Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Om


__ADS_3

"Andai saja itu anak nya" guman Andre saat melihat Ara yang sangat akrab dengan Naila.


"Bunda, Ibu, Ayah, Om, Ara ke atas dulu" pamit Ara kepada seluruh orang yang ada di sana. Semua nya menoleh ke arah nya dan mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar.


Ara pun berlalu menaiki anak tangga dengan membawa Naila dan menuju ke kamar nya dan juga sang suami. Ara membuka pintu kamar itu dengan masih menggendong Naila dan setelah itu dia langsung masuk ke dalam kamar itu dan tidak lupa dia menutup pintu kamar nya itu. Saat masuk dia belum menemukan suami nya di atas kursi sofa yang ada di dalam sana dan dia masuk lebih dalam ke dalam kamar itu dan menuju ke dekat ranjang.


Saat sampai di dekat ranjang dia langsung melihat suami nya sedang berbaring di atas ranjang kamar itu. "Dia tidur?" guman Ara yang tidak tau dan tidak yakin jika Nathan itu tidur. Ara berjalan mendekat ke arah suami nya itu dan mendudukkan tubuh nya tepat di samping sang suami yang masih mengenakan pakaian lengkap dengan jas dan sepatu.


"Om" ucap Ara yang meniru suara anak kecil dan mengusapkan wajah Nathan menggunakan tangan mungil dan lembut Naila.


"Om, Bangun" ucap Ara lagi yang masih meniru suara anak kecil dengan tangan yang masih membimbing tangan Naila untuk mengusap wajah Nathan. Nathan yang merasa jika ada yang menyentuh dan mengusap lembut wajah nya pun langsung membuka mata nya.


"Om" ucap Ara kembali dengan meniru suara anak kecil dan tersenyum menatap sang suami. Nathan menatap lekat wajah istri nya itu dan setelah itu beralih menatap Naila yang berdang berada di samping nya itu.


"Kamu mengganggu om tidur?" tanya Nathan kepada Naila dengan menatap lekat wajah bayi itu.


"Naila tidak menganggu om" jawab Ara yang kembali meniru suara anak kecil. Nathan kembali menoleh ke arah sang istri dan setelah itu kembali menoleh ke arah Naila.

__ADS_1


"Tante Ara yang mengajar mu untuk menganggu om?" tanya Nathan kepada Naila dengan memegang tangan mungil anak itu dan mengusap kan nya di wajah nya.


"Tidak" jawab Ara yang kembali meniru suara anak kecil mengisaratkan jika itu Naila yang berbicara bukan dia. Nathan yang sedari tadi memasang wajah datar kepada Ara pun langsung tersenyum akibat tingkah istri kecil dan mungil nya itu. Nathan beranjak duduk dari tidur nya tadi begitupun dengan Ara yang juga ikut duduk di hadapan suami nya itu.


Nathan mengambil alih Naila dari istri nya itu dan mendudukkan Naila di hadapan nya. "Anak siapa kau?" tanya Nathan dengan menatap lekat Naila.


"Anak mama Erina" jawab Ara dengan meniru suara anak kecil dengan menggerakkan tangan Naila kepada Nathan.


"Aku tidak bertanya kepada mu" ucap Nathan dengan melototkan mata nya menatap istri nya itu.


Ara membaringkan tubuh nya di atas ranjang yang ada di dalam kamar nya itu dengan menelungkup dan tatapan menatap suami nya dan juga Naila anak Erina. "Kamu pasti sangat menginginkan anak bukan?" ucap Ara dengan tatapan bersalah nya karna sudah menunda kehamilan nya.


"Aku minta maaf karna belum mengatakan sebab ku belum hamil kepada mu" guman Ara karna memang dia sama sekali belum pernah bercerita masalah sebab dia belum hamil tapi Nathan sudah tau karna di beritahu oleh teman istri nya.


"Aku akan memberi mu anak secepat nya sayang" guman Ara kembali dengan senyum yang melebar menatap sang suami yang tengah bermain bersama Naila itu.


"Hey ke sini lah, Bermain bersama" ucap Nathan dengan melambaikan tangan kecil Naila itu kepada Ara, Ara tersenyum melihat itu dan langsung bangkit dari tidur nya dan langsung menghampiri suami nya dan Naila yang tengah bermain.

__ADS_1


Ara pun ikut bermain bersama dengan suami nya itu dan juga Naila.


"Sudah siang, Kamu ingin makan apa?" tanya Ara kepada sang suami karna waktu sudah menunjuk waktu makan siang.


"Apa saja, Jangan lupa siapkan susu untuk Naila" jawab Nathan, Ara mengangguk mengiyakan nya dan langsung berlalu dari sana dan menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk nya dan juga suami dan dia juga tidak lupa menyiapkan susu untuk Naila dan untung nya di rumah itu ada susu milik Naila. Sedangakn Erina dan Vino tidak nampak di ruang keluarga atau pun di dapur dan kedua orang tua Vino mereka seperti nya sudah pulang atau di taman bersama dengan kedua orang tua Nathan karna di rumah itu sudah sepi tidak ada siapapun kecuali pelayan yang sedang membersihkan rumah.


Setelah selesai menyiapkan makanan untuk nya, Untuk suami nya dan juga Naila, Ara langsung memasukkan makann makanan tadi ke dalam nampan dan berlalu menaiki anak tangga dan kembali ke kamar nya. "Hey kesini lah, Ayo kita makan" ucap Ara yang berada di kursi sofa yang memang ada di kamar itu. Nathan mengiyakan nya dan menggendong Naila menuju ke dekat istri nya itu.


"Kita makan ya sayang" ucap Nathan dan mendudukkan tubuh nya di samping sang istri.


"Sini" ucap Ara dan mengambil alih Naila dari sang suami, Nathan memberikan nya dan mengambil makanan milik nya dan langsung melahap makanan itu sedangkan Ara dia mengurus Naila terlebih dahulu sebelum dia makan.


Nathan makan makanan itu dengan sangat lahap sampai tidak tersisa tapi saat dia sudah selesai makan dia masih melihat makanan istri nya belum di sentuh sama sekali karna sibuk mengurus Naila. "Berikan kepada ku, Biar aku saja yang mengurus Naila, Kamu makan lah" ucap Nathan dan mengambil alih Naila dari istri nya, Ara tidak menolak dan memberikan Naila kepada suami nya. Naila yang belum selesai meminum susu nya pun di bimbing oleh Nathan dan Ara bergantian makan untuk mengisi perut nya.


"Dia sangat menyuaki anak kecil" guman Ara dengan senyum yang melebar menatap Nathan yang sangat teliti dan sayang dengan anak kecil tidak seperti lelaki yang pernah ia temui yang tidak terlalu suka akan anak kecil meskipun sedikit suka.


"Kak Dewa juga sangat menyukai anak kecil'' guman Ara kembali yang teringat akan Dewa yang sudah tiada, Senyum di wajah nya seketika menghilang saat mengingat Dewa dan makan nya juga terhenti akibat sangat merindukan sosok Dewa meskipun dia sudah mencintai Nathan tapi dia tidak bisa melupakan Dewa lelaki yang pernah membahagiakan nya meskipun sebentar.

__ADS_1


__ADS_2