
Kringggg...
Suara bel istirahat sudah berbunyi dan ara langsung meletakkan kepalanya di atas meja dan wajahnya tertutup oleh buku. Ara tertidur di jam istirahat karna dia sangat mengantuk mungkin akibat kekurangan tidur.
"Ara" panggil Andita karna dia ingin mengajak ara makan karna takut ara seperti kemarin.
"Hmmm" jawab ara tanpa bergerak sedikitpun.
"Ayo kekantin" ajak Andita sambil menarik tangan ara.
"Gw ngantuk....gw mau tidur kalian ke kantin aja" jawab ara malas.
"Ara ayo lah ntar lo pingsan lagi kayak kemaren" ucap Andita karna takut ara seperti kemaren.
"Gw tadi pagi udah makan...kemaren gw gak makan pagi" jelas ara malas dan kembali membaringkan kepalanya di atas meja dan menutup wajahnya menggunakan buku.
"Yaudah ayo...kita juga gak bisa maksain dia" ucap Erina kepada Andita. Mereka berduapun berlalu meninggalkan ara sendiri di kelas dan menuju ke kantin.
Ara tidur sangat nyenyak di kelas ntah itu karna nyaman ataupun karna dia sangat mengantuk.
Erina dan Andita menyantap makanan yang tadi mereka pesan. "Ara kenapa ya? gak biasanya dia kayak gitu" ucap Andita bingung.
"Lagi ada masalah kali" jawab Erina santai.
"Tapi biasanya kan klo dia ada masalah dia pasti cerita sama kita" ucap Andita menatap lekat amel.
"Dia belum siap....kita tunggu aja sampai dia siap" jelas Erina kepada Andita.
Andita hanya dia dan matanya menatap ke sembarang arah dengan fikiran ntah kemana. "Hey" ucap arfel sambil memukul meja tempat Erina dan Andita makan dan itu yang mengagetkan Andita dan juga Erina.
"Kebiasaan lo fel ngagetin orang" bentak Andita karna dia sangat terkejut akan arfel.
"Kalian sih ngelamun mulu...mikirin apa?" tanya arfel langsung duduk di sebelah Erina sedangkan ilham dan juga agus duduk di samping Andita.
"Gak kita gak mikirin apa apa" jawab Erina datar dan kembali melahap makanannya.
__ADS_1
"Ara dimana tumben kalian cuma berdua" ucap ilham karna memang dia tidak melihat ara.
"Iya juga ya....mana ara?" tanya arf kembali.
"Dia tidur di kelas" jawab Erina. Sedangkan Andita menyantap makanan yang ia pesan dan agus hanya menatapnya karna memang agus menyukainya dan ilham menyukai amel.
"Kenapa gak kalian bangunin?" tanya arfel.
"Dia gak mau makan katanya" jawab Andita.
"Biar gw aja yang bangunin dia" ucap arfel dan langsung berdiri hendak menemui ara.
"Jangan ntar lo di marahin" ucap Erina sambil memegang tangan arfel dan itu membuat ilham sedikit tak suka.
"Biarin aja dia marah" jawab arfel.
"Lo mau gak bicara sama dia berhari hari hah?" ucap Erina dengan nada yang meninggi karna tadi ara mengancamnya seperti itu.
"Kenapa emang? dia ngancem kalian?" fanya arfel. erina pun langsung melepaskan tanganya dari arfel.
"Iya....kalo lo gak mau bicara sama dia lagi yaudah sana gangguin dia" usir Andita kesal.
"Gak percaya yaudah sana" usir Andita lagi.
Arfel bingung harus membangunkan ara atau tidak karna dia juga tau jika ara sudah mengatakan seperti itu pasti dia akan menepatinya. Erina dan Andita juga tau itu karna dulu waktu SMP ara juga pernah mengancam seperti itu dan benar saja ara memang tidak berbicara dengan mereka selama 3 hari makanya.
Arfel kembali duduk di samping Erina karna dia juga takut jika ara tidak ingin berbicara kepadanya. Arfel memesan makanan untuk di makan begitupun dengan ilham dan juga agus.
