Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Gw pikir setan


__ADS_3

Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di ruangan yang mereka tempati terlihat Erina nita yang sedang menunggu ara dan nathan sedangkan bi nur dan mang mamat sudah pulang begitupun dengan Vino dan andre yang tadi berpamitan dengan nita untuk pulang sedangkan Andita masih nyaman dengan tidurnya.


Nita dan Erina yang mendengar suara pintu terbuka langsung melihat ke arah pintu dan terlihat ara dan nathan datang bersama. Nita menghampiri ara dan nathan di ikuti oleh Erina. "Kamu dari mana aja sayang......bunda hawatir banget sama kamu" ucap nita sambil memeluk tubuh ara dan membelai lembut rambutnya.


Ara sedikit kaget karna dia jarang sekali di peluk oleh seorang ibu dan bisa di katakan tidak pernah karna dari dulu orang tuanya memang tidak pernah memperdulikannya dan sejak kecil ara hanya di urus dan di peluk oleh bi nur. seketika air mata ara menetes bahagia dan membalas pelukan dari nita.


Tidak ada satu orangpun yang menyadari bahwa ara menangis bahkan Erina sekalipun. Nita yang melihat ara tidak menjawab perkataannya pun langsung bertanya kembali. "Nak" ucap nita. dengan cepat ara menghapus air matanya dan menjawab.


"Iya tante" jawab ara yang sudah melepaskan pelukannya dari nita.


"Jangan panggil tante.....panggil bunda sama kayak Erina" perintah nita. ara pun menatap ke arah Erina dan Erina hanya tersenyum dan mengangguk.


"Iya bunda" ucap ara dengan senyuman. Nita tersenyum bahagia karna ara menuruti dan memanggilnya bunda karna hanya orang orang tertentu yang dia bolehkan untuk memanggilnya bunda.


Nita menatap lekat ke wajah ara dan mata ara terlihat sedikit sembab. "Mata kamu kenapa sembab nak?" tanya nita kepada ara sambil memegang kedua pipi ara.


"Enggak kok bun....ara gapapa" jawab ara sambil tersenyum.


"Kamu udah makan?" tanya nita.


"Udah kok bun" jawab ara sambil memaksakan senyumannya.


Ara melihat ke sekeliling ruangan dan matanya berhenti ketika melihat Andita yang tak kunjung bangun dari tidurnya. "Si Andita belum bangun juga?" tanya ara kepada Erina dan Erina hanya menggelengkan kepala.


"Jam berapa sekarang?" tanya ara kepada Erina.


"Gak tau.....gw gak pake jam" jawab Erina datar.


"Kan lo punya ponsel bego" ketus ara.


"Ponsel gw mati" jawab Erima yang tak mau kalah. Sedangkan nathan yang memakai jam tidak berniat untuk memberitahu sekarang jam berapa. Ara yang ingat jika nathan memakai jam pun langsung melihat ke arah nathan.


"Kenapa?" tanya nathan ketus karna heran akan ara yang melihatnya dengan tatapan geram.


"Jam berapa?" tanya ara ke nathan.

__ADS_1


Nathan pun langsung mengangkat dan melihat jam yang ada di tangannya. "Jam 06:25" jawab nathan dengan menatap ke arah ara.


"Punya jam gak nyaut" Bisik ara tapi terdengar oleh nathan.


"Apa lo bilang" ucap nathan dengan membesarkan matanya ke arah ara.


Ara tidak memperdulikan nathan yang berbicara kepadanya dia mencari keberadaan bi nur tapi tidak menemukannya. ara yang tidak melihat bi nur di sisi ruangan pun langsung bertanya kepada Erina. "Bibi kemana Er?" tanya ara kepada amel.


"Tadi bi nur pamit pulang sama mang mamat.....katanya mau masak buat lo" jawab Erina. sedangkan ara mengangguk mengerti.


Ara berjalan ke arah Andita dan membangunkan Andita. "Andita.....bangun" ucap ara sambil mengguncang tubuh Andita supaya Andita bangun Tapi Andita hanya menggeliuk karna tidurnya di ganggu. Ara yang sedikit kesal karna Andita tak kunjung bangun pun tidak menyerah untuk membangunkan Andita.


"Anditaa......bangunn" ucap ara dengan mengguncang kasar tubuh Andita menggunakan tangan kirinya.


