Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 46 #3


__ADS_3

"Kak Yuda" panggil Ara kepada Yuda karna Yuda seumuran dengan suami nya, Yuda menoleh ke arah Ara begitupun dengan semua orang yang ada di sana.


"Hem, Ada apa ra?" tanya Yuda dengan menatap lekat wajah Ara yang seperti ingin menyampaikan sesuatu itu.


"Besok aku dan kak Nathan akan kembali ke bandung bersama dengan Yuna dan aku ingin mengajak Okta ikut bersama, Dia kan juga masih sekolah di sana nanti kalau sudah masuk sekolah dasar baru Mereka pindah ke jakarta, Apa kalian mengizinkan nya?" tanya Ara dengan menatap lekat Yuda dan juga Ressa secara bergantian.


"Yuna sekolah di bandung?" tanya Andre kepada Ara dengan menatap lekat wajah Ara.


"Iya" jawab Ara mengangguk mengiyakan nya.


"Jadi selama ini kamu tinggal di bandung?" tanya Nita dengan menatap lekat wajah menantu nya itu karna dia sama sekali tidak tau tentang menantu nya yang menetap di bandung.


"Iya" jawab Ara lagi dan kembali menganggukkan kepala nya.


"Astaga berarti kau dan Nathan tinggal di satu kota?" tanya Nita kepada Ara.


"Tidak tau bunda" jawab Ara akan pertanyaan yang di lontarkan Nita kepada nya.


"Iya tante mereka tinggal di satu kota dan temat Nathan bekerja itu di kampung yang di tempati Ara begitupun dengan sekolah Okta yang sama dengan sekolah Yuna" jelas Yuda yang tau semua nya mengenai Ara karna dia yang membantu Delina mencari keberadaan Ara.


"Kau tau dari mana?" tanya Andre.


"Almarhumah Delina mencari nya dan aku membantu nya, Delina waktu itu mau menemui Ara di bandung tapi dia malah kecelakaan dan menyebabkan dia meninggal" jelas Yuda lagi.

__ADS_1


"Hah? kak Delina meninggal karna ingin menyusulku?" tanya Ara yang tidak percaya akan ucapan Yuda.


"Hem, Karna dia mau meminta maaf kepada mu karna menghancurkan rumah tangga mu dan Nathan waktu itu" jawab Yuda. Ara tidak menjawab dan hanya diam di tempat duduk nya begitupun dengan Andre dan juga Nita yang tauu jika Delina itu orang baik tapi hanya saja dia tidak mau aib nya di ketahui orang lain makanya dia memanfaatkan Nathan.


"Sedang berbicara apa kalian?" tanya Nathan yang baru saja turun dari kamar nya dan melihat wajah wajah serius orang yang sedang duduk di bawah, Semua nya menoleh ke arah Nathan tapi tidak dengan Ara yang maih memikirkan Delina. Ara sekarang tidak tau apa yang ia pikirkan tentang Delina, Satu sisi dia marah karna Delina hampir benar benar menghancurkan rumah tangga nya tapi di satu sisi dia merasa bersalah akan pikiran nya.


Nathan menoleh ke arah sang istri yang sama sekali tidak menoleh nya. "Kenapa kau hanya diam?" tanya Nathan dan mendudukkan tubuh nya di samping sang istri, Ara langsung tersadar akan sang suami dan menoleh ke arah nya dan langsung menggelengkan kepala nya menandakan jika dia tidak apa apa.


"Bagaimana kak, Apa kakk mengizinkan nya?" tanya Ara lagi kepada Yuda karna belum mendapatkan jawaban.


"Jika Okta mau aku dan Ressa akan mengizinkan kalian membawa nya" jawab Yuda akan pertanyaan Ara, Ara menoleh ke arah Ressa dan Ressa tersenyum dengan mengangguk mengizinkan Ara dan Nathan membawa Okta ke bandung.


"Mengizinkan apa?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Banyak tanya sekali, Diam saja kau" jawab Ara dan langsung membuang pandang nya dari sang suami.


