
"Kamu tau dari mana kalo kamu bukan anak papi?" tanya Sheyla menatap lekat Ara karna memang dia tidak mengetahui tentang itu.
"Lo sendiri tau dari mana?" tanya Ara.
"Kan kamu tadi yang bilang" jawab Sheyla.
"Sayang ayo ikut bunda pulang ke rumah" ucap Nita menghentikan percakapan mereka.
"Ara mau tinggal di rumah kakek" jawab Ara. Nathan sedari tadi hanya menatapnya tanpa mengeluarkan kata kata apapun.
"Kamu harus ikut suami kamu" ucap Kya tiba tiba karna memang Kya dan Rizal langsung meluncur ke indonesia saat mendengar kabar bahwa Ara ingin menikah.
"Tapi bi.." jawab Ara terpotong.
"Kamu mau dosa gak ikut suami kamu?" tanya Rizal yang berada di samping Kya.
"Onty gapapa tinggal di rumah uncle supaya Ael besok bisa ke sana" ucap Rafael.
"Huh" Ara mendengus kasar. "Yaudah Ara pamit paman bibi" ucap Ara sambil melebarkan senyuman paksa nya sambil mencium punggung tangan Kya dan juga Rizal.
"Hati hati ya sayang" ucap Kya sambil mencium pucuk kepala Ara.
"Nathan pamit om tante" ucap Nathan sambil mencium punggung tangan Kya dan juga Rizal secara bergantian.
"Jangan om lagi dong paman sama kayak Ara" ucap Rizal.
"Iya kamu kan udah jadi suami Ara" sambung Kya. Nathan hanya melebarkan senyumannya dan mengangguk.
"Ayo" ajak Ara melihat Nathan bekum juga bergerak.
"Gak pamit sama mami sama papi?" tanya Nathan.
"Gak usah" jawab Ara dan langsung berlalu sedangkan Nita Andre dan juga Vino sudah terlebih dahulu pulang kerumah menggunakan satu mobil.
Nathan mengikuti Ara dari belakang dan saat Ara sudah masuk diapun langsung masuk ke dalam mobilnya itu dan duduk di samping Ara yang terlihat hanya melamun dan tak bersemangat.
"Baju gue gimana?" tanya Ara kepada Nathan.
"bi Nur udah antar kerumah" jawab Nathan. Ara langsung mengalihkan kembali pandangannya dan menatap jalan yang ia lewati.
__ADS_1
"Huh" Ara mendengus dan air matanya langsung keluar tanpa di ketahui siapapun yang ada di dalam mobil itu. Ara sesegera mungkin menghapus air matanya yang jatuh itu.
"Kenapa?" tanya Nathan. Ara tidak menjawab pertanyaan Nathan dan memilih untuk melihat jalan kembali.
Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi pun sampai di kediaman Adijaya. "Ara" panggil Nathan karna memang jarak dari rumah Nathan dan Ara lumayan lah jauh dan itu membuat Ara tertidur.
Senyuman Nathan mengembang saat melihat Ara yang tertidur di dekatnya. Nathan langsung menggendong tubuh mungil wanita itu karna dia tidak mau membangunkan Ara.
"Kenapa?" tanya Nita saat melihat Nathan menggendong Ara.
"Dia ketiduran" jawab Nathan seperti berbisik.
"Yaudah tidurin dia di kamar kamu" ucap Nita. Nathan langsung membawa Ara kedalam kamarnya dan membaringkan Ara di atas kasur tidur yang ada di dalam kamarnya.
Setelah membaringkan Ara Nathan ikut merebahkan tubuhnya di samping Ara dia menatap wajah wanita yang sudah menjadi istrinya itu dengan lekat sampai sampai dia tertidur dengan tangan yang melingkar di pinggang ramping Ara tanpa melepaskan pakaiannya begitupun dengan Ara.
*****
"Mana Ara bi?" tanya Andita saat sudah berada di dekat Kya dan juga Rizal.
"Dia udah pulang bareng suaminya" jawab Kya.
"Iya siapa lagi suaminya kalo bukan Nathan sayang" jawab Kya sambil mengusap lembut kepala Andita.
