
Belum ara menjawab perkataan nathan pintu ruangannya itu tiba tiba terbuka dan mengehentikan perdebatan mereka berdua. mereka berdua pun melihat ke arah pintu tersebut.
"Sheyla" panggil ara dengan melebarkan senyumannya. tapi tidak dengan nathan yang hanya menatap datar ke arah Sheyla dan juga fikri.
"Gw kangen sama lo" ucap sheyla dan langsung memeluk erat tubuh adik kesayanganya itu.
"Jangan kenceng kenceng tangan gw masih sakit" ucap ara yang menyadarkan Sheyla.
"Oiya gw lupa" ucap sheyla dan langsung melepaskan pelukannya.
"Ngapain lo kesini?" tanya ara.
"Gw kangen lh sama lo" ucap sheyla sambil meletakkan bunga dan juga rantang yang ia bawa ke atas meja kecil.
"Tumbenan lo kangen sama gw.....bukannya hidup lo tentram kalo gw gak ada" ucap ara datar karna dia berbicara dengan Sheyla memang seperti itu begitupun dengan sheyla biarpun seperti itu mereka berdua sayang dengan satu sama lain.
"Gak boleh gw kangen sama pembantu gw" ucap sheyla menatap ke arah ara.
"Siapa pembantu lo" ucap ara.
"Ya lo lah" ucap sheyla.
"Dih ogah banget jadi pembantu lo" ucap ara.
"Udah ngaku aja lo" ucap sheyla lagi.
"Lo kalo mau ngajak brantem gak usah di sini.....ayo kita ke gedung atas" tantang ara kepada sheyla.
"Ayo siapa takut" ucap sheyla dan langsung memeluk adiknya itu karna dia sangat merindukan berdebat dan beradu mulut dengan adik kesayanganya itu. sedangkan nathan dan juga fikri hanya melihat kelakuan kedua adik kakak itu.
"Gw kangen sama lo" ucap ara sambil memeluk erat tubuh Sheyla menggunakan tangan kirinya itu.
"Gw juga" ucap sheyla sambil mencium puncak kepala adik kesayanganya itu dan seketika air matanya terjatuh tapi tidak dengan ara yang masih bisa menahan tangisnya. Sudah 10 menit mereka berpelukan dan Sheyla menangis hingga akhirnya tangisannya terhenti sendiri.
Ara langsung melepaskan pelukannya dari sheyla dan melihat wajah Sheyla sudah basah akan air mata. "Lo ngapain nangis......udah gede juga.....kalo mau nangis gak usah di sini" ucap ara kesal.
"Lo yang bikin gw nangis" ucap sheyla sambil menghapus air matanya.
__ADS_1
"Dih kok jadi gw" jawab ara.
"Emang lo" jawab sheyla lagi.
"Bukan gw" jawabnya lagi karna dia tidak mau kalah dari sheyla.
"Srah lu dah....lo udah makan?" tanya sheyla dan langsung mengakhiri perdebatannya dan juga ara. ara mengangguk mengiyakan pertanyaan sheyla.
"Yahh......lo kenapa makan duluan.....gw bawa makanan buat lo" ucap sheyla dengan nada tinggi.
"Ya mana tau gw kalo lo mau kesini......kan gw udah larang lo buat kesini ntar lo kecapean lo kan sibuk ngurusin persiapan wisuda lo.....lagi pula kan gw udah laper dari tadi makanya gw beli aja di kanti rumah sakit makanannya" ucap ara dengan nada tinggi.
"Trus gimana masakan gw.....gw masak sendiri tau husus buat lo itu spesial..... emangnya enak makan di kantin rumah sakit ini?" tanya sheyla.
"Ya enak lah kan gw udah biasa makan makanan murah gak kayak lo" ucap ara.
"Trus gimana masakan gw?" tanya sheyla kepada ara. ara mengingat jika nathan belum makan dan dia menatap ke arah nathan.
"Biar si nathan aja yang makan......dia belum makan kayaknya dari tadi malem" ucap ara. sheyla baru sadar jika tadi ada seseorang yang menemani adiknya itu tapi dia tidak terlalu memperdulikan orang itu. "Nathan?" gumannya di dalam hati.