"Mengizinkan apa Yuda?" tanya Nathan kepada Vino karna dia tidak mendapatkan jawaban dari sang istri.


"Membawa Okta ke bandung" jawab Yuda akan pertanyaan Nathan, Nathan mengangguk mengerti karna sang istri juga sudah membicarakan masalah ini kepada nya.


"Yasudah aku akan kembali ke atas menemui Yuna dan Okta" amit Ara dan beranjak berdiri dari duduk nya dan langsung berlalu kembali menaiki anak tangga, Nathan tidak mengikuti nya dan membiarkan sang istri naik ke atas sedangkan dia masih di bawah bercanda gurau dengan orang yang masih ada di bawah sedangkan Erina dan Vino belum keluar dari kamar begitupun dengan Naila anak mereka.


Ara masuk ke dalam kamar Yuna dengan pelan dan saat masuk dia mendengar suara musik yang sangat kencang terdengar di dalam kamar anak nya itu. "Astaga mereka segaduh ini?" ucap Ara saat melihat tingkah kedua anak nya yang berjoget dengan di iringi musik di atas ranjang. Okta dan Yuna tidak menyadari akan kehadiran Ara di dalam kamar itu dan masih asik berjoget, Ara yang tidak di perhatikan pun langsung mematikan musik yang menyala itu.

__ADS_1


Okta dan Yuna menoleh ke arah tempat musik dan melihat Ara sedang berdiri di sana. "Ibu" ucap Yuna dan Okta secara bersamaan dan langsung mendudukkan tubuh mereka di atas ranjang itu.


"Hem baru sadar jika ibu ada di sini?" tanya Ara dengn menatap lekat kedua anak nya itu.


"Tidak, Kami sadar itu sejak tadi" jawab Okta. Ara mendekat ke arah kedua anak nya itu dan mendudukkan tubuh nya di antara kedua anak nya itu.


"Besok kita akan ke bandung" ucap Ara kepada Yuna dan juga Okta.


"Benarkah?" tanya Yuna yang sangat girang karna dia ingin menemui nek Saidah, Roky dan juga Nyimas di bandung.


"Hem" jawab Ara dengan senyum yang melebar dan mengangguk mengiyakan nya.


"Yey" teriak Okta dan Yuna secara bersamaan dan kembali meloncat di atas ranjang itu. Okta memencet remot tombol menghidupkan musik dan kembali berjoget begitupun dengan Yuna sedangkan Ara hanya duduk dan dengan bergerak ke sana kemari akibat kedua anak nya yang meloncat itu.


"Aku sangat bahagia melihat mereka berdua bahagia" guman Ara dan membalikkan tubuh nya menatap anak nya dan duduk di tepi ranjang itu dan jika dia mundur sedikit dia akan terjatuh.


"Ibu ayo ikut berjoget" ajak Yuna kepada Ara, Ara menggelengkan kepala nya karna dia sudah pensiun dari dunia perjogetan makanya dia tidak mau dan hanya menyaksikan anak anak nya yang mempunyai bakat yang menurun dari nya.


"Bunda, Ayah, Nathan ke atas terlebih dahulu" pamit Nathan karna dia bosan akan televisi dan lebih memilih untuk bercana gurau dengan istri nya. Nathan langsung beranjak naik ke atas dan menuju ke kamar nya.


"Sayang" panggil Nathan saat masuk tapi dia tidak mendegar suara sang istri, Nathan menutup kembali pintu kamar nya itu dan menuju ke kamar anak nya. Nathan membuka pintu kamar anak nya itu dengan pelan.


"Ibu ayo" ajak Yuna dan Okta menarik tangan Ara.

__ADS_1


"Tidak sayang" jawab Ara.


"Ibu ini" ucap Okta dan Yuna secara bersamaan dan melepaskan tangan Ara, Ara tersenyum dan kembali duduk seperti semula dan duduk nya itu terlalu tepi hingga bokong nya itu tidak berada di atas ranjang dan hampir saja terjatuh dari ranjang itu.


__ADS_2