Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Kuat banget


__ADS_3

Hikssss.....hikssss....


Tangis ara pun seketika pecah saat dia memandangi batu nisan dewa.


"Kak dewa" ucap ara sambil memeluk kuburan dewa. Erina dan Andita yang tau jika ara sedari tadi menahan tangisnya pun langsung memeluknya.


"Ra lo yang sabar" ucap Erina.


"Iya ra....lo kan juga belum sembuh total" sambung Andita.


"Hati gw sakit Er....hati gw sakit" ucap ara sambil menangis histeris.


Nathan sudah berada di dekat makam dewa tapi langkahnya terhenti saat melihat ara sedang menangis. "Tadi dia gak nangis kok sekarang jadi nangis?" bisik nathan kepada diri sendiri.


"Nat lo kenapa berhenti?" tanya Vino yang melihat nathan berhenti tapi nathan tidak memperdulikan Vino. Vino merasa kesal karna nathan tidak menanggapi pertanyaannya pun langsung berjalan dan ingin menuju ke dekat ara dan temannya.


Tapi langkah Vino terhenti karna nathan menarik baju Vino. "Kenapa" tanya Vino.


"Kita di sini aja" perintah nathan dan Vino hanya mengikuti apa yang di katakan oleh nathan.


"Mereka lagi ngapain nat?" tanya Vino.


"Mana gw tau" ucap nathan.


"Itu si ara nangis?" tanya Vino tapi nathan tidak menjawab.


"Kuat banget tu si ara dia bisa nahan air matanya di depan orang banyak" puji Vino.


"Jarang loh buat nemu cewe kek gitu" ucap nathan dengan senyuman dan tanpa sadar dia mengucapkannya tadi.


"Cewe yang bisa nahan nangis itu bukan luat tapi dia lemah, Dia gak bisa ngeluarin emosi nya di depan banyak orang" Nathan Adijaya.


Vino hanya menatap kaget ke arah nathan karna Vino tau betul seorang Nathan Adijaya tidak mudah memuji seseorang apa lagi wanita. "Nat kayaknya lo udah mulai suka sama ara" ejek Vino. nathan langsung tersadar.


"Gw mikirin apa sih" guman nathan.


"Lo ngomong apa sih mana mungkin gw suka sama dia" ucap nathan.


"Kak kakak kenapa ninggalin ara kak" ucap ara dengan nada tinggi dalam keadaan masih menangis. nathan dan Vino yang berada tidak jauh dari mereka bertiga pun langsung menoleh ke arah mereka bertiga.


"Ra jangan gitu lo harus kuat" Erina mencoba menenangkan ara.


"Gimana gw bisa kuat Er, Dit kak dewa orang satu satunya yang bikin gw kuat tapi dia malah ninggalin gw.....cuma dia yang sayang sama gw Er" ucap ara yang masih menangis.


Nathan dan Vino masih bisa mendengar suara mereka bertiga. "Enggak ra enggak masih banyak orang yang sayang sama lo" ucap Erina.


"Iya ra kita sayang sama lo....mami sama papi juga sayang sama lo....lo masih punya kita....kak Sheyla sayang banget sama lo ra" ucap Andita yang mencoba menenangkan ara. ara seketika tertawa mendengar perkataan Andita.

__ADS_1


"HAHAHA... mami sama papi sayang sama gw?" ucap ara sambil tertawa dan berdiri melihat ke arah Erina dan Andita.


"Lucu lo" sambung nya lagi.


"Iya ra mereka sayang sama lo" ucap Erina.


"Mereka gak pernah sayang sama gw er" ucap ara dengan tangisan yang semakin menjadi jadi dan terduduk di depan Erina dan Andita.


"Mereka sayang sama lo ra" ucap Andita.


"Mana buktinya kalo mereka sayang sama gw hah?" tanya ara yang melihat makam dewa.


"Semua kemauan lo.....semua kebutuhan lo pasti mereka turutin ra....mereka sayang sama lo" ucap Andita lagi.


"Hah.. gw gak butuh itu.....gw gak butuh itu....yang gw butuhin kasih sayang Dit kasih sayang" bentak ara.


"Mereka sayang sama lo ra...orang tua mana sih yang gak sayang sama anaknya" ucap Erina.


"Orang tua gw gak sayang sama gw er....buktinya mereka gak ada kan yang ngejenguk gw dari tadi dan sampe sekarang... dan mereka lebih mementingkan bisnis mereka dari pada gw....mereka gak peduli sama gw....mereka cuma peduli sama Sheyla bukan gw" ucap ara dengan air mata yang mebasahi pipinya.


