Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Perawan


__ADS_3

"Kamu yang duluan cari masalah dengan aku....aku ingetin sama kami jangan berani berani kamu ganggu hidup aku lagi. Mengerti?" jelas Ara berbisik kepada Feli sedangkan Nathan hanya menatapnya karna itu kemauan dari sang istri.


"Jangan peduliin dia ayo kita masuk" ajak Nathan menarik lembut tangan sang istri. Ara dan Nathan langsung berlalu dan masuk ke dalam apartemen mereka.


"Dimana baju baju aku?" tanya Ara saat masuk ke dalam kamar nya tapi tidak menemui barang barangnya.


"Gak tau....tadi malam Andita yang bawa pergi" jawab Nathan dan mendudukkan tubuhnya di atas kursi sofa yang ada di apartemen itu. Ara tidak menjawabnya dan langsung berlalu keluar dari kamar dan apartemen itu dan menuju ke apartemenya.


Ara terlihat membawa dua buah koper yang berisi pakaiannya dan ingin meletakkannya di dalam kamar sebelah kamar Nathan tapi Nathan menghentikannya. "Ada apa?" ketus Ara kesal.


"Tidur di kamar sebelah sama aku" jawab Nathan.


"Aku gak mau" jawab Ara. Nathan tidak menjawabnya dan menyeret koper itu masuk ke dalam kamarnya meskipun Ara sedari tadi menolak dan membantah tapi itu tidak mengurungkan niatnya.


"Kita ini suami istri gak bagus tidur kamar kepisah" jelas Nathan dengan meletakkan dagunya di bahu Ara.


Bulu kuduk Ara merinding. "Minggir" ketus Ara dan mendorong kepala sang suami dari bahunya. Nathan terkekeh dan kembali menarik tangan sang istri.


"Aku mau" bisik Nathan di telinga Ara dengan memegang leher putih sang istri dan menatap lekat mata sang istri.


"Maa....mau apa?" tanya Ara takut. Nathan tidak menjawabnya dan langsung mencium bibir sang istri dan tidak memberikan jeda.


Nathan menggendong tubuh sang istri naik ke atas ranjang dan merekapun melakukan malam panjang itu dengan bercinta.


Keesokan paginya.


Nathan terbangun dan langsung melihat wajah sang istri yang nampak sangat cantik alami tanpa polesan bedak ataupun make up. Nathan mengusap lembut wajah wanita yang sudah menjadi istrinya itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Ara menggeliat saat merasa ada yang menyentuh wajahnya dan membuatnya sedikit kegelian. "Selamat pagi nona" ucap Nathan dan langsung mencium wajah bayi sang istri.

__ADS_1


Ara menatap kesal ke arah sang suami. "Ada apa nona sayang?" tanya Nathan dengan senyum jahilnya.


"Apa kamu?" ketus Ara dan ingin berlalu tapi Nathan dengan segera menahannya.


"Kamu mau kemana?" tanya Nathan dan menenggelamkan kepalanya di tengkuk sang istri.


"Mau mandi" ketus Ara dan menyingkirkan tangan sang suami yang ada di pinggangnya itu. Ara langsung duduk dan ingin berdiri.


"Aaauuu" rengek Ara karna merasakan sakit di pangkal pahanya. Nathan langsung bangkit dari tidurnya dan memeriksa keadaan sang istri.


"Kenapa?" tanya Nathan yang nampak hawatir akan sang istri.


"Pangkal paha aku nyeri" jawab Ara. Nathan hanya melebarkan senyumannya dan itu membuat Ara kesal.


"Kamu kenapa malah ketawa hah?" ketus Ara dan menatap kesal sang istri. Bukannya di bantu sang suami malah tersenyum.


"Ini semua salah kamu aku jadi sakit kayak gini" ketus Ara.


"Makasih udah ngejagain buat aku..aku mencintai mu" guman Nathan dan langsung menggendong sang istri karna dia tidak terlalu berani menyampaikan apa isi hatinya itu secara langsung.


"Hey kamu mau apa?" ketus Ara karna dia sedikit malu di gendong oleh Nathan dengan tubuh polosnya begitupun dengan Nathan.


Nathan tidak menjawabnya dan terus berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan setelah itu dia langsung memasukkan istrinya ke dalam bathup dan setelah itu juga ikut masuk.


Setelah selesai mandi keduanya bersiap siap untuk berangkat ke tempat kerja masing masing. "Kamu ngapain lama banget?" ketus Ara karna dia cukup lama menunggu sang suami yang tengah mengenakan pakaian itu di atas ranjang yang sudah di beresi oleh Nathan dan karna itulah Nathan lama bersiap.


"Bentar lagi...emangnya kamu mau kemana?" tanya Nathan.


"Mau kerja lah" jawab Ara dan berjalan ke arah sang suami. Ara membantu sang suami untuk mengenakan dasi dengan teliti meskipun dia belum terlalu tau mengenakan dasi tapi dia bisa sedikit sedikit.

__ADS_1


Nathan menatap sang istri yang ada di depannya itu. Senyum di wajahnya mengembang saat melihat sang istri yang memperhatikannya. "Udah" jawab Ara dan merapikan jas sang suami. Nathan tidak menajwab dan langsung mencium bibir sang istri karna sedari tadi dia menginginkan itu.


Ara tidak menolaknya dan malah menerimanya. Setelah beberapa saat mereka berciuman akhirnya mereka pun menyudahinya. "Ayo" ketus Ara dengan wajah sedikit memerah.


"Kita belum makan" ucap Nathan.


"Aku capek dan itu juga gara gara kamu.....ya terima aja pagi ini gak makan" ketus Ara dan langsung berlalu meninggalkan sang suami. Nathan hanya menanggapinya dengan senyuman karna menurutnya marah sang istri itu adalah lawakan baginya.


Nathan menyusul sang istri yang telah terlebih dahulu berlalu darinya. Setelah sampai di bawah Ara langsung masuk ke dalam mobil begitupun dengan Nathan.


Setelah masuk Nathan pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. "Berenti" teriak Ara. Nathan langsung menginjak rem mobil itu dan mobil itupun terhenti.


"Ada apa?" tanya Nathan. Ara tidak menjawabnya dan langsung turun dari dalam mobil itu. Ara menuju ke dekat nenek nenek yang sudah beruban dan wajah yang mengeriput dan beliau sedang berjualan dan ada para pemuda yang mencuri barang nenek itu.


"Hey" panggil Ara saat sudah sampai di sana. Para pemuda yang ada di sana menatap ke arah Ara. Nathan hanya melihat dari dalam mobil dan belum turun.


"Kamu kenapa nyuri dagangan nenek ini?" ketus Ara dan menatap tak suka akan pemuda itu.


"Siapa yang nyuri?" ketus pemuda itu. Ara mengambil paksa barang yang di curi oleh pemuda tadi.


"Ini apa?" ketus Ara.


"Jangan ikut campur" ketus pemuda itu dan ingin menghajar Ara tapi dengan cepat Ara menendang kakinya sampai pemuda itu tersungkur.


"Jangan berani lagi kamu nyuri kayak gini....apa kamu gak kasihan ngeliat nenek ini? coba kalo ibu kamu yang ada di posisi nenek ini apa yang bakal kamu lakuin?" jelas Ara yang ingin menyadarkan pemuda itu.


"Aku bakal ngehajar orang yang itu" jawab pemuda itu.


"Makanya jangan kayak gini lagi....kalo kamu mau belilah" ucap Ara lembut Pemuda itu mengangguk mengiyakan dan langsung berlalu.

__ADS_1


__ADS_2