Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Iya gw janji


__ADS_3

terlihat nathan Vino dan david di depan ruangan tersebut tapi nita tidak malihat Dania. "Mbak Dania kemana mas?" tanya nita kepada david.


"Dania lagi di dalam" jawab david.


"Dewa udah sadar?" tanya nita.


"Iya dewa udah sadar bun" ucap nathan.


"ALHAMDULILLAH" ucap nita dan andre secara bersamaan.


"Ibu.." panggil dewa.


"Iya nak ini ibu" ucap Dania sambil menangis karna melihat kondisi anak nya yang sangat memprihatinkan.


"Ara gakpapa kan bu?" tanya dewa.


"Ara gakpapa sayang dia baik baik aja" jawab Dania berbohong karna dia tidak mau membuat dewa sedih.


"Ibu... kalo dewa gak ada dewa mohon sama ibu tolong sayangi ara sama kayak ibu sayang sama dewa dan dewa mohon jangan sampai ara sedih karna udah cukup penderitaannya selama ini....." ucap dewa.


Dania pun langsung terisak saat putranya mengatakan semua nya itu. "kamu ngomong apa sih sayang?" tanya dania sambil mencium tangan anaknya tersebut.


"Ibu janji kan sama dewa?" tanya dewa.


"Iya ibu janji sama kamu ibu bakal sayang sama ara sepeerti ibu sayang sama kamu tapi kamu harus sembuh ya nak" ucap Dania sambil menahan tangisnya ketika melihat wajah putranya yang terbaring lemah tersebut.


"Dewa gak bisa bu.... dewa mau ibu ayah selalu bahagia dan jangan sedih ya bu kalo dewa gak ada" ucap dewa.


"Kamu ngomong apa sih sayang" ucap Dania yang tidak bisa menahan tangisnya.


"Ibu tolong panggilkan nathan untuk dewa bu" pinta dewa lemah.


"Iya sayang iya" ucap Dania dan langsung keluar dan memanggil nathan.


"Gimana buk?" tanya david tapi Dania tidak menjawab.


"Nathan dewa nyuruh kamu masuk nak" ucap Dania dan nathan langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Kenapa manggil gw" ucap nathan cuek karna dia tidak mau menampakkan kesedihannya di depan dewa.


"Gw mau lo janji sama gw" ucap dewa lemah.


"Mau janji apa?" tanya nathan datar dan mengernyitkan dahi.


"Janji dulu" ucap dewa.


"Iya iya gw janji" ucap nathan.


"Gw mau lo jagain ara buat gw" ucap dewa. nathan yang mendengarnya pun langsung kaget.


"Apa....? lo gila?" tanya nathan dengan nada cueknya.

__ADS_1


"Lo kan udah janji sama gw" ucap dewa lemah.


"Gak gw gak mau" tolak nathan cuek.


"Gw cuma percaya sama lo nat dan lagi pula Sheyla bukan orang baik buat lo dia ngehianatin lo" ucap dewa lemas.


"Tapi gw gak mau dew" ucap nathan.


"Lo udah janji sama gw tadi nat.... jadi kalo lo gak nepatin janji lo gw gak bakal tenang" ucap dewa. nathan yang mendengarnya pun merasa kesal dan mengiyakan ucapan dewa.


"Iya iya gw janji" ucap nathan dewa yang mendengar nya pun langsung tersenyum.


"Cincin yang gw beli buat ara masih ada kan sama lo?" tanya dewa lemas.


"Iya masih ada sama gw" ucap nathan.


"Gw mau cincin itu lo sama ara yang make" ucap dewa lemas. nathan hanya mengiyakan perkataan dewa.


FLASH BACK ON


Sebelum dewa berangkat magang dia sempat membelikan cincin hadiah aniversary sekaligus ulangtahun untuk ara.


"Nat temenin gw yah" ucap dewa kepada nathan.


"Mau kemana?" tanya nathan.


"Gw mau beli cincin buat ngelamar ara" ucap dewa.


"Gw mau kasih suprise bego" ucap dewa.


"Lo noh yang bego" balas nathan.


Sesampainya di toko perhiasan mereka melihat lihat perhiasan perhiasan yang ada di sana. "Ada yang bisa saya bantu mas?" tanya pelayan toko tersebut.


