Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Gagal lagi


__ADS_3

"Pasti ada apa apanya ini" guman Ara menatap tajam ke arah sang suami.


"Ayo" ajak Nathan melihat sang istri masih duduk di ranjang.


"Aku masih mau mandi, Kamu duluan aja" ucap Ara.


"Aku kan udah bilang gak usah mandi sayang" jawab Nathan mendekat kan tubuhnya ke dekat sang istri.


"Aku juga udah bilang kalo aku mau mandi" bantah Ara.


"Yaudah ayo kita mandi bareng" ajak Nathan.


"Ael ayo kita mandi dulu" ajak Ara kepada Rafael dengan senyumnya supaya sang suami tidak bisa macam macam dengannya.


"Nanti kalo Momy nanya Ael gimana Onty?" tanya Rafael kepada Ara.


"Gapapa nanti biar Onty yang urus" jawab Ara dengan senyum yang melebar dan menatap sekilas wajah sang suami yang nampak marah itu.


"Ayo" ajak Ara lagi kepada Rafael. Rafael mengiyakannya dan mengikuti Ara dari belakang dan terlebih dahulu mereka mengambil handuk.


"Kamu mau ikut?" tanya Ara kepada Nathan. Nathan mengangguk mengiyakannya dan mengambil handuk nya yang ada di dalam ruang ganti dan menyusul istri dan keponakan nya itu.


Mereka bertiga mandi bersama dengan Ara memakai baju yang ia kenakan tadi dan Nathan hanya mengenakan celana begitupun dengan Rafael.


Kamar mandi itu terdengar sangat ramai dan rusuh akibat ulah Ara dan Rafael yang selalu bertengkar dan bergaduh begitupun dengan Nathan yang ikut dalam pergaduhan itu. "Hey kamu jangan macem macem" ucap Ara dengan mengusap wajahnya yang terkena busa sampo itu menatap sang suami yang memegang tubuhnya.


"Makanya kan aku udah bilang tadi jangan mandi dulu" ucap Nathan dan ingin melanjutkan aksinya.


"Onty uncle udah Ael kedinginan" ucap Rafael dengan bibir yang sudah berubah menjadi ungu akibat kedinginan.


"Gagal lagi" guman Nathan kesal.


"Makanya jangan banyak kerjaan" ketus Ara dan menghidup kan shower dan air dari shower itu langsung keluar dan membersihkan tubuhnya yang terdapat busa itu.


Tidak lama kemudian mereka pun selesai membersihkan diri mereka pun langsung masuk ke dalam ruang ganti. "Ael pake apa ya?" tanya Ara yang tidak menemukan baju Rafael.

__ADS_1


"Kalo gak salah ada baju Rafael di sini" ucap Nathan yang ingat jika waktu itu Rafael pernah mandi di sini. Nathan berjalan menuju lemari sebelah lemarinya dan mencari cari pakaian Rafael.


"Ini baju kamu kan?" tanya Nathan yang menemukan baju sang istri waktu menginap di sini dulu.


"Mana?" tanya Ara. Nathan mengambil dres yang berwarna kuning itu.


"Ini" jawab Nathan sambil menyodorkan dres berwarna kuning itu. Ara menerima baju itu dan melihatnya.


"Ini baju Ael kan?" tanya Nathan kepada sang istri. Ara melihat ke arah baju yang di pegang oleh sang istri. Ara mengangguk mengiyakannya dan kembali menatap lekat dres yang di berikan oleh sang suami kepadanya.


"Ini baju Erina" jawab Ara yang ingat jika baju itu milik Erina yang waktu itu dia pinjam.


"Udah udah nanti aja ganti baju kamu cepet" ucap Nathan. Ara tidak menjawabnya dan kembali meletakkan dres milik Erina itu ke sembarang arah dan mengganti pakaiannya.


Ara mengenakan baju sweeter over size dan rok tutu dengan sepatu hak kesukaannya sedangkan Nathan dia mengenakan baju kaos over size dengan celana jeans dan sepatu vans berwarna hitam. Mereka pun berangkat dengan Nathan yang menggendong Rafael karna dia masih kuat.


