Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Tapi


__ADS_3

"Tapi kan, Kita tadi malam rencana nya ingin menemui Sheyla" ucap Ara dengan wajah kesal nya menatap kepala sang suami.


"Kamu tadi malam nampak sangat kelelahan makanya aku tidak membangunkan mu" jawab Nathan dan kembali mengusapkan hidung nya ke leher putih istri nya itu.


"Tapi kan aku ingin bertemu dengan Sheyla tidak apa apa kamu membangunkan ku" ucap Ara dengan menatap suami nya itu.


"Nanti saja kita ke sana, Tidurlah kembali ini masih sangat pagi" ucap Nathan. Ara menatap ke arah jam yang ada di dalam kamar nya itu dan jam sudah menunjuk pukul tujuh pagi.


"Ini sudah pas pagi nya bukan sangat pagi, Lihatlah jam sudah jam tujuh" jawab Ara dan ingin beranjak dari sana tapi Nathan tidak mengizinkan nya dan langsung memeluk erat tubuh wanita itu.


"Nathan lepaskan, Aku ingin mandi" ucap Ara dan memberontak supaya bisa lepas dari Nathan sang suami.


"Kamu mau kemana memang nya?" tanya Nathan dengan mata yang terpejam dan memeluk erat tubuh wanita itu.


"Aku ingin ke rumah Sheyla" jawab Ara dan kembali berusaha lepas dari Nathan tapi tidak bisa lepas.


"Nanti saja, Kita mandi bersama, Sekarang tidurlah lagi sebentar" jawab Nathan dan menarik tubuh mungil sang istri lagi dan mengunci kedua kaki wanita itu menggunakan kaki nya supaya tidak bisa kabur.


"Nathan" teriak Ara di telinga Nathan yang berada tepat di dekat bibir nya. Nathan yang mendengar itu pun langsung membuka mata nya dan menoleh ke arah istri nya yang sedang berusaha lepas itu.


"Kamu berteriak memanggil nama ku?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah wanita yang sedang berada di samping nya itu.

__ADS_1


"Kamu tuli" ketus Ara dengan wajah kesal nya menatap suami nya itu. Nathan beranjak dan menaiki tubuh sang istri dan menatap lekat wajah wanita itu dengan senyum yang melebar.


"Mau apa kamu?" tanya Ara dengan wajah sedikit takut saat melihat wajah sang suami yang tersenyum kepada nya dan menatap lekat wajah nya itu. Nathan kembali tersenyum saat melihat raut wajah sang istri tercinta yang tengah berada tepat di bawah nya itu.


"Astaga, Kenapa dengan ku ini?" guman Ara karna takut akan tatapan Nathan yang sangat tajam kepada nya.


"Kamu tidak boleh takut" guman Ara kembali dan ingin memukul sang suami dengan menggunakan tangan nya tapi apalah daya dia wanita yang tidak terlalu memiliki tenaga, Tangan nya langsung di tahan oleh Nathan karna Nathan sedari tadi memperhatikan wanita itu dan melihat tangan wanita itu terangkat dan dengan segera dia memegang dan menahan nya menggunakan salah satu tangan nya yang jauh lebih besar dari tangan Ara.


"Lepasin aku" ucap Ara dengan memelaskan wajah nya dan berharap Nathan akan melepaskan nya. Nathan kembali tersenyum melihat wajah menggemaskan sang istri.


"Sebentar saja" ucap Nathan dan langsung melahap mulut sang istri tanpa memberi jeda untuk istri nya itu berbicara, Ara tidak menolak nya dan mengikuti permainan sumami nya itu.


Dua jam mereka bergulat di atas ranjang akhir nya mereka sama sama mencapai kenikmatan. Nathan langsung memeluk tubuh mungil sang istri dengan nafas ngos ngosan begitupun dengan Ara yang juga tidak kalah ngos ngosan dari Nathan. "Terima kasih" ucap Nathan dan mencium pucuk kepala istri tercinta nya itu. Ara tidak menjawab nya dan hanya membalas senyuman Nathan tadi dengan senyuman kembali.


Ara melebarkan senyuman nya tanpa mengeluarkan kata apapun dan itu menandakan jika dia tidak marah dan Nathan tidak perlu meminta maaf. Nathan membalas senyuman sang istri dan langsung mencium pucuk kepala istri nya itu. Ara tersenyum saat Nathan mencium pucuk kepala nya dan Nathan pun langsung menenggelamkan kepala istri nya itu ke dada bidang nya, Ara sama sekali tidak menolak perlakuan suami nta itu.


"Aku harap kamu tidak akan meninggalkan ku" guman Ara dengan senyum yang melebar dan wajah yang menempel di dada bidang suami nya itu.


"Aku ke bawah terlabih dahulu" teriak Ara dari luar saat sudah selesai mandi dan sudah mengenakan pakaian lengkap sedangkan Nathan dia masih berada di dalam kamar mandi karna menunggu istri nya yang mandi lumayan lama itu.


"Iya" jawab Nathan dari dalam kamar mandi, Ara tidak melanjutkan ucapan nya dan berlalu keluar dari kamar dan menuruni anak tangga, Saat menuruni anak tangga dia melihat Nita dan Amel ada di bawah di ruang keluarga dan sedang asik bermain bersama Naila.

__ADS_1


"Pagi bunda" sapa Ara dengan senyum yang melebar menatap Nita. Nita dan Erina pun menoleh ke arah sumber suara.


"Pagi anak bunda" jawab Nita dengan melebarkan senyuman nya kepada Ara.


"Ini sudah hampir siang tidak pagi lagi" ucap Erina karna jam sudah menunjuk pukul sepuluh pagi.


"Maaf, Tapi ini juga masih pagi" ucap Ara dan mendudukkan tubuh nya di dekat Naila. Ara mengambil alih Naila dari Nita dan menggendong anak itu.


"Kamu tadi malam kenapa lari dari kamar tante hem?" tanya Ara dengan menatap lekat Naila yang ada di gendongan nya.


"Berjalan saja dia belum tau bagaimana ingin berlali" jawab Erina akan ucapan Ara yang tidak di lontarkan oleh Ara untuk nya itu.


"Aku tidak bertanya dengan mu" ketus Ara dengan nada sedikit pelan dan tidak tinggi karna takut menganggu Naila. Erina hanya menatap datar ke arah sahabat nya itu dan Ara kembali mengajak Naila untuk tertawa dan untung nya wanita itu mudah mengajak anak kecil tertawa.


"Oh iya, Tadi malam kamu mengambil Naila dariku?" tanya Ara kepada Erina dengan menatap Erina yang sedang menonton televisi itu. Erina tidak menjawab nya dan memilih diam dan menonton televisi.


"Hey jawab pertanyaan ku Erina" ucap Ara karna tidak mendapatkan jawaban dari Erina. Erina yang awal nya sedang fokus menonton televisi pun menoleh ke arah Ara.


"Ada apa?" tanya Erina kembali kepada Ara karna dia tidak terlalu mendengar dan memperhatikan Ara.


"Huh" Ara mendengus kasar saat Amel kembali bertanya kepda nya.

__ADS_1


"Aku tadi sudah menyampaikan pertanyaan kepada mu" ucap Ara yang malas mengulangi perkataan nya.


"Pertanyaan mana?" tanya Erina dengan menatap lekat Ara yang sedang menggendong anak nya itu.


__ADS_2