Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 25 #3


__ADS_3

"Dia bilang seperti ini, Makanya jangan buta makanya Yuna sampai menangis seperti itu" bisik Okta di telinga Ara yang membuat Ara naik darah akan itu. Ara kembali berdiri tegak seperti semula dan kembali menatap anak lelaki yang di tunjuk oleh Okta tadi.


"Mulut mu bisa di jaga hem?" tanya Ara dengan menundukkan tubuh nya menatap anak lelaki tadi, Anak lelaki tadi sedikit ketakutan saat melihat Ara menatap nya lekat.


"Mama" ucap anak lelaki itu dengan memegang tangan ibu nya.


"Kenapa anda melihat anak saya seperti itu?" bentak ibu anak lelaki tadi kepada Ara.


"Anak anda? bisa di ajarkan untuk menjaga mulut nya?" tanya Ara dengan nada rendah.


"Yuna ayo kita ke sana" ajak Okta kepada Yuna dan mengajak Yuna menuju ke kelas.


"Itu memang salah anak mu dan ucapan anakku tadi memang nyata, Anak mu memang buta kan?" bentak ibu lelaki tadi. Ara yang terlalu mudah emosi ini di buat marah saat mendengar ucapan ibu ibu tadi.


"Dia juga tidak memiliki ayah ma, Tidak seperti ku yang memiliki ayah dan penglihatan yang sempurna" ucap anak lelaki tadi dengan nada pelan tapi terdengar jelas di telinga Ara. Tangan wanita itu menggepal akibat geram akan mulut anak dan ibu itu.


"Benar sayang anak buta tadi tidak memiliki ayah?" tanya ibu anak lelaki tadi kepada anak nya.


"He'em" jawab anak lelaki tadi.


"Pantas saja anak nya buta, Ibu nya melahirkan dan menghamili nya tanpa suami" ucap ibu tadi dengan suara dengan volume yang meninggi dan membuat semua ibu ibu yang ada di sana menoleh ke arah Ara.


"Benar dia hamil tanpa suami?"


"Dia seperti nya sangat polos tapi dku tidak sangka dia hamil tanpa suami"


"Wanita itu wajah nya sangat polos"


Seperti itulah ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut ibu ibu yang ada di sana dan masih banyak lagi ucapan yang lain dan membuat Ara semakin marah.


"Hey anak papa" sapa Nathan yang baru saja sampai ingin menunggu anak nya.

__ADS_1


"Yuna kenapa?" tanya Nathan dengan menatap lekat Yuna yang sedang menangis itu.


"Pa tolong tante Ara" ucap Okta yang kasihan akan Ara. Nathan menatap heran akan Okta di tambah lagi dia mendengar Okta menyebut nama istri nya.


"Siapa tante Ara?" tanya Nathan dengan dahi yang mengerut menatap anak nya itu sedangkan Yuna masih menangis.


"Itu pa" jawab Okta dengan menunjuk ke arah Ara yang tubuh nya menghadap ke belakang.


"Berani nya anda" bentak Ara dan ingin memukul ibu tadi akibat terlalu amarah tapi ada tangan yang menghentikan tangan nya untuk memukul orang tadi. Ara mendonggakkan kepala nya dan menatap siapa yang berani menahan tangan nya.


"Dia benar istriku" guman Nathan dengan hati yang sangat bahagia menemukan istri nya.


"Pak Nathan?" ucap ibu ibu tadi saat melihat Nathan.


"Lepaskan tangan ku" bentak Ara kepada suami nya itu. Nathan tidak menjawab nya dan menurunkan pelan tangan sang istri.


"Apa yang terjadi?" tanya Nathan dengan menatap ibu ibu tadi dan belum memberikan reaksi apapun tentang kebahagiaan nya yang menemukan istri nya itu. Ara berusaha melepaskan tangan nya dari tangan Nathan tapi Nathan mengeratkan genggaman tangan nya hingga Ara tidak bisa lepas dari nya.


"Anak ibu ini mendorong anak saya" jawab ibu ibu tadi akan pertanyaan Nathan.


"Setelah itu ibu ini marah marah kepada anak saya dan menyalahkan anak saya" jawab ibu ibu tadi lagi yang membalikkan fakta. Nathan tidak percaya seperti itu saja dan langsung membalikkan tubuh nya dan menatap salah satu anak wanita yang berada tidak jauh dari sana.


"Hey, Apa benar Okta dan Yuna mendorong teman mu itu?" tanya Nathan dengan menatap lekat anak perempuan tadi, Anak perempuan tadi belum menjawab dan hanya diam.