Ara terlebih dahulu keluar karna dia tau sang suami pasti sedikit kesusahan untuk membuka dan menutup pintu. "Mau kemana?" tanya Erina saat melihat Ara dan Nathan keluar bersama dengan Rafael.


"Mau antar Rafael" jawab Ara akan pertanyaan Erina.


"Enggak...ayo sayang" ucap Ara sambil mengajak Rafael dan Nathan dan berlalu meninggalkan Erina di depan kamar Vino itu.


Mereka bertiga berjalan menuju ke rumah kakek dengan Nathan yang bercanda gurau dengan Rafael sedangkan Ara nampak seperti memikirkan sesuatu. "Kamu kenapa?" tanya Nathan menatap istri nya yang seperti memikirkan sesuatu itu.


"Gapapa" jawab Ara datar tanpa menatap sang suami.


"Dia gak bakal cerita kalo di tempat umum gini apa lagi ada Rafael yang udah mulai ngerti apa aja yang di bicarain orang lain" guman Nathan yang tidak ingin lagi bertanya kepada sang istri.


Nathan dan Ara kembali melanjutkan perjalanan mereka hingga akhirnya mereka pun sampai di rumah kakek Ara. "Bibi Ara dateng" teriak Ara dari luar pagar karna pagar itu terkunci tapi tidak ada jawaban dari dalam rumah itu.


"Kemana momy sama dady Ael?" tanya Ara kepada Rafael. Rafael mengangkat kedua bahunya tanda tidak mengetahuinya.


"Bibi" teriak Ara sangat kencang yang membuat Nathan berada tepat di sampingnya hampir tuli.


"Pelanin suara kamu" ucap Nathan.

__ADS_1


"Bibi" teriak Ara lebih keras.


"Kenapa Ara?" tanya bu Salamah yang rumahnya terletak di samping rumah kakek Ara.


"Ini bu bi Kya gak nyaut di panggil dari tadi" jelas Ara.


"Bentar" teriak Kya dari dalam rumah.


"Kamu ya dari dulu gak pernah berubah suka banget teriak" ucap bu Salamah. Ara menyengir menghadap ke arah bu salamah karna memang bu Salamah sudah mengenal Ara sejak Ara tinggal di sana.


"Maaf kan istri saya bu" ucap Nathan. bu Salamah mengangguk mengiyakannya karna dia juga mengetahui Nathan dan waktu mereka menikah bu Salamah juga di undang.


Bu Salamah berpamitan kembali masuk ke dalam rumahnya. Ara dan Nathan mengiyakannya dan Kya pun datang untuk membuka pagar rumah itu. "Bibi dari mana?" tanya Ara kepada Kya.


"Dari rumah lah" jawab Kya.


"Lagi ngapain? kok Ara panggil gak nyaut" ucap Ara.


"Bibi tadi lagi di toilet sayang" jawab Kya.


"Paman dimana?" tanya Ara dan berjalan masuk ke dalam rumah begitupun dengan Nathan yang masih menggendong Rafael..


"Paman kamu tadi pagi pagi keluar katanya ada urusan" jawab Kya.


"Urusan apa?" tanya Ara.


"Gak mungkin kan aku bilang sama Ara masalah kak Rizal yang mau nyari bukti tentang kematian orang tuanya" guman Kya dan menatap sedih ke arah keponakannya itu.


"Kamu mau wawancara sama bi Kya?" tanya Nathan kepada sang istri karna sedari tadi istrinya itu tak henti hentinya bertanya kepada Kya.


"Ya enggak lah" jawab Ara.


"Yaudah ayo masuk" ajak Kya kepada Ara dan Nathan. mereka pun masuk ke dalam rumah itu dan Nathan mendudukkan tubuhnya di ruang tamu yang ada di sana begitupun dengan Rafael yang masih ada di dalam gendongannya itu.


"Kalian udah sarapan pagi?" tanya Kya karna dia sudah memasak untuk sarapan pagi karna dia yakin keponakannya itu akan datang ke rumah untuk mengantarkan anak nya.

__ADS_1


__ADS_2