Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Plin plan


__ADS_3

Ara dan Nathan yang sudah tidak lagi melihat Andre dan Nita pun langsung keluar dari bandara itu dan berjalan menuju ke arah mobil dan Ara lah yang terlebih dahulu masuk karna dia ingin menemui Amel dan anaknya.


Nathan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. "Ikut aku ke kantor aja ya" ucap Nathan tiba tiba. Ara menatap ke arah sang suami dengan tatapan heran.


"Tadi malam kamu nyuruh aku ke rumah sakit buat menemani Erina" ucap Ara heran akan sang suami yang plin plan itu.


"Ikut aku aja ya?" ucap Nathan membujuk sang istri karna dia tidak mau berjauhan dengan wanita nya itu.


"Kamu ini kenapa aneh banget hah" ketus Ara.


"Aku gak mau jauhan sama kamu" jawab Nathan dengan memegang tangan sang istri sambil mengemudi.


"Fokus lah mengemudi jangan seperti ini" ucap Ara dengan melepaskan tangan sang suami dari tangannya karna dia teringat akan kejadian Dewa yang memegang tangannya saat mengemudi sampai akhirnya kecelakaan.


"Kenapa? Kamu gak suka?" tanya Nathan kepada sang istri dan menatap lekat wanita itu.


"Bukan, Tapi kamu lagi nyetir dan gak bagus nyetir sambil memegang apapun" jawab Ara yang tidak mau menceritakan masalah kecelakaan nya dan Dewa di sebab kan oleh itu. Nathan tidk menjawabnya dan kembali fokus akan kemudinya tanpa memegang tangan sang istri.


Beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya mereka pun sampai di kantor Nathan. "Kenapa kamu gak nganterin ke rumah sakit?" tanya Ara kepada sang suami.


"Udah aku bilang kan tadi kamu ikut aku ke kantor" jawab Nathan akan pertanyaan sang istri.


"Kamu ini tadi malam nyuruh aku nemenin Erina dan sekarang kamu minta aku buat nemenin kamu di kanto, Kenapa kamu plin plan sekali hah?" ketus Ara yang kesal akan sang suami.


"Sudah lah gak usah banyak ngoceh ayo turun" ajak Nathan dan mengambil tas nya yang ada di pangkuan sang istri dan turun terlebih dahulu. Ara sebenarnya malas sekali untuk ke kantor sang suami ntah kenapa dia seperti itu.

__ADS_1


"Kamu mau aku kunci di dalam mobil?" tanya Nathan yang tidak melihat sang istri turun dari mobil dan berdiri di depan kaca tempat duduk sang istri tadi. Ara terpaksa turun dari pada dia di kunci di dalam mobil. Ara membanting keras pintu mobil suaminya itu karna kesal akan sang suami yang plin plan itu.


Nathan terlebih dahulu masuk ke dalam kantor dan meninggalkan sang istri. "Tunggu aku" teriak Ara yang membuat Nathan mengehentikan jalannya dan semua pegawai kantor itu yang baru datang menatap ke arah nya dengan tatapan heran. Ara tidak memperdulikan itu dan berlari menghampiri lelaki nya itu.


"Kamu ini udah tau aku gak tau seluk beluk kantor kamu masih aja ninggalin aku" ketus Ara yang sudah berdiri di samping sang suami dan semua pegawai yang mendengar ucapan Ara sedikit heran dan berbisik mengatai Ara yang berani memarahi Nathan.


"Siapa wanita itu?" tanya salah satu pegawai.


"Aku juga tidak tau" jawab pegawai lain.


"Berani sekali dia memarahi pak Nathan" ucap pegawai tadi lagi.


"Iya, Apa dia gak tau kalau pak Nathan yang punya perusahaan ini" ketus pegawai lainnya.


"Ada apa dengan kalian?" tanya Nathan yang mendengar ucapan demi ucapan pegawai nya itu sedangkan Ara dia menyembunyikan tubuh nya di balik tubuh sang suami akibat sedikit tak nyaman.