"Om akan memberikan mu ini jika kau berbicara jujur" ucap Nathan yang bisa melihat anak itu sedikit takut untuk berbicara dengan dia menyodorkan coklat kepada anak itu.


"Tadi dia menabrak Yuna hingga Yuna terjatuh dan setelah itu dia bilang makanya jangan buta kepada Yuna" jelas anak wanita tadi. Ara menggepal tangan nya akibat amarah nya, Nathan menatap wanita itu dan menggelengkan kepala nya supaya tidak bertindak terlebih dahulu dan kembali menggenggam tangan istri nya itu dengan erat.


"Setelah itu apa yang terjadi? kenapa tante ini marah?" tanya Nathan lagi dengan menatap ke arah istri nya.


"Tante itu bilang jika Tante ini waktu melahirkan Yuna tidak memiliki suami dengan suara keras makanya tante ini marah kepada tante itu" jelas anak wanita tadi lagi dan membuat Nathan juga marah akan itu.

__ADS_1


"Yasudah terima kasih, Kembali lah bermain" jawab Nathan dengan senyum yang mengambang menatap anak itu dan memberikan coklat kepada anak tadi, Anak wanita tadi mengangguk mengiyakan nya dan langsung berlalu dari sana dan kembali bermain.


"Pak, I-itu semua tidak benar" ucap ibu ibu tadi kepada Nathan.


"Anak kecil tidak berbohong ibu" jawab Nathan dengan senyum yang mengembang menatap ibu ibu tadi dan ingin berlalu dengan menarik tangan sang istri.


"Oh iya satu lagi" ucap Nathan dan kembali membalikkan tubuh nya dan menatap seluruh ibu ibu yang ada di sana.


"Dia istri saya dan anda sudah mencemarkan nama baik istri saya di depan ibu ibu ini, Yuna dan Okta anak saya, Dan anda harus ingat ini, Saya sudah pernah bilang kepada anda dan suami anda yang bekerja di tempat saya supaya tidak menyakiti hati keluarga saya, dan anda tau apa akibat dari perbuatan anda itu?" jelas Nathan dengan menatap lekat ibu ibu tadi.


"Lain kali jangan ada satu pun di antara kalian yang berani mengusik kehidupan saya apa lagi sampai menyakiti hati keluarga saya, Perimisi" sambung nya kembali dengan senyum yang melebar dan setelah itu langsung berlalu dari sana dengan menarik tangan istri nya dan menuju ke dekat anak anak nya.


"Lepaskan aku" ketus Ara dan menepis kasar tangan Nathan hingga terlepas dari nya dan langsung menggendong anak nya.


"Kita pulang ya sayang" ucap Ara kepada anak nya itu dan menghapus air mata yang masih ada di wajah anak nya itu.


"Hentikan langkah kaki mu" perintah Nathan kepada sang istri, Ara tidak memperdulikan nya dan terus melajukan langkah kaki nya, Hati nya masih sangat sakit saat mendengar ucapan ibu ibu tadi di tambah saat dia mendengar penegasan Nathan, Perasaan nya saat ini campur aduk dan tidak tau apa yang ia pikirkan sekarang.


"Ayo sayang" ucap Nathan dan langsung menggendong Okta dan langsung berlari mengejar istri nya itu.


"Sayang" ucap Nathan dan menggapai tangan istri nya hingga dapat. Ara menghentikan langkah kaki nya dan membuang wajah nya dari suami nya itu.


"Lepaskan saya" ucap Ara tanpa menatap Nathan dan menoleh ke samping.


"Aku tidak akan melepaskan mu" jawab Nathan dan mendekatkan tubuh nya ke dekat sang istri.


"Ini anak kita?" tanya Nathan dengan menatap lekat sang istri yang sama sekali tidak menatap nya itu.


"Hey" sapa Roky yang baru sampai di sekolah itu.


"Kenapa kau menangis?" tanya Roky kepada Ara dengan menatap lekat wajah Ara yang mengekuarkan air mata itu. Ara berusaha melepaskan tangan nya dari sang suami hingga terlepas.

__ADS_1


"Dia bukan anak mu, Dia anak ku dan kak Roky, Ayo" jawab Ara dan langsung berlalu dari sana dengan mengajak Roky. Roky menatap heran ke arah Ara dan setelah itu dia menatap ke arah Nathan.


"Tidak mungkin itu anak nya, Kemarin saja dia bilang jika dia adalah om Yuna" guman Nathan yang tidak percaya akan jawaban istri nya itu.


__ADS_2