Setelah memesan makanan dan makanan itu datang mereka langsung menyantap makanan itu karna memang mereka sangat merasa lapar karna sedari pagi belum makan.
Kringgggg.....
Bel masuk berbunyi dan semua orang masuk ke dalam kelas masing masing begitupun dengan Andita dan yang lain. Andita dan Erina berjalan menuju kelasnya dengan diiringi oleh arfel dan yang lain.
Mereka berlima berpapasan dengan Vino nathan dan viona yang ingin masuk ke dalam kelas 12 kimia lebih tepatnya ke ruangan Erina dan Andita. Vino menatap tak suka ke arah laki laki yang ada di dekat Erina karna dia sangat menyukai Erina.
__ADS_1
"Mana ara?" tanya arfel melihat ke dalam kelas dan tidak menemukan ara karna mungkin kelas itu juga sudah ramai karna semua murid sudah masuk ke kelas.
"Itu di ujung sana" jawab Andita sambil menunjuk ke arah ara yang masih tertidur pulang dengan rambut yang terjuntai ke samping dan wajah yang tertutup oleh buku.
"Nyenyak banget" ucap arfel yang sudah di dekat bangku ara karna dia juga ikut masuk bersama Erina dan juga Andita sedangkan ilham dan juga agus menunggu di dekat pintu.
"Kalian bukannya anak kelas 12 biologi?" tanya bu adriana yang baru saja sampai di depan ruangan kelas 12 kimia bersama nathan vino dan juga viona.
"Iya buk" jawab agus.
"Kalian ngapain disini?" tanya bu adriana kepada agus dan juga ilham.
"Nungguin si arfel buk" jawab agus santai sedangkan ilham memanggil manggil arfel supaya keluar.
"Eh ibuk" sapa arfel yang baru saja samai di depan adriana.
"Ngapain?" tanya adriana.
"Gak ngapa ngapain buk....cuma main aja" jawab arfel sambil menyengir kepada bu adriana.
"Loh mereka kan?" tanya arfel di dalam hati sambil menatap ke arah nathan dan juga vino.
"Yasudah sana kalian masuk ke kelas masing masing" bentak bu adriana kepada ketiga pria itu karna mereka bertiga belum meninggalkan ruangan kelas 12 kimia.
Ilham dan agus ingin berlalu tapi arfel masih menatap nathan dan juga vino dengan tatapan bingung karna kemarin dia tidak masuk sekolah karna kesiangan bangun.
Agus yang melihat arfel masih mematung langsung menarik tangan arfel dan berlalu dari kelas 12 kimia menuju kelas mereka yang berjarak 2 kelas dari kelas ara. Setelah arfel dan temannya pergi bu adriana langsung masuk ke dalam kelas 12 kimia diikuti oleh nathan alfin dan viona.
"Bangunin ara Dit" perintah Erina kepada Andita saat melihat bu adriana masuk.
"Ara bangun" ucap Andita sambil menggoyangkan tangan ara yang menindih buku.
"Hmmm" jawab ara masih dalam keadaan tidur.
"Assalamuaikum anak anak hari akan ada tanya jawab antara kalian dan juga donatur yang akan memberikan biaya siswa kepada kalian jika kalian bisa menjawab dengan benar dan jelas....jadi ibu harap kalian bisa menjawab nya semua" jelas bu adriana panjang lebar kepada seluruh siswa di dalam kelas itu.
__ADS_1
Setelah selesai sedikit berbicara bu adriana mempersilahkan nathan Vino dan juga viona memberikan beberapa pertanyaan kepada seluruh murid di kelas itu yang menyangkut tentang pelajaran yang pernah mereka pelajari. Ada beberapa orang yang bisa menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Vino dan yang lain. Bu adriana sedikit heran karna biasanya ada saja suara cempreng yang selalu menjawab pertanyaan pertanyaan yang di tanyakan oleh orang tapi kali ini dia tidak mendengar suara itu
"Ara dimana?" tanya bu adriana karna memang biasanya jika ada pertanyaan apapun pasti terdengan suara ara yang menjawab pertanyaan itu.