Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Panti asuhan mutiara


__ADS_3

"Apa lo liat liat" bentak ara dengan membulatkan matanya dan menatap ke arah ketua preman itu.


"Jangan galak galak dong cantik....mending ngumpul bareng kita" ucap ardi ketua preman itu sambil memegang dagu ara.


"Jangan pegang pegang" bentak ara sambil menepis kasar tangan ardi hingga tangan ardi terlepas dari dagunya.


"Woh....HAHAHAHA" Ucap ardi dengan tawanya dan di ikuti oleh preman preman yang lain tapi tidak dengan barqi dan juga reza.


"Dih" ucap ara sambil menaikkan ujung bibir atas nya menatap jijik ke semua preman itu.


"Jangan galak galak gitu....ayo ikut kita" ucap ardi dengan memegang tangan ara tapi ara melepaskannya dan langsung memukul wajah ardi. ardipun langsung tersungkur.


Ardi tertawa kecil dan dia mengusap ujung bibirnya yang berdarah. "Hajar" perintah ardi kepada semua anak buahnya dan semua anak buahnya menyerang ara.


Ara pun tidak tinggal diam dia juga menghajar mereka satu persatu dan semuanya kalah. ardi yang melihat anak buahnya semua kalah akhirnya turun tangan untuk menyerang ara dan dia juga kalah.


"Masih mau?" tanya ara kepada preman yang menghajarnya itu sambil sedikit membungkukkan tubuhnya. tapi semua preman itu tidak ada yang menjawab.


"Bediri" perintah ara dan semua preman itupun langsung berdiri.


"Kalian kenapa nyopet hah? kalian mau ngasih makan keluarga kalian dengan uang haram?" bentak ara sambil berjalan mondar mandir di depan ke 10 preman itu.


"Kita gak punya kerja makanya kita nyopet" jawab salah satu preman itu.


"Coba kalian cari kerja yang lain yang lebih halal gak nmusah nyopet gini" bentak ara.


"Susah cari kerjaan gak ada yang mau nerima kita" jawab salah satu preman itu lagi.


"Huh" ara mendengus kasar dan langsung mengeluarkan dompet dari tasnya.


"Ini buat kalian.....kalian jangan nyopet lagi....kalo gw ngeliat kalian nyopet lagi bakal gw laporin ke polisi" ancam ara. semua preman itu langsung takut.


"Denger gak?" bentak ara lagi.


"Denger" jawab semua preman itu bersamaan.


"Janji sama gw" ucap ara dan langsung meletakkan kembali dompet miliknya dan mengambil ponsel miliknya karna dia ingin mempoto semua preman itu.

__ADS_1


"Kita janji gak bakal nyopet lagi" ucap semua preman itu dan ara juga sudah selesai memvidio maupun mempoto semua wajah preman itu.


"Kalian kalo macem macem lagi gw bakal laporin kalian ke polisi" bentak ara. dan langsung meninggalkan semua preman itu tapi ketua preman itu tidak terima akan perlakuan ara kepadanya dan dia ingin memukul ara. ara yang sadar langsung mengelak dan memukul punggung ketua preman itu.


"Gw udah bilang tadi jangan macem macem" ucap ara dengan memegang tangan preman itu dari belakang.


"Maapin saya bos" ucap preman itu kesakitan.


Dan ara langsung melepaskan tangan ketua preman itu dan berlalu pergi dari sana dan bergegas menuju ke panti.


FLASH BACK OFF.


"Kalian budek?" tanya ara dengan meninggikan volume suaranya kepada reza dan juga barqi karna mereka berdua tidak menjawab perkataan ara. tapi mereka tetap tidak menjawab.


"Kalian mau gw laporin ke polisi?" tanya ara.


"Jangan ra.....nanti siapa yang jagain ibu gw" jawab barqi.


"Makanya jawab kenapa kalian malak hah?" bentak ara lagi.