Wajah ara tertutup oeh rambut panjangnya akibat dia menunduk untuk membangunkan Andita. Andita yang merasa kesal langsung membuka matanya dan betapa kagetnya dia melihat rambut ara yang panjang menjuntai di depan wajahnya. "Aaaaaaa" pekik Andita dan langsung mendorong ara.


"Auuu" rengek ara kesakitan karna tangan kanannya sedikit terbentur.


Nathan nita dan Erina yang melihat ara terjatuh pun langsung menghampiri ara dengan kekhwatiran. "Kamu gapapa nak?" tanya nita kepada ara sambil membantu ara bangun dari duduknya itu.


"Ayo" ucap nathan. ara sedikit kaget karna nathan tiba tiba menggandengnya dan menuntunnya ke tempat tidur.


Sedangkan Erina marah kepada Andita karna Andita tidak sengaja mendorong ara. "Lo kenapa dorong si ara bego" ketus Erina kepada Andita.


"Ya gw kaget tadi.....gw pikir setan" jawab Andita santai.


"Lo gapapa ra?" tanya Andita dari tempat duduknya.


"Gw gapapa" jawab ara ketus tapi menahan sakit di tanganya. andita langsung berdiri dan berjalan ke arah ara.


"Gw minta maap.....abisnya lo sih ngagetin gw aja.....gw pikir setan tadi" ucap Andita kepada ara.


Ara yang sedikit kesal karna dia di bilang setan langsung marah kepada Andita. "Orang cantik gini di bilang setan......emang ada setan secantik gw" ketus ara kepada Andita dan membenarkan posisi duduknya.


"Makanya kalo rambut panjang tuh di iket bego" ketus Andita kepada ara.

__ADS_1


"Ini gak rambut panjang gak di iket mana nutupin muka lagi...kan mirip setan" sambung Andita dengan meletakkan posisi rambutnya ke wajahnya.


"Udah ah kalian jangan ribut mulu" bentak Erina dan menghentikan perdebatan ara dan elin.


"Maap" ucap ara dan Andita bersamaan. Seketika ruangan tersebut hening karna tidak ada yang ingin berbicara. ara ingat jika dia membangunkan Andita dari tidur ialah untuk menyuruh Andita dan Erina sekolah karna hari ini hari senin dan sebentar lagi mereka ujian kenaikan kelas.


"Eh kalian berdua gak sekolah?......kan bentar lagi mau ujian akhir sekolah" ucap ara dan memecahkan keheningan di rungan tersebut.


"Gak ah gw mau disini" jawab Andita kepada ara.


"Gw juga....lagi pula ujiannya 2 bulan lagi" sambung Erina.


"Kalian harus sekolah kan bentar lagi mau ujian kelulusan sekolah" jawab ara kepada Erina dan Andita.


"Kan ada lo bego" jawab Andita sedangkan Erina menganggukan kepala. karna mereka selalu bekerja sama saat ujian tapi tetap saja ara yang selalu mendapat peringkat di antara mereka bertiga.


"Kalian mau sampe kapan mau nyontek trus hah? ini UN bukan ujian kenaikan kelas" bentak ara kepada Andita dan Erina.


"Kan lo sakit gak mungkin kita ninggalin lo ya kan dit" sambung Erina.


"Tau ara nih.....mana mungkin kita sebagai sahabat lo ninggalin lo sendiri di sini" sambung Andita sedikit kesal.


"Udah kalian jangan hawatirin gw.....gw gapapa sendiri" Jawab ara sambil menyenderkan tubuhnya ke tempat tidur.


Erina dan Andita sedikit kesal langsung membantah. "Kita gak mau" bantah Andita dan erina bersamaan. ara langsung duduk dan melihat sedikit kesal karna Erina dan Andita tidak mendengar ucapanya.


"Udah sana kalian sekolah" ucap ara sambil mendorong Erina dan Andita untuk pergi.


"Kita gak mau" jawab Andita


"Buat apa kita sekolah kalo kita punya lo yang bisa ngajarin kita" ketus Erina kepada ara.


Ara tambah kesal akan jawaban Erina. "Udah sana sekolah.......gimana mau pinter kalo kalian gak sekolah hah" usir ara kepada Erina dan Andita dengan nada yabg meninggi.


"Kan lo bisa ngajarin kita sampe pinter" jawab Andita sambil tersenyum.

__ADS_1


Sedangkan nathan dan nita hanya melihat mereka bertiga berdebat.


__ADS_2