
"kenapa lagi dengan dia?" guman Nathan bingung dan memilih untuk menyimpan makanan itu di dalam kulkas dan masuk ke dalam kamarnya dm langsung tertidur.
Ara belum tertidur karna memikirkan bau baju suaminya tadi dan akhirnya dia memilih untuk keluar kamar dan menuju ke dapur. "Mana dia?" guman Ara yang tak melihat suaminya di dapur.
"Dia udah tidur?" guman Ara lagi dan memilih untuk menuju ke kamar suaminya.
Ara membuka pelan kamar suaminya itu. "Nat" panggil Ara yang baru saja membuka pintu kamar suaminya itu. Ara tidak mendapat jawaban akan panggilannya dan memilih untuk masuk ke dalam kamar itu langsung.
Ara mencari cari baju tadi tapi dia tidak menemukannya dan mencium bau tubuh suaminya itu yang sudah berbau sabun itu. Ara menatap lekat laki laki yang sudah hidup bersamanya kurang lebih dua bulan itu.
"Jangan sampai kamu ngelakuin hal aneh di belakang aku karna aku sudah cinta sama kamu, Kamu mengerti" ucap Ara pelan tapi penuh dengan ancaman sambil melototkan matanya menatap suaminya yang terlelap itu.
Cup
Ara mencium kepala suaminya itu. senyum di wajah nya mengembang setelah mencium dahi itu dan kembali menatap suaminya itu. "Selamat malam suamiku" ucap Ara dengan senyum yang mengembang dan langsung berlalu dari kamar suaminya itu dan langsung merebahkan tubuhnya dan langsung tertidur.
Keesokan paginya
Nathan terbangun dan langsung sholat. setelah sholat dia langsung mandi dan bersiap siap karna hari ini adalah hari pertama istrinya bekerja di toko bunga miliknya.
Ara sudah lama terbangun tapi dia belum mandi. Nathan keluar dari kamarnya. "Hey kenapa kamu gak makan tadi malam?" ketus Ara yang ada di dapur dan menunjukkan makanan yang ia masak semalam.
"Kamu juga gak makan kan tadi malam?" tanya Nathan kepada istrinya.
__ADS_1
"Aku...aku makan duluan tadi malam" bntah Ara dan langsung menghidupkan kompor dan menghangatkan makanan tadi malam.
"Jangan bohong sama aku" ucap Nathan yang sudah berdiri tepat di belakang Ara.
"Minggir" ketus Ara karna dia sedikit gugup jika Nathan seperti itu. Nathan tidak menjawabnya dan mendudukkan tubuhnya di kursi dapur itu sambil menunggu sang istri memberikannya makanan.
Ara sudah selesai menghangatkan makanan tadi malam dan langsung meletaknya di atas meja makan. Ara memasukkan makanan ke dalam piring untuk suaminya itu tanpa melepaskan celemek yang masih melekat di tubuhnya.
Nathan yang sedari tadi menatapnya sedikit risih dan langsung berdiri dan melepaskan celemek yang melekat di tubuh mungil istrinya itu. "Kamu ngapain?" tanya Ara saat melihat Nathan berdiri di belakangnya.
Nathan tidak menjawab perkataan istrinya dan melepaskan ikatan pita celemek itu. Wajah Ara mulai memerah jantungnya berdetak jauh lebih cepat dari sebelumnya. Ara memejamkan matanya dan mengatur nafasnya.
"Kalo udah masak di lepas celemeknya". ucap Nathan dan melepaskan celemek dari leher istrinya itu dan langsung meletakkanya di dekat meja yang ada di sana dan bukan meja makan.
"A....aku tau itu" jawab Ara gugup dengan wajahnya yang nampak memerah. Nathan bisa melihat itu dan dia hanya melebarkan senyumannya karna wajah merah istrinya itu sngat jarang terlihat di matanya.
"Pipi kamu juga bisa merah?" tanya Nathan. Ara memegang pipinya.
"Ma...mana ada merah" ketus Ara dan langsung menyantap makanannya. Nathan hnya menanggapinya dengan terkekeh dan langsung menyantap makanannya.
Setelah selesai Nathan masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil jas dan alat alat kerjanya yang lain sedangkan Ara masih berada di dalam kamarnya.
"Ara" panggil Nathan sambil mengetuk pintu kamar istrinya itu tapi tidak ada respon ataupun jawaban dari dalam.
__ADS_1
Nathan pun langsung masuk ke dalam kamar istrinya itu dan terdengar suara air dan orang menyanyi di dalam kamar mandi dengan berterik teriak. "Ara" panggil Nathan sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Ara menghentikan nyanyinya dan juga mematikan shower. "Siapa?" teriak Ara dari balik pintu kamar mandi sambil menempelkan telinganya ke pintu itu.
"Ini aku Nathan" jawab Nathan.
"Oohh...kenapa?" ucap Ara dan langsung membuka pintu kamar mandi itu dan terlihatlah oleh Nathan Ara yang sedang basah mengenakan pakaian kaos hitam dan celana pendek dengan kepala yang penuh busa.
"Mau bareng aku ke toko?" tanya Nathan.
"Kamu ke toko juga? ngapain?" tanya Ara.
"Kan ini hari pertama kamu sama teman teman kamu magang di sana" jawab Nathan.
"Trus?" tanya Ara sambil menghapus busa yang mulai berjatuhan di matanya.
"Mau kenalin kalian sama pegawai dan meneger disana" jawab Nathan lagi.
"Ooh..boleh deh" jawab Ara dan langsung menutup pintu kamar mandi itu karna matanya terasa perih.
"Eh tunggu bentar" teriak Ara dan kembali membukakan pintu kamar mandi itu lagi.
"Ada apa?" tanya Nathan yang membalikkan kembali tubuhnya.
__ADS_1
"Nanti kalo Andita ajak aku berangkat bilang sama dia kalo aku berangkat sama kamu" jelas Ara. Nathan mengangguk mengiyakannya karna dia sedikit tak tega melihat istrinya itu yang nampak keperihan matanya karna terkena busa shampo.
Ara kembali menutup pintu kamar mandi itu dan melanjutkan mandinya yang tertunda oleh suaminya itu. sedangkan Nathan langsung keluar dan duduk di ruangan tv yang ada di dalam apartemen itu.