Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Berpose


__ADS_3

"Oiya Onty lupa ini...ayo kita duduk disana aja" ajak Ara keada Rafael. Rafaelpun mengikutinya begitupun dengan Nathan.


Sesampai di kursi tadi Ara langsung duduk begitupun dengan Rafael dan juga Nathan. Rafael duduk di atas paha Nathan sedangkan Ara duduk di samping Nathan.


Arapun langsung menyodorkan eskrim itu kepada Rafael dan juga Nathan tapi Nathan tidak mau. "Ambil" paksa Ara.


"Aku udah bilang gak mau" jawab Nathan sambil menyuapi Rafael.


"Bilang aja kalo kesusahan makannya" ketus Ara dan melahap eskrim miliknya.


"Lagi uncle" ucap Rafael. Nathan kembali menyuapi Rafael.


"Ini" ucap Ara sambil menyodorkan sendok eskrim ke mulut Nathan. Nathan hanya menatapnya tanpa membuka mulutnya.


"Cepetan" ketus Ara yang melihat Nathan tidak merespon. Nathanpun terpaksa membuka mulutnya karna memang eskrim kesukaannya rasa vanilla.


"Pinter" ucap Ara kepada Nathan sambil mengusap ngusap rambut Nathan dan melebarkan senyumannya.


Nathan sangat menyukai senyuman dari wanita yang sekarang ada di hadapannya itu ntah kenapa dan menurutnya senyuman itu juga tak asing dengannya.


Setelah selesai memakan eskrim milik masing masing Ara mengajak Rafael pulang tapi Rafael tidak mau puang karna dia masih ingin bermain dengan Nathan.


"Ayo sayang kita pulang nanti Onty yang di marahin orang tua kamu" ucap Ara memelas.


"Momy sama dady gak bakal marah kalo Onty jagain Ael" bantah Rafael.


"Huh yaudah iya kita harus pulang jam tiga okee" ucap Ara. Rafael hanya mengangguk mengiyakan.


"Uncle ayo kita main" ajak Rafael kepada Nathan.


"Tapi...." ucapan Nathan terpotong.


"Udah sana main sama dia" potong Ara. Nathanpun hanya mengikuti Rafael sedangkan Ara hanya duduk memandangi kedua pria itu yang sedang bermain.


"Seharusnya kak dewa yang main sama Ael bukan Nathan" ucap Ara sambil melebarkan senyumannya.


Drittttt....


Suara ponsel Ara. Ara langsung mengangkatnya ntah itu dari siapa.


"Eh lo dimana bego?" ketus Andita. Ara langsung melihat siapa yang menelpon ternyata itu Andita.


"Gue di rumah kakek" jawab Ara malas.


"Kita di depan rumah kakek tapi lo gak ada" ketus Andita kembali.


"Gue lagi jalan jalan sama Rafael" jawab Ara.

__ADS_1


"Kemana? biar kita susul" ucap Andita.


"Gak usah" ucap Ara dan ingin mematikan telponnya tapi Andita melarang.


"Jangan di matiin" ketus Andita.


"Nathan mana?" tanya Vino yang baru saja sampai di dekat Ara dan tidak melihat Nathan. Ara hanya menunjuk ke arah Nathan dan juga Rafael yang sedang bermain dan tertawa.


"Jawab lo sekarang dimana?" ketus Andita lagi dari sebrang telpon.


"Gue di taman komplek kakek" jawab Ara dan langsung mematikan telpon yang masih terhubung itu.


"Kebiasaan ni bocah main matiin aja" ketus Andita.


"Dimana dia?" tanya Erina kepada Andita.


"Di taman deket komplek katanya" jawab Andita.


"Yaudah ayo kita kesana" ajak Erina. Andita hanya mengiyakan dan langsung melajukan mobilnya menuju ke taman dekat komplek yang di katakan oleh Ara tadi.


"Itu dia" ucap Erina sambil menunjuk ke arah Ara yang sedang duduk bersama seorang lelaki.


"Tuh cowok siapa?" tanya Andita bingung.


"Kita samperin aja" ajak Erina dan langsung turun dari mobil dan menghampiri Ara.


"Woy" ucap Andita yang ingin mengagetkan Ara tapi Ara tidak kaget dan Vino yang kaget.


