Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Gw apa


__ADS_3

"Kamu kenapa bisa ngelawan kayak gitu sama mereka?" tanya dewa.


"Mereka mau jodohin ara makanya ara ngelawan tadi......ara gak mau di jodohin" ucap ara kembali mengerucutkan bibirnya. dewa sedikit terkekeh ketika melihat kekasihnya itu cemberut.


"Kakak kenapa ketawa?" tanyanya bingung karna dewa menertawakannya.


"Itu kenapa cemberut gitu" ucap dewa menunjuk ke arah bibir ara yang tipis itu dengan terkekeh.


"Ara serius loh kak" ucap ara dan menepis tangan dewa dari wajahnya. dewa kembali terkekeh akan sikap ara yang membuatnya gemas.


"Kamu terima aja perjodohan itu.....kakak yakin orang yang di jodohin sama kamu orang baik" ucap ara sambil melebarkan senyumannya. ara melihat ke arahnya dengan tatapan kesal tanpa menjawab perkataannya.


"Yaudah kakak pamit dulu.....kamu jaga diri baik baik....jangan suka ngebantah.....terima aja perjodohan itu" pamit dewa sambil mencium puncuk kepala ara dan berlalu pergi. Ara yang melihat dewa pergi langsung mengejar.


"Kakak jangan tinggalin ara" ucap ara sambil memegang tangan dewa supaya dewa tidak pergi. tapi dewa tidak menjawab dan menepis lembut tangan ara. Tangis ara pecah saat dewa pergi meninggalkannya.


"Hah" ara terbangun dari tidurnya dengan nafas ngos ngosan nathan yang sedang tidurpun langsung bangun dan di buat kaget akan ara yang tiba tiba bangun dan langsung duduk.


"Lo kenapa?" tanya nathan. ara belum menjawab pertanyaan nathan dia hanya menatap bingung ke arah nathan karna setaunya tidak ada orang di ruangan tersebut kecuali dirinya. Nathan langsung mengambil air yabg tadi sempat ia ambil untuk ara dan dia membantu ara untuk meminum air tersebut. setelah ara selesai meminum minuman itu nathan kembali meletakkan gelas yang masih ada airnya itu kembali ke tempatnya.


"Lo kenapa?" tanya nathan lagi karna dia sudah melihat ara sudah sedikit tenang dan tidak ngos ngosan lagi.


"Lo ngapain di sini?" tanya balik ara.


"Gw....gw" ucap nathan bingung karna dia tidak tau apa alasannya.


"Gw apa?" tanya ara yang melihat nathan berbicara terbata bata.


"Gw tadi niatnya cuma mau liat kalo lo baik baik aja apa gak.....trus gw liat lo sendirian dan gak ada yang nemenin lo....jadi gw nginap disini buat nemenin lo.......lo kenapa ngos ngosan kayak abis di kejar setan?" tanya nathan sedikit ragu.


"Gak gw gapapa" ucap ara. Nathan tidak menjawab perkataan ara dan memilih menyenderkan tubunya di kursi yang ia duduki.

__ADS_1


Ara menatap seisi ruangannya terlihat sudah bersih. bonekanya sudah terletak rapi di atas sofa yang ada di ruangannya itu.


"Siapa yang beresin ruangannya?" tanya ara kepada nathan.


"OB" jawab nathan singkat dengan menguap.


"Lo tidur aja di sofa sana" perintah ara sambil menunjuk ke arah sofa tersebut. nathan pun tidak menjawab dan berjalan menuju sofa dan merebahkan tubuhnya di sana. Ara menatap nathan yang sudah merebahkan tubunya setelah itu ia mencari cari ponselnya.


"Nat lo liat ponsel gw?" tanya ara kepada nathan yang hendak memejamkan matanya krna dia tidak menemukan ponselnya makanya dia menanyakannya kepada nathan.


"Di atas nakas samping lo" ucap nathan tapi matanya masih terpejam. arapun melihat ke arah nakas yang berada di sampingnya itu dia melihat ponselnya tergeletak rapi di atas nakas itu.


Dengan senyuman dia segera menyalakan ponselnya tersebut tapi tidak mau menyala karna kehabisan baterai. "Yah gak ada batre" ucap ara. dia melihat kearah colokan tapi tidak menemukan chenger disana dia pun menoleh ke arah nathan.


