Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Apa boleh?


__ADS_3

Nathan menatap lekat wanita yang ada di hadapannya itu. "Kenapa kamu ngeliatin aku gitu?" tanya Ara heran kepada sang suami.


"Apa boleh?" tanya Nathan menatap lekat sang istri.


"Boleh apanya?" tanya Ara. ntah Ara memang tidak tau atau pura pura tidak tau maksud Nathan.


"Aku melakukannya" jawab Nathan. Ara langsung mengerti akan maksud sang suami. Nathan langsung ******* bibir sang istri dengan sangat rakus dan Ara menerima ******* itu dan malah dia membalasnya.


Tangan Nathan yang nakal turun untuk melepaskan pakaian sang istri tapi dengan segera Ara menepis tangan sang suami dan melepaskan ciumannya. "Ada apa?" tanya Nathan menatap lekat sang istri.


"Ini di panti dan kamar ini tidak kedap suara" jawab Ara karna dia tidak enak dengan orang panti jika dia melakukannya di sana. Wajah Nathan nampak kecewa akan jawaban sang istri tapi dia mengerti sang istri yang selalu berteriak jika melakukannya.


"Aku minta maaf" ucap Ara melihat wajah kecewa sang suami.


"Gapapa.aku ngerti kok, Yaudah ayo tidur balik lagi" jawab Nathan dan kembali memeluk sang istri dan akhirnya merekapun tertidur nyenyak.


04:46 azan subuh berbunyi Nathan dan Ara langsung terbangun dan mengambil wudhu setelah itu mereka melaksanakan sholat bersama dengan orang orang panti. Setelah selesai melaksanakan sholat Ara kembali ke dalam panti begitupun dengan Nathan yang ingin menepati janjinya.


"Jawaban lo yang gue periksa tadi malem hampir semuanya bener" ucap Ara saat melihat Barqi di ruang tamu yang sedang fokus kepada laptop.


"Makasih ya" jawab Barqi sambil melebarkan senyumannya sedangkan Nathan dia ke kamar Barqi untuk memeriksa matematika Barqi.


"Nathan mana?" tanya Barqi yang tidak melihat Nathan.


"Dia gue suruh ngoreksi jawaban matematika lo" jawab Ara. Barqi mengangguk mengerti dan kembali fokus ke laptopnya.


"Lo udah sampai di mana belajarnya?" tanya Ara.


"Lumayan jauh dan juga gue lumayan agak ngerti bahasa inggris" jawab Barqi.


"Sini gue uji sebatas mana lo belajar dari kemarin" ucap Ara dan menutup laptop milik Barqi dan menguji berbicara bahasa inggris dengan Barqi.


****


"Mana Ara sama kak Nathan?" tanya Erina yang belum menemui Ara ataupun Nathan di rumah mertuanya itu.


"Aku juga gak tau sayang" jawab Vino yang juga tidak tau.


"Nathan nyusul Ara di panti" jawab Nita.


"Kapan dia pergi bun?" tanya Vino.

__ADS_1


"Tadi malam" jawab Nita.


"Udah baikan mereka bun?" tanya Erina.


"Bunda juga gak tau sayang" jawab Nita sambil melebarkan senyumannya karna dia belum mendapatkan kabar dari Nathan maupun Ara.


"Semoga aja mereka udah baikan" ucap Erina penuh harap karna dia tau sang sahabat baru saja keluar dari kesedihannya.


"Semoga aja nak" jawab Andre sambil melebarkan senyumannya.


"Oiya yah bun nanti kita mau ke tempat Andita" ucap Vino yang baru ingat akan acara pernikahan Andita dan Azlan yang akan di laksanakan 3 hari lagi.


"Ayah sama bunda gak bisa ikut kayaknya nak karna nanti ayah mau ke luar kota" jawab Andre.


"Ngapain keluar kota yah?" tanya Erina.


"Ayah ada urusan di sana nak urusan bisnis" jawab sambil melebarkan senyumannya.