"Oiya gw lupa ngenalin lo sama dia" ucap ara.
"Nat" panggil ara Sheyla pun menatap ke arah mata ara menatap.
"Hmm" jawab nathan.
"Sini" ucap ara. nathan menghampiri ara.
"kenapa?" tanyanya. sheyla terkejut karna benar dengan apa yang ia pikirkan bahwa nathan yang di maksud ara ialah nathan mantan pacarnya.
"Sheyla bang fikri kenalin ini nathan.....nathan kenalin ini Sheyla ini bang fikri pacarnya sheyla" ucap ara sambil memperkenalkan nathan dan juga Sheyla. Nathan dan sheyla hanya saling menatap fikri yang melihat Sheyla dan juga nathan saling menatap sedikit tak suka dan memegang bahu sheyla hingga Sheyla tersadar begitupun nathan.
"Nathan" ucap nathan memperkenalkan diri kepada Sheyla begitupun dengan Sheyla.
"Nathan" ucap nathan memperkenalkan diri keadaan fikri begitupun dengan fikri.
"Ini yang bakal makan makanan lo.....dia dari semalem gak makan kayaknya......lo mau kan makan makanan yang di bawa Sheyla?" tanya ara. Nathan tidak langsung menjawab perkataan ara.
__ADS_1
"Kan gw buatinnya buat lo" ucap sheyla.
"Lo mau gw sakit perut karna makan banyak?......gw tadi udah makan si nathan yang belum makan" ucap ara sambil menunjuk ke arah nathan. sheyla tidak menjawab perkataan ara dia hanya menatap ke arah nathan dan itu membuat ara bingung.
"Kalian kenapa ngeliat satu sama lain kayak gitu? kalian udah saling kenal?" tanya ara menatap ke arah nathan fikri dan juga Sheyla secara bergantian.
"Dia...." ucap sheyla terpotong saat fikri menarik pelan tangannya karna mereka sudah telat untuk pergi ke toko cincin.
"Kenapa?" tanya sheyla bingung kepada fikri nathan dan juga ara hanya melihat ke arah mereka.
"Kita udah telat ini......ayo" ajak fikri. ara sedikit bingung karna dia tidak tau saudarinya itu mau kemana.
"Mau kemana?" tanya ara.
"Kita mau beli cincin buat tunangan abis gw selese wisuda" ucap sheyla.
"Lo mau tunangan gak bilang bilang sama gw....yaudah sana pergi aja" ucap ara kesal dan mendorong Sheyla.
"Lo ngusir gw" bentak sheyla tapi ara tidak mengubris perkataannya.
"Yaudah gw pergi dulu......nanti gw wisuda lo harus dateng" ucap sheyla.
"Iyaa" ucap ara.
"Janji" ucap sheyla sambil menyodorkan jari kelingkingnya kepada ara dan ara menerimanya.
"Iya janji" ucap ara datar.
"Yaudah gw pergi dulu" ucap sheyla sambil mencium pipi adiknya itu tapi ara tidak menjawab dan Sheyla pun keluar dari ruangan itu dan pergi meninggalkan rumah sakit untuk pergi ke toko cincin.
nathan dan ara hanya menatap kepergian Sheyla dan juga fikri. ara menatap ke arah meja yang di dekat sofa dan dia teringat akan makanan yang di bawa oleh sheyla dia pun ingin turun.
"Eh lo mau kemana?" tanya nathan.
"Gw mau kesana mau liat aa makanan yang di bawa si nenek lampir" ucap ara dan berjalan menuju ke meja tersebut. nathan hanya melihat apa yang di lakukan oleh ara.
Ara berdiri di dekat meja itu karna dia kesulitan untuk duduk. ara melihat rantang yang sempat Sheyla bawa tadi dan pandangannya teralihkan oleh bunga yang sempat Sheyla bawa. "Ngapain lagi bawa bunga" ucap ara sambil tertawa kecil dan mencium bunga itu. setelah itu dia letakkan lagi bunga itu dan mengambil rantang yang di bawa oleh Sheyla dan membawa ke ranjangnya karna nathan masih duduk di sana.
__ADS_1