"Nat" panggil ara.


"Hemm" jawab nathan dengan mata yang masih terpejam karna dia sangat mengantuk.


"Nat" bentak ara sedikit kesal karna nathan tidak menjawab perkataanya.


"Kenapa?" tanya nathan langsung menoleh ke arah ara.


"Lo punya cas? ponsel gw mati" ucap ara. nathan pun berjalan keluar. ara menatap heran karna nathan ingin meninggalkannya.


"Lo mau kemana?" tanya ara kepada nathan yang menghentikan langkah nathan.


"Bukannya lo nanya cas?" tanya nathan dan ara mengangguk cepat. nathan pun melanjutkan perjalanannya


"Trus lo mau kemana?" tanya ara sedikit takut jika di tinggal sendiri karna itu belum siang.


"Mau ambil cas" teriak nathan yang sudah di luar ruangan itu. ara pun membiarkan nathan mengambil changer diapun menyandarkan tubuhnya ke ranjang yang ia duduki.

__ADS_1


Nathan berjalan menuju mobilnya untuk mengambil cas miliknya yang ada di dalam mobil. setelah sampai di mobil dia langsung membuka pintu mobilnya dan mengambil cas miliknya. dia mengambil cas itu karna dia sadar kalo yang menghabiskan batrai ponsel ara ialah dia. setelah mengambil cas di dalam mobil nathan kembali masuk ke rumah sakit tersebut dan berjalan hendak masuk ke ruangan ara.


Nathan membuka pintu ruangan ara dan masuk ke dalamnya. ara yang mendengar suara pintu terbuka langsung melihat ke arah pintu tersebut. "Nathan" guman ara dalam hati saat melihat nathan masuk ke dalam ruangannya.


"Nih" ucap nathan sambil menyodorkan cas yang sempat ia ambil tadi dari dalam mobilnya. arapun mengambil cas yang di berikan nathan dan mengecas ponselnya yang mati tadi tanpa mengatakan apa apa kepada nathan.


Setelah memberi cas miliknya kepada ara nathan langsung mendudukkan tubuhnya ke atas sofa yang ada di ruangan tersebut. Setelah duduk di sofa tersebut nathan menatap ke arah ara sambil menguap karna kantuknya. Ara yang merasa nathan melihat ke arahnya langsung menoleh melihat nathan.


"Lo kenapa ngeliatin gw gitu? kalo lo mau tidur tidur aja" ucap ara dan kembali fokus ke ponselnya.


"Lo gak laper? ntar gw tidur lo ganggu lagi ntar" ucap nathan.


"Gw gak bakal gangguin lo lagi" ucap ara nathan tidak menyauti perkataan ara.


"Udah tidur aja" ucap ara sedikit kesal karna nathan menatap ke arahnya. nathan pun langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa dan menjadikan boneka milik ara sebagai bantalnya.


Dia menutupkan kepalanya menggunakan penutup kepala yang ada di hodie yang di pakainya itu dan melipat kedua tangannya di atas perut tanpa melepaskan sepatu yang ia kenakan. Nathan sudah terlelap akan tidurnya tapi ara tidak sudah menunjuk pukul 04:00 pagi dia masih tidak ingin tidur dan memilih memainkan ponselnya.


Ara merasa sedikit lapar dan dia memilih untuk keluar sendirian untuk mencari makanan tanpa membangunkan nathan. Ara hendak berjalan menuju ke kantin rumah sakit itu dengan tangan kirinya mendorong tongkat infusnya itu. tiba tiba


Brukkkk..


Seseorang menabraknya dia sedikit kesakitan karna tangan patahnya terselip di dekat perutnya.


"Kamu gapapa?" tanya orang yang menabraknya.


"Auuu" suara yang kesakitan. dia tidak menjawab pertanyaan orang yang menabraknya tersebut.


"Jalan tuh hati hati" bentak ara kepada orang yang menabraknya itu karna dia sangat kesakitan.


"Maap kan saya.......tadi saya buru buru" ucap orang itu lagi. ara yang sedikit kesal langsung mengangkat kepalanya dan melihat orang yang menabraknya itu.

__ADS_1


__ADS_2