"Kenapa cepet banget sih kan kita gak tau rumah kak Nathan dimana" ucap Erina karna memang mereka tidak tau dimana rumah Nathan.
"Besok aja kita telpon dia ini kan juga udah malam" ucap Andita karna memang hari sudah sedikit malam.
"Kita pamit pulang ya bi" ucap Andita dan Erina secara bersamaan sedangkan Arfel sudah pulang sedari tadi dan hanya mengikuti sebentar acara pernikahan Ara itu.
Andita dan Erina pun langsung masuk ke dalam mobil dan menuju kerumah masing masing karna memang mereka membawa mobil masing masing.
***
"Ara..Nathan klian gak makan?" tanya Nita dari luar kamar tanpa mengetuk pintu kamar. Tidak ada jawaban dari dalam dan itu membuat Nita langsung membuka pintu yang tidak terkunci itu dan masuk ke dalamnya.
"Mereka tidur" guman Nita sambil melebarkan senyumannya saat melihat Ara dan Nathan tidur bersama.
Nita langsung keluar dari kamar itu dan menuju ke dapur. "Mana mereka bun?" tanya Andre.
__ADS_1
"Mereka tidur yah kungkin mereka kecapean" jawab Nita. Merekapun menyantap makan berdua sedangkan Alfin juga sudah tidur di dalam kamarnya.
Di dalam kamar Nathan
Hikssss...Hikssss...
Ara menangis dalam tidurnya. "Hiksss...hiksss" tangis Ara kembali terdengar. Air matanya mengalir di wajah cantik itu. dia menangis dengan mata yang masih terpejam.
Nathan berusaha membuka matanya yang sangat berat itu. "Hiksss...hiksss" tangis Ara lagi. Nathan mendengar jelas suara tangisan itu dan akhirnya dia langsung terbangun dari tidurnya dan melihat istrinya yang menangis dalam keadaan tidur.
"Hey kenapa?" tanya Nathan yang mengusap lembut kepala Ara.
"Hikkkssss...hiksssss" Ara hanya menangis dalam tidurnya itu. Nathan sangat heran mendengar tangisan istrinya itu.
Nathan mencoba menenangkan istrinya itu dengan ikut merebahkan tubuh dan memeluk tubuh mungil itu dan menenggelamkan kepala Ara di dadanya yang masih berbalut jas dan juga kemeja.
Nathan mengusap lembut kepala istrinya itu dan sesekali dia mencium pucuk kepala wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Ara sudah tenang dan Nathan juga sudah tidur akibat kelelahan.
Keesokan paginya Ara terbangun terlebih dahulu karna merasa sedikit gerah. Dia mencoba menggerakkan tubuhnya tapi sangat lah susah dan akhirnya dia membukakan matanya.
Matanya membulat sempurna saat melihat Nathan yang memeluknya dan dia yang sudah berada di dada bidang laki laki yang sudah menjadi suaminya itu. "Lepasin gue" teriak Ara di dada bidang Nathan.
"Kenapa sih?" tanya Nathan yang terganggu akibat teriakan wanita itu.
"Lepasin gue" teriak Ara lagi. Nathan langsung membuka matanya dan melepaskan pelukannya dari tubuh Ara. Ara yang sudah lepas langsung beranjak dari tempat tidur itu
"Lo modus ya sama gue hah?" ketus Ara yang sudah berdiri.
"Modus apanya?" tanya Nathan.
"Lo kenapa peluk gue hah?" bentak Ara dengan nada tinggi.
"Kamu sendiri kenapa nangis tadi malam?" tanya balik Nathan.
"Hah gue nangis?" guman Ara dan langsung berlari ke dekat kaca yang ada di dalam kamarnya itu. Sedangkan Nathan hanya menatap kelakuan istrinya itu.
"Mata gue kok bengkak? apa bener gue nangis tadi malam?" guman Ara sambil meraba raba matanya.
Ara langsung membalikkan tubuhnya dna menatap lekat laki laki yang ada di atas ranjang itu. "Kenapa?" tanya Nathan yang melihat Ara menatapnya lekat.
__ADS_1