Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Besok?


__ADS_3

"Lo belum mau ganti baju?" tanya Ara yang melihat Nathan masih memegang ponselnya dan tersenyum melihat ponsel itu ntah kenapa dia tersenyum itu.


"Nunggu kamu lah...emang kamu mau bareng ganti bajunya?" tanya Nathan dengan mendekatkan tubuhnya dengan Ara.


Ara nampak sedikit takut dan berlalu meninggalkan suaminya yang masih berdiri melihatnya. "Iiihh" ucap Ara berbisik ngeri dan langsung turun dari kamarnya untuk makan siang.


"Hey anak bunda" sapa Nita saat Ara turun dari atas. Ara hanya membalasnya dengan senyuman karna dia bingung ingin menjawab apa.


"Nathan mana sayang?" tanya Nita.


"Masih di atas" jawab Ara dan langsung menyantap makanannya yang sudah ia siapkan sendiri.


"Bunda...ayah" sapa Nathan saat sampai di bawah dan langsung mendudukkan tubuhnya di samping istrinya itu. Sedangkan Alfin tidak terlihat di ruang makan itu.


"Kenapa lama banget?" tanya Andre.


"Abis ganti baju" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya.


"Mau makan apa?" tanya Ara lembut karna dia tidak mau jika Nita dan juga Andre kecewa akan dirinya.


"Apa aja" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya. Nita dan Andre saling menatap dan melebarkan senyumannya saat melihat keharmonisan di keluarga kecil anaknya itu padahal kenyataannya tidak.


Setelah memasukkan makanan untuk Nathan Ara langsung memberikan piring yang berisikan makanan itu kepada Nathan.


Beberapa menit mereka makan dan akhirnya sudah. Ara membantu bi Imah untuk membersihkan piring meskipun tadi sudah di larang tapi dia bersi keras untuk membersihkan bekas makan itu.


"Bunda..Ayah" panggil Nathan saat mereka sudah duduk di ruang keluarga.


"Hmm" jawab Andre dan menghentikan minumnya.


"Nathan sama Ara mau ke amerika besok" ucap Nathan.


"Kenapa cepet banget?" tanya Nita.


"Ara kan masih kuliah di sana dan dia juga di sibukkan dengan urusan kuliahnya dan Nathan juga banyak kerjaan disana" jelas Nathan.

__ADS_1


"Bunda sama ayah ikut" jawab Nita. Ara baru saja sampai dan langsung mendudukkan tubuhnya dis samping Nathan sambil menyodorkan kopi yang ia buat tadi untuk Nathan.


"Kamu masih ada urusan di amerika sayang?" tanya Nita menatap lekat wajah Ara. Ara sedikit bingung dan menatap ke arah Nathan. Nathan hanya mengangguk mengiyakannya.


"Iya bun kan Ara masih kuliah" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Kalo bunda sama ayah ikut kalian ke amerika boleh?" tanya Nita. mata Ara membulat sempurna dan menatap ke arah suaminya.


"Pasti dia yang suruh bunda ikut" guman Ara menahan emosinya.


"Ara sih gapapa bun" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Yaudah besok bunda ikut kalian ya" ucap Nita.


"Besok?" tanya Ara bingung.


"Iya...tadi Nathan bilang kalo kalian mau ke amerikanya besok" jelas Nita. Ara menatap Nathan dengan rahang yang mengeras akibat menahan amarahnya dengan suaminya itu dan setelah itu kembali menatap Nita.


"Hehe iya deh bun" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Udah sore kalian gak mau istirahat atau bersihin tubuh?" tanya Nita saat melihat jam sudah menunjuk pukul lima sore.


"Yaudah bun kita ke atas dulu ya" pamit Ara karna dia ingin sekali memarahi Nathan. Nita mengiyakannya dan setelah itu Ara dan Nathan langsung masuk ke dalam kamar mereka.