"Ibu panti tadi siang gak ada di panti makanya kita malak.....kita belum makan....ibu gw sma anak bini reza juga belum makan" jelas barqi.


"Ibu panti sama anak anak panti ke rumah dewa buat ngelayat" jelas reza sedikit ragu karna dia tidk ingin ara sedih lagi. Ara langsung terdiam saat reza menyebut nama dewa sedikit terlihat kesedihan di wajah ara.


"Maapin gw ra....gw gak maksud bikin lo sedih" ucap reza dan mendekati ara.


"Gw sedih gara gara liat kelakuan kalian ini" bentak ara.


"Kita minta maap" ucap reza.


"Ara" panggil aldi yang membuat ara sadar jika aldi terluka.


"Astaga dokter maap saya lupa kalo dokter butuh obat" ucap ara dan langsung menghampiri aldi.


"Aku gapapa kok" jawab aldi dan langsung berdiri dengan bantuan ara.


"Mas maapin kita" ucap barqi dan reza mengangguk.

__ADS_1


"Tolongin dia" perintah ara dan mereka langsung menolong aldi dan membantu aldi masuk ke dalam mobil milik nya dan dia di letakkan di belakang karna pintu belakang yang di buka ara.


"Kalo aku di belakang trus yang bawa mobil siapa?" tanya aldi bingung.


"Biar si reza aja yang bawa dok" jawab ara tapi aldi sedikit ragu akan keputusan ara karna dia tidak percaya akan kedua preman itu.


"Udah dokter gak usah hawatir mereka gak bakal macem macem" ucap ara yang melihat aldi ragu untuk memberikan kunci mobil miliknya ke pada preman itu.


Aldipun memberi kunci mobil nya kepada ara karna dia percaya walaupun sedikit ragu.


"Ngapain masih di luar? gak mau tanggung jawab?" tanya ara kepada reza dan juga barqi.


"Mau tanggung jawab apa ra....kita gak lunya uang" jawab reza.


"Emang gw minta uang kalian?" tanya ara tapi mereka berdua masih mematung di luar.


"Ini anterin kita ke panti sekalian kalian makan" ucap ara sambil melemparkan kunci mobil milik aldi kepada reza. Reza dan barqi langsung masuk ke dalam mobil dan melakukan mobil itu menuju ke panti asuhan yang dia dirikan bersama dewa.


"Dok maapin temen saya" ucap ara sambil menatap ke arah aldi. aldi mengingat ucapan papi ara yabg mengatakan ara berteman dengan preman dan itu benar. karna awalnya aldi tidak percaya akan itu.


"Mereka temen kamu?" tanya aldi.


"Iya" jawab ara. ara melihat jika aldi sedikit takut akan kedua teman preman ara itu.


"Tenang dok.....mereka bukan orang jahat....cuma mereka kelaparan makanya jadi kayak tadi" ucap ara meyakinkan aldi. aldi tidak mengeluarkan sepatah katapun akan pernyataan ara yang mengatakan bahwa preman preman itu temannya.


PANTI ASUHAN MUTIARA.


Nama panti yang di dirikan oleh ara dan juga dewa. Mereka sudah sampai di sana dan barqi langsung membantu aldi.


"Eh mau kemana?" tanya ara saat melihat reza ingin langsung masuk.


"Mau panggilin ibu panti" jawab reza.


"Tolong keluarin koper sama tas gw dulu.....biar gw aja yang panggil ibu panti" perintah ara langsung meninggalkan reza begitupun dengan aldi dan barqi. reza mengambil koper dan juga tas milik ara di bagasi mobil aldi.


Tok....tok....tok..

__ADS_1


Ara mengetuk pintu panti itu dan tidak lama kemudian keluar lah bu aini yang menjaga panti asuhan itu. "Loh neng" ucap bu aini saat melihat yang mengetuk pintu itu adalah ara sang pemilik panti itu.


__ADS_2