"Kasian juga si ara pantesan dia histeris banget waktu dewa ninggalin dia...itu berarti sebab nya" ucap Vino sedangkan nathan hanya menatap ke arah mereka bertiga.


Ara yang tidak kuat lagi menahan sakit di kepalanya pun langsung tak sadarkan diri di atas makam dewa. "Ra" ucap Erina. nathan yang melihat ara pingsan pun langsung menghampiri nya.


"Dia kenapa?" tanya nathan.


"Kak tolongin ara" pinta Erina dan Andita. dengan sesegera mungkin nathan menggendong ara menuju mobil sedangkan Vino sudah di suruh oleh nathan untuk mengendarai mobil. nathan tidak melepaskan ara dari pelukannya dia tampak hawatir karna wajah ara keliatan pucat dan sembab. dengan segera Vino melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


"Yaudah lo tenang" ucap Erina.


Sesampai di rumah sakit nathan langsung membawa ara ke dalam rumah sakit tersebut. "Dok tolongin dia" perintah nathan. dan suster pun langsung membawa ara ke dalam ruangan. Vino yang melihat nathan yang sangat hawatir terhadap ara pun bertanya.


"Nat lo sehawatir itu sama ara?" tanya Vino.


"Enggak mana mungkin gw hawatir sama dia" ucap nathan.


"Kak ara dimana?" tanya Erina kepada Vino.


"Ara masih di periksa dokter" jawab Vino.


"Pasti ara kecapean er mana dia belum makan dari kemaren" ucap Andita.


"Kalian gak ngasih dia makan?" tanya nathan.


"Bukan gak ngasih kak tapi aranya gak mau makan" ucap Andita.


Tidak lama kemudian dokter yang memeriksa ara pun keluar dan di ikuti oleh seorang suster. "Dok gimana keadaan temen saya" tanya Andita.

__ADS_1


"Jahitan di dahinya terbuka dan harus di jahit kembali" jelas dokter.


"Lakukan yang terbaik dok" ucap nathan.


"Baik kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien....kalo begitu saya permisi" ucap dokter. nathan dan yang lain hanya mengangguk.


Nita mencari nathan ke sudut sudut ruangan yang ada di rumah Dania tapi dia tidak menemukan nathan maupun Vino. "Kamu cari apa nit?" tanya Dania yang heran karna sedari tadi nita seperti mencari cari sesuatu.


"Nathan sama Vino kok gak keliatan ya mbak?" tanya nita.


"Mungkin pulang ke rumah" ucap Dania.


"Tapi tadi bibi telpon dia nanya kalo kita pulang apa gak aku bilag gak trus aku tanya sama bibi nathan ada di rumah apa gak....trus bibi bilang gak" jelas nita.


Dania ikut bingung dan ikut membantu mencari nathan tapi tetap tidak ketemu.


"Kamu udah coba telpon nathan atau Vino?" tanya Dania.


"Nathan udah tapi kalo Vino belum" ucap nita.


"Yaudah coba telpon Vino" ucap Dania dan nita langsung mengambil ponsel miliknya dan menelpon Vino.


Dokter yang ingin menjahit luka di kepala ara sudah datang danlangsung masuk kedalam ruangan sedangkan nathan dan yang lain di suruh menunggu di luar.


Drittttt.....dritttt


Suara ponsel Vino dan Vino yang merasa ponselnya berdering langsung mengambilnya dan melihat ada panggilan dari bunda. "siapa?" tanya nathan.


"Bunda" jawab Vino.


"Kenapa bunda telpon?" tanya nathan.


"Ya mana gw tau kan gw belum angkat" ketus Vino.


"Yaudah sono angkat" ucap nathan.


Vino pun dengan cepat mengangkat telpon dari bunda nya tersebut lebih tepatnya bunda angkat.


"Halo bunda" ucap Vino.


"Halo Vino..kalian di mana?" tanya nita.


"Vino di rumah sakit bun" ucaap Vino.


"Siapa yang sakit?....nathan sama kamu kan?" tanya nita.


"Ara sakit bun....nathan ada juga kok di sini" ucap Vino

__ADS_1


"Ara kenapa?......bunda dari tadi telpon nathan tapi gak di angkat" sewot nita.


"Ara tadi pingsan di makam dewa terus kita bawa ke rumah sakit deh bun" jelas Vino.


__ADS_2