"Nanti biar Erina sama kak Vino aja yang ke rumah Andita bunda sama ayah pergi aja" jawab Erina sambil melebarkan senyumannya. Andre hanya menanggapinya dengan senyuman.


****


"Kenapa nak?" tanya Liza melihat Andita seperti sedang menunggu orang.


"Ini ma Erina sama Vino bilangnya mau kesini tapi belum juga dateng" jawab Andita.


"Bentar lagi pasti mereka dateng" jawab Erlan.


"Papa...mama" teriak Erina yng baru saja sampai dan turun dari mobil yang di kendarai oleh sang suami. Erina menyalami kedua orang tua Andita secara bergantian begitupun dengan Vino.


"Mereka pasti dateng" ucap Liza sambil melebarkan senyumannya menatap Erina dan Vino.


"Kenapa emangnya ma?" tanya Erina.


"Ini si Andita bilang kalo kalian gak bakal dateng" jawab Liza.


"Kita asti dateng kan udah janji kemaren" jawab Erina menghadap ke arah Andita.


"Ara mana?" tanya Andita yang tidak melihat Ara.


"Dia di panti sama kak Nathan" jawab Erina.

__ADS_1


"Ngapain mereka ke panti?" tanya Liza.


"Ngejenguk orang panti mungkin ma" jawab Erina yang tidak ingin menceritakan masalah rumah tangga Ara kepada kedua orang tua Andita. Liza mengangguk mengerti.


"Yaudah ayo masuk" ajak Andita. mereka berlima pun masuk ke dalam rumah Andita yang nampak sudah ada beberapa hiasan.


*****


"Bagaimana keadaannya?" tanya Teo melalui panggilan telpon kepada Qori.


"Dia sudah di indonesia sekarang bos" jawab Qori tegas.


"Kapan dia pulang? apa dia masih hidup?" tanya Teo kaget mendengar jika Ara sedang di indonesia.


"Kemarin bos dan dia masih baik baik saja dan dia juga masih hidup bos" jelas Qori.


"Kau pastikan nyawanya hilang hari ini" tegas Teo.


"Tapi tuan saya masih di amerika sekarang" jawab Qori karna memang dia tidak tega untuk membunuh Ara karna dia ingat akan anaknya yang mati terbunuh dulu setelah kematian kedua orang tua Ara dan dia tidak mau membunuh Ara.


"Aku tidak mau tau kau haru bunuh dia atau kejadian waktu kau membunuh kedua orang tuanya aku laporkan kepolisi dan istri kesayangan mu akan ku bunuh" ancam Teo. itulah ancaman Teo makanya Qori selalu menurut.


"Baik bos" jawab Qori. Teo langsung mematikan telponnya.


"Tidak akan ku biarkan kau merebut harta yang sudah menjadi milikku Ara riyanti" ucap Teo dengan rahang yang mengeras dan tangan yang menggepal menampakkan urat urat tangannya.


****


"Wah lo cepet banget pintar nya" ucap Ara yang kagum akan Barqi yang cepat sekali memahami kata kata dalam bahasa inggris dan bisa semua menjawab dan menerjemah kan apa saja yang di katakan olehnya..


"Biasa aja kok gue belum se pinter lo" jawab Barqi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.


"Lo lebih hebat" ucap Ara sambil mengacung jempolnya dan menepuk pelan bahu Barqi dengan wajah yang nampak bahagia.


"Sayang" panggil Nathan. Ara melihat ke atas dan melihat sang suami berjalan menujunya dengan membawa buku.


"Ada apa?" tanya Ara kepada Nathan.


"Ini aku udah selesai ngoreksi nya dan cuma satu soal yang salah yang lain nya bener semua" jawab Nathan dan mendudukkan tubuhnya di samping sang istri.


"Cuma satu?" tanya Ara yang kaget bahagia mendengar itu karna dia tidak tau masalah Barqi yang bisa pintar dengan cepat ini.

__ADS_1


__ADS_2