Nathan terlebih dahulu membersihkan tubuhnya sedangkan Ara hanya duduk menahan emosinya di sudut tempat tidur di dalam kamar itu.


Nathan keluar dari kamar mandi dan matanya langsung tertuju kepada istrinya yang sedang duduk dan memainkan ponsel di sudut tempat tidur. "Mandi aja hampir satu jam" ketus Ara sambil berjalan ingin masuk ke dalan kamar mandi dan dengan sengaja menyenggol bahu Nathan.


"Belum sampe juga satu jam" bantah Nathan yang tak terima.


Brakkk..


Ara membanting keras pintu kamar mandi itu dan mengunci pintu itu mungkin karna emosinya bekum bisa dia limpahkan kepada Nathan. "Kenapa?" teriak Nathan.


"Mau ngintip gue mandi lo hah?" teriak Ara. Nathan tidak menjawab perkataan istrinya itu dan langsung berlalu untuk mengenakan celana karna dia hanya mengenakan kaos dan juga handuk yang melilit di pinggangnya.

__ADS_1


Di dalam kamar mandi Ara yang tidak mendengar suara Nathan lagi dan mendengar suara orang berjalan sudah menjauh langsung merendam tubuhnya di bath up kamar mandi itu. Dia memejamkan matanya di dalam bath up yang sudah terisi air itu.


"Gue belum minta izin nikah sama Nathan tapi kenapa dia minta pulang ke amerika besok?" ucap Ara dan kembali emosi akan suaminya itu.


Setelah beberapa menit merendahkan tubuhnya Ara langsung mengenakan pakaiannya di dalam kamar mandi itu dan setelah itu keluar dengan handuk yang melilit di kepalanya karna mengeringkan rambutnya yang basah.


Saat keluar Ara langsung melihat suaminya yang juga melihatnya dan setelah itu dia langsung berlalu masuk ke dalam rung ganti tanpa memperdulikan suaminya itu yang sedari tadi menatapnya.


Ara mengunci ruang ganti itu dan melaksanakan sholat magrib di dalam itu sedangkan Nathan sudah melaksanakan sholat nya berjamaah dengan orang orang yang ada di rumahnya itu.


Setelah sedikit berdoa dan mencurahkan isi hatinya dengan yang maha kuasa Ara langsung keluar. Pemandangan yang sama ia lihat saat keluar dari ruang ganti itu.


Ara kembali mengabaikan suaminya itu dan memilih untuk menonton tv dan duduk di ayunan bulat yang ada di dalam kamar itu. "Hey kamu kenapa?" tanya Nathan. Ara tidak menjawabnya dan kembali fokus ke tv yang sedang ia tonton.


"Ayo kita ke bawah bunda suruh kita makan" ajak Nathan.


"Gue gak laper" jawab Ara datar.


"Mau aku bawain makanan kesini?" tanya Nathan menatap lekat wajah istrinya itu.


"Gak denger?" ketus Ara. Nathn langsung keluar dari kamarnya.


"Bunda kalian makan duluan aja Ara sama Nathan gak makan" teriak Nathan.


"Kenapa?" tanya Andre yang ikut berteriak.


"Kita belum laper" jawab Nathan.


"Bilang aja betah di kamar makanya gak mau keluar" jawab Vino. Nathan tidak menjawab perkataan Vino dan langsung masuk kembali ke dalam kamar dan menatap lekat wajah istrinya itu.


Ara sama sekali tidak memperdulikan suaminya itu karna masih marah dan dia tidak mau mengtakannya kepada Nathan. Nathan memilih untuk beranjak dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan mata yang selalu mengawasi istrinya itu.


"Dia kenapa?" guman Nathan bingung dan terus menatap ayunan yang di duduki oleh istrinya itu.


Jam sudah menunjuk pukul 20:54 tapi Ara belum juga beranjak dari sana dan mata Natahn juga tidak henti hentinya memperhatikan istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2