"Kembali lah bekerja" tegas Nathan. Semua pegawai yang berkumpul tadi kembali ke meja masing masing.


"Ayo" ajak Nathan dengan menggandeng tangan sang istri.


"Aku bisa jalan sendiri" jawab Ara yang ingin melepaskan tangannya dari tangan sang suami tapi Nathan tidak mau melepaskannya dan terus menariknya.


Di perjalanan ke ruangan Nathan semua pegawai perempuan yang menganggumi Nathan menatap tak suka akan Ara dan tak sedikit pula pegawai lelaki yang memuji kecantikan dan keanggunan Ara. Ara sangat risih akan itu dan memilih untuk menundukkan kepala nya dan menatap kesal ke arah sang suami yang terus menyeretnya itu.


"Silahkan masuk nona" ucap Nathan mempersilahkan sang istri masuk ke dalam ruangannya dengan dia membuka pintu ruangan itu. Ara tidak menjawab nya dan langsung masuk ke dalam ruangan sang suami dengan menghentakkan kakinya karna kesal. Nathan tersenyum melihat itu dan ikut masuk ke dalam ruangan itu dan menutup pintu ruangannya itu.

__ADS_1


Ara mendudukkan tubuh nya di atas sofa yang ada di dalam ruangan suaminya itu. dan Nathan mendudukkan tubuh nya di kursi kerja nya dan memulai bekerja dengan santai sedangkan Ara merasa bosan dan sangat bosan.


"Untuk apa aku disini? lebih baik aku di rumah sakit aja" ketus Ara dengan menyenderkan tubuh nya di sandaran sofa yang ada di sana.


"Kamu harus nemenin aku kerja, Kemarilah" ucap Nathan yang mempersilahkan sang istri duduk di pangkuannya.


"Gak mau, Aku mau ke rumah sakit" bantah Ara yang masih bersender di atas sofa ruangan sang suami. Nathan yang tadinya fokus akan kerja menatap ke arah sang istri yang nampak tak semangat dan bosan itu.


"Kemari lah sayang" ucap Nathan dengan melebarkan tangannya dan mempersilahkan sang istri masuk ke dalam pelukannya.


"Aku gak mau" teriak Ara kesal akan sang suami karna sedari tadi berbicara.


"Kemari lah, Kamu nampak nya sedikit bosan duduk sendiri, Sini duduk lah di atas paha aku" ucap Nathan dengan menepuk pelan paha nya dan berharap sang istri duduk di atas pahanya.


"Aku gak mau Jonathan, Aku mau ke rumah sakit" teriak Ara kembali tanpa menatap sang suami dan masih bersandar di sofa.


"Jika kamu ke rumah sakit kamu mau orang lain nemenin aku disini?" tanya Nathan yang menggoda sang istri yang nampak malas itu. telinga Ara panas mendengar itu dan kembali duduk tegap dan menatap sang suami.


"Coba aja kalo kamu berani" tantang Ara.


"Kamu yakin?" tanya Nathan. Ara berdiri dari duduk nya dan tegak dengan meletakkan tangannya di atas perut nya dan mengangguk mengiyakannya dengan sombongnya.


Nathan mengambil telpon kantor yang ada di atas meja nya itu dan menghubungi Viona.


"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Viona saat telpon sudah terangkat.

__ADS_1


"Ke ruangan saya sekarang" jawab Nathan dan langsung meletakkan kembali telpon itu di tempatnya. Nathan menatap wajah sang istri yang nampak marah itu tapi wanita itu seperti nya menyembunyikan amarah nya dan berusaha tenang. Nathan terkekeh melihat ekspresi wanitanya itu dan menundukkan kepala karna takut sng istri akan mengamuk kepada nya.


"Kita lihat saja sampai mana" guman Ara yang berusaha tenang.


__ADS_2