Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Wajah bayi


__ADS_3

Kya dan Rizal baru saja kembali dari perjalanannya hari ini dan langsung ke rumah Nathan untuk menjemput anak mereka. "Ada yang bisa saya bantu bu?" tanya pak Abi saat melihat mobil Rizal dan Kya terparkir dan mereka keluar dari mobil.


"Saya ingin menjemput anak saya pak" jawab Rizal ramah.


"Mari ikut saya" ucap pak Abi dan membuka kan pintu gerbang itu dengan lebar dan masuklah mobil Rizal ke dalam.


pak Abi membukakan pintu rumah untuk Kya dan juga Rizal dan kedatangan mereka di lihat oleh bi Imah. bi Imah menghampiri mereka. "Tuan anak anda sedang tertidur bersama nona muda dan tuan muda di atas tuan" ucap Imah.


"Sejak kapan mereka tidur bi?" tanya Rizal.


"Mungkin sudah lama tuan karna tadi waktu makan malam mereka tidak turun untuk makan malam" jelas bi Imah.


"Yasudah bi nanti jika Ara menanyakan kami bilang saja kami sudah datang kesini" jawab Rizal.


"Baik tuan" jawab bi Imah. Rizal dan Kya langsung keluar dan masuk ke dalam mobil mereka dan langsung kembali ke rumah orang tuanya.


*****


"Itu pasti orang suruhan Rizal" guman Teo saat mendengar kabar dari Qori bahwa dia masuk rumah sakit akibat saat ingin mencelakai Ara tapi malah dia yang celaka.


"Kenapa pi?" tanya Windi kepada Teo.


"Qori masuk rumah sakit" jawab Teo.


"Kenapa dia bisa masuk rumah sakit?" tanya Windi.


"Dia di celakai orang waktu mau nyelakain Ara" jawab Teo.

__ADS_1


"Siapa orang itu?" tanya Windi.


"Pasti itu orang suruhan Rizal" jawab Teo.


"Yasudah jangan terlalu di pikirkan lagi ayo kita istirahat" ucap Windi. Teo mengangguk mengiyakannya dan langsung merebahkan tubuhnya di samping sang istri dan akhirnya mereka pun tertidur pulas.


*****


Nathan terbangun dari tidurnya karna dia merasakan lapar. Saat dia bangun dia langsung melihat wajah Rafael dan wajah sang istri yang tengah terlelap di hadapannya. Seketika zenyum di wajah tampan itu mengembang saat melihat kedua orang yang ia sayangi tengah tertidur itu. Nathan bangkit dari tidurnya dengan sangat pelan dan mencium pucuk kepala Rafael dengan pelan.


"Uncle sayang Ael" guman Nathan dengan senyum yang mengembang menatap keponakan istrinya itu.


Nathan turun dari ranjang dn berjalan ke samping sang istri. Nathan langsung mencium sekilas bibir sang istri yang tengah terlelap itu. "Kakak bakalan selalu ngejaga kamu karna kakak gak mau kehilangan kamu buat yang kedua kalinya" ucap Nathan dengan senyum bahagia nya menatap wajah bayi sang istri.


Kruyuk...kruyuk


"Bibi belum tidur?" tanya Nathan menatap lekat ke arah bi Imah.


"Baru aja mau tidur den" jawab Imah.


"Ada makanan gak bi?" tanya Nathan kepada bi Imah.


"Ada den di dalam kulkas atau mau bibi masakin yang baru?" tanya bi Imah.


"Gak usah bi Nathan makan ini aja" jawab Nathan sambil melebarkan senyum nya dan mengambil makanan yang ada di dalam kulkas itu.


"Bibi istirahat aja" ucap Nathan yang melihat bi Imah masih berada di dapur.

__ADS_1


"Gak mau bibi angetin den?" tanya bi Imah.


"Gak usah bi biar Nathan aja...bibi istirahat aja" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya menatap bi Imah.


"Kalo gitu bibi ke kamar dulu den" ucap bi Imah. Nathan mengangguk mengiyakannya sa bi Imah pun langsung berlalu kembali ke dalam kamarnya dan Nathan langsung menyantap makanan yang ia ambil dari kulkas tadi.


"Alhamdulillah akhirnya kenyang juga" ucap Nathan yang sudah selesai makan dan langsung berdiri untuk membereskan bekas makannya.


Setelah selesai Nathan kembali ke dalam kamarnya dan melihat sang istri yang hampir saja jatuh dari tempat tidur. Nathan ingin menolongnya dan membenarkan posisi sang istri tapi sang istri sudah terlebih dahulu terjatuh dari ranjang itu.


"Auuu" rengek Ara kesakitan dengan memegang pinggulnya dan dengan mata yang tidak terlalu terbuka dan nampak merah itu. Nathan langsung berjongkok menghampiri sang istri.


"Kamu gapapa?" tanya Nathan yang nampak hawatir.


"Sakit" jawab Ara dengan suara serak seperti orang baru bangun tidur tanpa menatap sang suami.


Nathan membantu sang istri untuk bangun kembali. "Kenapa sampe jatuh dari tempat tidur sih?" tanya Nathan menatap lekat sang istri.


"Ini gara gara kamu yang tidur terlalu ke tengah makanya aku tidur terlalu di ujung" jawab Ara kesal dengan mata yang nampak masih mengantuk itu.


"Kenapa kamu jadi nyalahin aku?" tanya Nathan.


"Coba kamu liat lebar tempat yang kamu tiduri tadi" perintah Ara. Nathan langsung melihat tempat yang ia baringi tadi dan benar saja sangat lapang.


**Jangan lupa mampir ke novel author yang satu lagi ya "I HATE EVERYONE"


Dan jangan lupa follow instagram author @suci.lestari44

__ADS_1


Makasih yang udah follow**


__ADS_2