"Maaf niatnya mau ngagetin lo" jawab Andita.


"Ngapain kalian kesini kan gue udah bilang gak usah kesini" tanya Ara datar.


"Kita mau nemuin lo lah ngajakin jalan jalan" ucap Andita.


"Iya kan kita udah lama gak jalan jalan" jawab Erina lagi. Vino sedari tadi hnya menatap ke arah Amel dan itu membuat Erina tak nyaman.


"Ngapain liatin gue hah?" ketus Erina.


"Aku suka sama kamu" ucap Vino tanpa sadar.


"Heh" ucap Ara dn memukul bahu Vino. Vino pun tersadar akan ucapannya itu.


"Maaf maaf" ucap Vino malu. Erina hanya menatap ke arahnya dengan tatapan yang kebingungan.


"Onty sini kita main" teriak Rafael karna di suruh oleh Nathan.


"Main aja kalian bedua" teriak Ara.

__ADS_1


"Ayo lah Onty" ajak Rafael sambil menarik tangan Ara. Ara terpaksa mengiyakan keinginan keponakannya itu. Andita dan Erina pun ikut serta dalam permainan itu begitupun dengan Vino.


Mereka berenam sangat menikmati permainan itu dengan canda tawa.


"Capek Onty" ucap Rafael.


"Mau di beliin minum?" tanya Ara. Rafael hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Ara. Ara langsung membeli minum di toko yang tidak terlalu jauh dari taman itu. Setelah selesai membeli minum itu Ara langsung kembali ke dekat rombongannya tadi dan langsung memberikan minuman itu kepada mereka masing masing.


"Onty Onty" panggil Rafael kepada Ara.


"Hmm" jawab Ara yang menghentikan minumnya.


"Ayo kita poto disana sama uncle" ajak Rafael.


"Kita pulang aja ya...tante Andita sama tante Erina nungguin Onty" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Sekali aja Onty" ucap Rafael memelas berharap Ara menuruti kemauannya.


"Ayo ayo" ajak Ara kepada Rafael sambil menggendongnya tapi Rafael menolak.


"Kenapa lagi?" tanya Ara.


"Sama uncle" ajak Rafael.


"Rafael kok kayaknya deket banget sama kak Nathan" guman Erina bingung.


"Tante tolong potoin Ael sama Onty sama uncle" ucap Rafael kepada Erina. Amel hanya mengiyakan perkataan Rafael.


Arapun berpose dengan senyum manisnya sedangkan Nathan juga ikut tersenyum sambil menggendong Rafael. Erina memoto ketiga orang itu menggunakan ponsel milik Nathan karna ponsel Ara kehabisan batrai.


"Udah ayo kita pulang" ajak Ara saat selesai berpoto. Rafael mengangguk mengiyakan perkataan Ara.


"Uncle Ael pamit...nanti Ael bakal sering sering main kerumah uncle" ucap Rafael yang masih dalam pelukan Nathan. Nathan hanya mengangguk mengiyakan sambil mencium pipi Rafael yang cuby itu.


"Ayo kita pulang" ajak Ara sambil mengambil alih Rafael dari pelukan Nathan.


"babay uncle" ucap Rafael sambil melambaikan tangannya kepada Nathan. Nathan pun ikut melambaikan tangannya kepada Rafael.


Ara Erina dan Andita dan juga Rafael langsung masuk ke dalam mobil milik Erina dan langsung melaju ke rumah kakek Ara yang letaknya tidak terlalu jauh dari taman itu


"Udah pulang?" tanya Rizal yang baru saja sampai bersamaan dengan Ara dan yang lain.


"Paman sama bibi?" tanya Ara kembali yang sudah turun dari mobil Andita. Rizal hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan keponakannya itu.


"Yaudah kita pulang dulu ya paman bibi" ucap Erina karna memang mereka sudah ingin pulang.


"Kok cepet banget gak mampir dulu?" tanya Kya karna dia baru bertemu dengan Erina dan juga Andita.

__ADS_1


"Tadi udah lama main sama Ara sama Rafael ini juga udah sore bi" jawab Erina.


"Yaudah hati hati" ucap Kya. Erina dan Andita pun langsung masuk ke dalm mobil setelah menyalami punggung tangan Kya dan Rizal.


__ADS_2