"Saya mau cari cincin tungangan mbak" ucap dewa. pelayan tersebut langsung mengeluarkan sekotak cincin tunangan dan memperlihatkannya kepada dewa.


"Ini mas" ucap pelayan tersebut.


"Yang ini bagus gak bro?" tanya dewa kepada nathan yang tidak memperdulikan nya dari tadi.


"Nath" panggil dewa.


"Apa?" tanya nathan.


"Tolongi gw milih cincin yang bagus kan lo biasa nemenin cewe lo belanja" ucap dewa.


"Mana pernah gw nemenin cewe belanja emangnya lo" bantah nathan. nathan memang tidak pernah menemani wanita belanja termasuk bunda nya.


"Mana nih yang bagus menurut lo?" tanya dewa kepada nathan. nathan melihat ke cincin yang di depannya tersebut dan matanya tertuju kepada satu cincin.


"Ini bagus" ucap nathan sambil memegang cincin polos dan di hiasi butiran butiran berlian dan itu yang membuatnya sangat indah.

__ADS_1


"Yaudah saya ambil yang ini ya mbak" ucap dewa dan membayar cincin tersebut menggunakan kartu credit. setelah selesai dewa dan nathan pun langsung meninggalkan toko tersebut.


"Tolong lo simpen dulu ya ni cincin" ucap dewa.


"Lah kok gw yang simpan?" tanya nathan.


"Gw kan orangnya pelupa jadi gw titip aja sama lo ya bro" ucap dewa dan langsung memberikan perhiasan tersebut ke nathan.


nathan pun hanya menuruti permintaan dewa karna dia juga tau jika dewa benar benar pelupa orangnya.


FLASH BACK OFF.


"Gw mohon bahagiain ara karna udah cukup dia menderita selama ini nat....dan nanti kalo dia UN lo juga harus dateng ya nat" ucap dewa.


"Tapi kan dew...." ucap nathan terpotong oleh omongan dewa.


"Gw mohon banget sama lo nat... gw yakin lo sama ara emang udah jodoh" ucap dewa. nathan hanya bisa mengiyakan semua permintaan dewa meskipun dia tau itu tidak mudah baginya.


Di ruangan ara. Erina, Andita, Sheyla dan juga fikri terlihat sedang menunggu ara bangun. dan tidak lama kemudian ara pun bangun Erina yang melihat ara bangun pun langsung memanggilkan dokter.


"Gimana dok keadaan adik saya?" tanya sheyla.


"Pasien lebih baik dari pada sebelumnya" ucap dokter.


"ALHAMDULILLAH" ucap Andita dan Erina bersamaan.


"Makasih dok" ucap sheyla kepada dokter dan dokter tersebut langsung meninggalkan ruangan ara.


"Kak dewa" ucap ara yang masih lemah.


"Ara lo jangan banyak ngomong dulu" ucap sheyla.


"Iya ra lo itu belum sembuh beneran" sambung Erina.


"Kak dewa mana?" tanya ara kepada mereka yang berada di ruangannya.


"Dewa di ruangan sebelah sayang" ucap shyela.


"Ara mau nemuin kak dewa" ucap ara sambil ingin melepaskan infus yang ada di tangannya dan akhirnya infus itu terlepaskan karna dia memaksakan tangan patahnya itu untuk melepaskan infus di tangannya.


Sheyla tidak bisa menegah ara begitupun dengan Erina, Andita dan juga fikri. dengan setengah berlari ara melihat ada ayah dan ibu dewa di depan salah satu ruangan dan dia yakin bahwa itu ruangan dewa. ara langsung berlari kecil ke sana tapi kepalanya merasa sedikit pusing dengan cepat Erina dan Andita menangkap ara yang hampir terjatuh.


"Kamu itu belum sembuh ara baru juga bangun" ucap sheyla.


"Ara mau ke deket dewa lepasin" bentak ara.


"Yaudah kita bantuin" ucap Erina.


Dada dewa terasa sesak dan sesegera mungkin dokter memeriksanya tapi takdir berkata lain dewa sudah meninggal dunia natha yang masih di dalam ruangan pun langsung menangis atas kepergian sahabat sekaligus sepupunya tersebut.


"Maap mas tapi pasien tidak bisa di selamatkan" ucap dokter.

__ADS_1


__ADS_2