulutnya menggunakan tangannya.


"Dia beneran suka sama Ara sampai sampai lookscreen nya poto Ara sama dia" guman Vino sambil menatap lekat ke layar ponsel milik saudaranya itu.


"Tapi kalo diliat liat gue kayak gak asing gitu sama wajah Ara" guman Vino kembali menatap lekat poto Ara.


Nathan terbangun dari tidurnya dan dia melihat Vino sedang melihat lihat ponsel miliknya. "Gak sopan banget" ketus Nathan dan langsung mengambil ponsel miliknya di tangan Vino.


"Lo suka kan sama Ara?" tanya Vino dengan nada meledek Nathan. Nathan tidak menjawab perkataan Vino dia kembali menatap layar ponsel miliknya itu.


"Eh Nat coba lo perhatiin wajah Ara kayak gak asing menurut gue" ucap Vino kepada Nathan. Nathan menatap lekat poto Ara memang wajah dan senyuman itu tidak asing di matanya.


"Emang lo pernah ketemu sama dia sebelumnya?" tanya Nathan kepada Vino.


"Gak tau juga sih tapi kalo di liat liat dengan jelas wajah Ara kayaknya familiar banget gak asing gitu" jelas Vino.


"Iya juga sih..mata sipitnya" ucap Nathan seperti berfikir fikir.


"Iya kan gak asing?" tanya Vino kembali. Nathan hanya menganggukkan kepalanya karna memang menurutnya wajah Ara itu tidak terlalu asing dimatanya.


"Disini kalian" ucap Nita yang baru saja masuk ke dalam kamar Nathan. Nathan dan Vino mengalihkan pandangan mereka ke arah Nita.


Nathan dengan segera meletakkan ponsel miliknya ke atas meja dan mengecasnya.

__ADS_1


"Kenapa bunda?" tanya Vino sedangkan Nathan masih sibuk mengecas ponsel miliknya.


"Kalian hak makan?" tanya Nita karna memang dia menunggu kedua anaknya itu.


"Nathan baru aja bangun bun tadi Vino kesini buat bangunin dia" jelas Vino.


"Yaudah ayo kita sarapan di bawah" ajak Nita kepada kedua anaknya itu sambil melebarkan senyumannya.


"Duluan aja ntar Nathan nyusul" jawab Nathan. Nita dan Vino pun langsung keluar dari kamar Nathan dan menuju ke meja makan di meja makan sudah ada Andre yang menunggu mereka.


"Nathan mana bun?" tanya Andre karna dia tidak melihat Nathan.


"Dia bilang nanti nyusul nya yah" jawab Nita dan langsung duduk di kursi sebelah Andre karna tadi dia sudah menyiapkan makanan untuk masing masing.


Di dalam kamar Nathan masih duduk melamun memperhatikan wajah Ara yanga da di dalam poto karna memang dia merasa tak asing akan wajah dan senyuman itu.


"Siapa dia yah? pernah ketemu dimana selain sekarang?" tanya Nathan kepada diri sendiri.


"Nanti aja" ucap Nathan dan meletakkan kembali ponsel miliknya dan langsung turun kebawah untuk sarapan tanpa mandi tapi dia sudah mencuci muka dan menggosok gigi.


****


Di tempat Rizal. Ara sedang membantu Kya memasak sarapan pagi untuk mereka berempat. Setelah selesai memasak mereka langsung membawa masakan itu ke meja makan dan di meja makan sudah ada Rafael dan juga Rizal yang menunggu.


"Makanan udah siap" ucap Ara dan memberikan nasi goreng itu kepada masing masing orang karna Kya menyuruh memasukkannya langsung ke dalam piring.


"Mmm" ucap Rafael sambil mencium bau nasi goreng itu sambil memejamkan matanya.


Semua orang yang ada di meja makan itu terkekeh melihat tingkah Rafael yang sangat menggemaskan. "Kayanya sifat Rafael ini sama kayak Ara waktu kecil" ucap Rizal yang menghentikan tawanya.


"Iyalah kan Ara emang lucu dulu waktu kecil" ucap Ara membanggakan diri.


"Ael gak mau di sama samaain sama Onty" ketus Rafael.


"Kenapa?" tanya Ara kepada Rafael.


"Onty kan cewek sedangkan Ael cowok" jawab Rafael sambil mengerucutkan bibirnya.


"Onty juga gak mau di sama samai sma Ael" ketus Ara kembali.


"Ael juga gak mau" jawab Rafael yang tak mau kalah.

__ADS_1


"Hahaha udah udah makan nanti makanannya dingin lagi" ucap Kya yang menghentikan perdebatan mereka berdua. Semua orang di rumah itupun menyantap makanan itu dengan sangat lahap.


__ADS_2