
Di bawah.
"Nathan mau kemana?" tanya Liza saat melihat Nathan menggendong Ara dan turun dari kamar Andita.
"Mau pulang tante" jawab Nathan.
"Ara ketiduran?" tanya Liza dengan menyibak rambut yang menutupi wajah cantik Ara itu.
"Iya tante, Ini Nathan mau bawa Ara pulang" jawab Nathan.
"Yaudah hati hati ya nak" ucap Liza. Nathan mengangguk mengiyakan nya dan langsung berlalu dengan masih menggendong sang istri yang masih tertidur itu.
Nathan keluar dari rumah itu dan melihat jika Qori sedang berbicara dengan satpam rumah Andita. Nathan menghampiri Qori. "Pak" sapa Nathan saat sudah sampai tepat di dekat Qori. Qori menoleh ke arah suara begitupun dengan satpam rumah Andita.
"Tuan" sapa balik Qori.
"Nona kenapa tuan?" tanya Qori kepada Nathan saat melihat Nathan menggendong nya.
"Dia ketiduran pak, Ayo kita pulang" ajak Nathan. Qori mengangguk mengiyakan nya dan langsung membuka pintu untuk Nathan. Setelah Nathan masuk dia menutup kembali pintu itu dan masuk ke genah kemudi.
Qori langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang. Sedangkan Nathan dia sedari tadi menatap wajah sang istri yang tengah tertidur di pelukan nya itu.
"Aku mencintai mu" bisik.Nathan dan mencium pucuk kepada sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Pantas saja tuan Rizal tidak mengizin kan saya untuk mengatakan yang sebenar nya" guman Qori yang mendengar bisikan Nathan itu.
__ADS_1
"Saya minta maaf tuan, Tapi saya janji akan menjaga nona dan keluarga" gumn Qori kembali karna dia mempunyai beberapa anak buah dan dia suruh untuk menjaga Rizal dan Kya karna dia yakin jika Teo juga akan mencelakakan Rizal dan Qori sendiri lah yang akan menjaga Ara karna dia yang membunuh kedua orang tua Ara.
Beberapa menit menempuh jalan menuju ke kediaman Adijaya akhir nya mereka pun sampai. Qori turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu untuk Nathan. Setelah pintu terbuka, Nathan langsung turun dengan menggendong sang istri yang tengah tertidur itu.
Saat masuk ke dalam rumah dan menaiki anak tangga nampak semua orang berkumpul di ruang keluarga. "Kenapa Ara nak?" tanya Andre kepada Nathan saat melihat Nathan menggendong Ara dan semua mata menatap ke arah Nathan.
"Dia ketiduran yah" jawab Nathan.
"Yasudah bawa dia ke atas dan kalian istirahat lah" ucap Nita karna dia tau pasti anak nya itu kelelahan begitupun dengan Ara yang pasti sangat kelelahan. Nathan mengiyakan nya dan menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamar nya.
Setelah masuk Nathan kembali menutup pintu kamar nya itu menggunakan kaki nya dan menutup nya dengan sangat pelan karna takut sang istri terbangun. Setelah menutup pintu kamar itu Nathan langsung menuju ke ranjang dan membaringkan tubuh sng istri di atas ranjang.
Setelah membaring tubuh sang istri Nathan langsung masuk ke dalam ruang ganti untuk mengganti pakaian nya dan mengambil pakaian sang istri. Setelah selesai mengganti pakaian dan mengambil pakaian sang istri Nathan kembali keluar kamar dan mendudukkan tubuh nya di samping sang istri.
Nathan menatap lekat wajah wanita yang sedang tertidur sangat lelap itu. Setelah menatap nya dia langsung mengganti pakaian sang istri dengan baju kaos karna Ara tidak memiliki piama untuk tidur karna dia tidak menyukai nya dan Ara lebih menyukai baju kaos di banding baju piama.
Keesokan pagi nya
Ara terbangun terlebih dahulu karna merasa sedikit berat di bahu kanan nya. Ara membuka mata nya dan langsung melihat sang suami yang sedang tidur di bahu nya. Senyum di wajah cantik itu mengembang saat melihat lelaki yang sedang terlelap dengan memeluk nya itu.
Ara mengusap kepala sang suami dengan tangan kiri nya dengan penuh kasih sayang dengan senyum yang selalu mengembang. "Aku mencintai mu" bisik Ara dengan senyum yang mengembang lebar.
Nathan menggeliat karna merasa ada yang menyentuh kepala nya. "Kamu keganggu?" tanya Ara saat melihat sang suami sudah tersadar dari tidur nya.
Nathan membuka mata nya dan mendongakkan kepala nya menatap sang istri yang senyum melihat nya itu. Nathan ikut tersenyum melihat senyum sang istri yang sedang menatap nya itu.
__ADS_1
"Sama sekali enggak" jawab Nathan dan mengusap kepala nya ke leher sang istri dan membuat wanita itu kegelian.
"Jangan kayak gini, Geli" ucap Ara. Nathan kembali mengusap kepala nya itu dan bibir nya mencium buah dada wanita itu.
"Siapa yang ganti baju aku?" tanya Ara kepada Nathan. Nathan menghentikan aksinya dan menatap sang istri.
"Aku" jawab Nathan dengan melebarkan senyuman nya.
"Ooh" jawab Ara singkat dan kembali mengusap kepala sang suami dengan tangan nya.
"Kamu gak mau ngasih upah sama aku?" tanya Nathan dengan menatap lekat sang istri.
"Enggak" jawab Ara santai dan kembali menatap suami nya itu.
"Aku udah menahan nya selama satu minggu ini" goda Nathan dan kembali mengusap kan kepala nya ke dada sang istri.
"Nat lepasin ini sudah pagi" ucap Ara dengan melepaskan kepala suami nya itu dari dada nya dan ingin berdiri tapi dengan segera Nathan menarik tangan sang istri dan berbaring di atas nya.
"Kamu gak kasian sama aku?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri. Ara menggelengkan kepala nya.
Nathan kembali menatap lekat sang istri. "Ada apa?" tanya Ara saat melihat Nathan menatap nya.
"Aku menginginkan nya" jawab Nathan dengan mata sedari tadi menatap bibir cery sang istri.
"Ini sudah pagi Nat" ucap Ara.
__ADS_1
"Kenapa memang nya jika pagi?" tanya Nathan kepada Ara.