
Ara mengatur nafas nya dengan pelan tanpa di sadari oleh Nathan dan dia pun melebarkan senyuman nya. "Kau sudah bangun?" tanya Ara kepada Nathan dengan melebarkan senyuman paksa nya kepada sang suami, Nathan yang mendengar suara sang istri pun langsung mematikan ponsel nya dan mengalihkan tubuh nya ke belakang.
"Em?" tanya Nathan yang sedikit gelagapan akibat takut sang istri melihat apa yang ia lihat dan mendengar apa yang ia dengar.
"Apa yang kau sembunyikan itu?" tanya Ara kepada sang suami.
"Ah tidak, Aku tidak menyembunyikan apa apa" jawab Nathan dengan senyum yang melebar menatap sang istri. Ara kembali melebarkan senyuman nya menatap sang suami meskipun itu senyum paksa.
"Oh, Yasudah aku akan ke bawah" ucap Ara dengan senyum yang melebar menatap sang suami dan langsung melanjutkan jalan nya, Saat dia melanjutkan perjalanan nya saat itu juga senyum di wajah nya memudar saat mengingat apa yang ia lihat tadi.
Nathan yang melihat sang istri sudah berlalu pun kembali mengambil ponsel nya. "Aku akan mencari bukti sendiri" guman Nathan yang geram saat melihat poto yang di kirimkan Delina kepada nya.
Ara menuruni anak tangga menuju ke bawah dengan perasaan kecewa, Wajah wanita itu nampak murung saat menuruni anak tangga, Saat sampai di bawah dia langsung mengubah ekspresi wajah nya menjadi tersenyum dan saat sampai di bawah dia tidak menemukan siapa siapa. "Nona" sapa bi Imah kepada Ara. Ara melebarkan senyuman nya tanpa menjawab tapi senyuman itu nampak tulus ia keluarkan untuk bi Imah.
"Lebih baik aku berlari saja pagi ini" ucap Ara dengan senyum yang melebar dan berharap dengan dirinya menyibukkan diri akan bisa menghilangkan pikiran nya meskipun sejenak. Ara kembali ke atas dan masuk ke dalam kamar nya, Saat masuk ke dalam kamar dia melihat sang suami sedang menganakan pakaian olahraga.
"Mau kemana?" tanya Ara kepada suami nya itu.
__ADS_1
"Berkeliling komplek sebentar" jawab Nathan tanpa menatap suami nya itu, Ara tidak menjawab nya dan mengambil sepatu milik nya dan mengenakan nya.
Nathan yang tidak mendengar suara istrinya lagi pun langsung menoleh ke dekat ranjang dan melihat sang istri sedang mengikat rambut dan sudah mengenakan sepatu. Nathan berjalan mendekat ke arah sang istri, "Kau sendiri mau kemana?" tanya Nathan kepada sang istri dengan menatap lekat sang istri yang sedang mengikat rambut itu.
"Berlari mencari kebenaran" jawab Ara datar dan setelah itu dia langsung berlalu dari sana dan keluar dari kamar nya. Nathan hanya menggelengkan kepala karna menurutnya istrinya itu sedang bergurau kepada nya makanya dia hanya menggelengkan kepala dan setelah itu dia langsung menyusul sang istri. Saat dia sampai di bawah dia sudah tidak menemukan siapa siapa lagi begitupun sang istri.
"Di mana bunda dan ayah bi?" tanya Nathan kepada bi Imah.
"Nyonya dan tuan tadi kembali ke kamar katanya ingin bersiap untuk berangkat ke amerika hari ini" jawab bi Imah. Nathan mengangguk mengerti dan setelah itu dia langsung berlalu dan berjalan keluar dan memulai berlari nya.
"Bibi dan paman hari ini berangkat ke amsterdam" ucap Ara yang baru teringat jika Kya dan Rizal pagi ini berangkat ke amsterdam, Ara pun langsung berlari kecil menuju ke rumah kakek nya. Sesampai di sana dia langsung melihat Kya dan Rizal yang sudah ingin berangkat ke amsterdam.
"Kalian berangkat hari ini?" tanya Ara kepada paman dan bibinya itu secara tiba tiba. Kya dan Rizal menoleh ke arah suara dan melihat keponakan kecil nya yang mengeluarkan suara tadi.
"Hem, Paman dan bibi akan berangkat sekarang" jawab Kya sambil melebarkan senyuman nya kepada Ara.
"Ara mau ikut antar kalian" ucap Ara dengan memelaskan wajah nya dan berharap di izinkan.
__ADS_1
"Yasudah ayo" ucap Kya yang menerima tawaran keponakan nya itu. Ara tersenyum dan langsung masuk ke dalam mobil bagian samping kemudi sedangkan Kya, Rizal dan Rafael duduk di belakang, Sopir pun langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke bandara.
"Suami mu mana nak?" tanya Rizal kepada Kya.
"Dia di rumah" jawab Ara sambil melebarkan senyuman nya kepada paman dan bibi nya itu supaya mereka mengira jika dirinya baik baik saja.
"Sini duduk dekat Onty" ucap Ara kepada Rafael, Rafael mengiyakan nya dan berpindah duduk di atas pangkuan Ara. Ara dan Rafael bermain tepuk tangan dan membuat mobil itu ramai akan kelakuan mereka berdua sampai lah mereka di bandara mobil itu ramai.
"Sudah sampai" ucap Ara kepada Rafael dengan senyum yang mengembang karna ada nya Rafael menghilangkan sedikit pikiran nya dari Nathan. Rafael, Kya dan Rizal turun dari mobil begitupun dengan Ara dan sopir taxi itu.
Sopir taxi tadi langsung menurunkan barang barang Kya dan Rizal, Ara memeluk mereka bertiga dengan sangat erat seperti tidak ingin berpisah dan seperti orang akan bertemu untuk terakhir kali nya. "Jaga diri baik baik nak" ucap Rizal dengan senyum yang melebar menatap keponakan nya itu dan langsung mencium pucuk kepala keponakan nya itu, Ara mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar menatap Rizal, Kya ikut mencium Ara dan Ara pun juga memeluk Kya dan mencium Rafael, Sudah melepaskan perpisahan Kya dan yang lain berjalan memasuki bandara itu, Ara melambaikan tangan nya kepada mereka dengan senyum yang melebar dan setelah itu dia kembali masuk ke dalam taxi bagian belakang begitupun dengan sopir taxi itu.
Setelah mereka berdua masuk, Sopir taxi itu langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Nathan bukan ke rumah kakek Ara. Sesampai di rumah Ara belum turun dari mobil karna dia melihat wanita yang sama di kantor suami nya sedang ada di rumah sang suami. "Wanita itu" guman Ara yang kembali teringat akan poto yang ia lihat tadi pagi.
Ara berusaha mengatur perasaan nya supaya baik baik saja dan setelah itu langsung keluar dari taxi itu dan berjalan mendekat ke arah sang suami dan Delina. Ara hanya menoleh sekilas ke arah mereka berdua dan setelah itu langsung berlalu masuk ke dalam rumah tapi dengan segera Nathan menarik tangan sang istri.
"Dari mana kau?" tanya Nathan datar kepada sang istri karna sedari tadi dia mencari sang istri tapi saat mencari sang istri dia biasa saja dan sekarang dia malah menunjukkan wajah datar saat Delina datang mungkin karna amarah nya dengan Delina makanya dia bersikap datar kepada istri nya itu.
__ADS_1