
"Bibi nangis kenapa?" tanya Ara sangat heran akan tangisan bibinya itu padahal Ara tidak sedih malahan dia sangat senang begitupun dengan Nathan.
"Bibi minta maaf karna gak dateng kemarin" jawab Kya sambil menghapus air matanya.
"Emang Ara ada minta bibi buat dateng?" tanya Ara.
"Bibi minta maaf" ucap Kya dan kembali meneteskan air matanya.
"Eh bibi jangan nangis...klo bibi masih nangis Ara marah nih sama bibi" ucap Ara dengan mengerucutkan bibirnya sedangkan Nathan dia berpamitan tadi untuk ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
"Iya bibi gk nangis lagi" ucap Kya dengan senyum yang mengembang meskipun masih terlihat jelas wajahnya yang seperti baru sudah menangis.
"Nah gitu kan bibi jadi cantik jadi paman makin cinta deh sama bibi" jawab Ara yang mencoba menghibur bibinya itu.
"Bibi kmu jelek pun paman tetap mencintainya" ucap Rizal dengan menyelonongkan kepalanya sedikit ke dalam kamera.
"Denger itu bi" ucap Ara.
"Ayo makan" ucap Nathan yang sudah membawakan dua potong sandwich untuknya dan juga sang istri.
"Buka mulut" ucap Nathan. Ara langsung membuka mulutnya dan Nathan menyuapinya.
"Bibi sama paman udah makan?" tanya Ara dengan mulut yang penuh akan sandwich yang di suapi oleh sang suami. Nathan beralih menyuapi dirinya sendiri dengan sendok yang sama dan menatap layar ponsel yang ada di genggaman sang istri.
"Udah sayang" jawab Rizal dengan melebarkan senyumannya saat melihat ke harmonisan rumah tangga sang keponakan yng paling ia sayangi itu.
"Oiya tadi Rafael bilang sama kita kalo paman sama bibi mau ke amerika?" tanya Ara meyakinkannya.
"Kamu bilang sama aunty kalo kita mau ke amerika?" tanya Rizal kepada anaknya yang ada di dekatnya itu dan masuk ke dalam layar ponsel dan bisa di lihat oleh Ara dan Nathan.
"Iya kan kita emang mau ketemu Onty" jawab Rafael.
"Astaga nak....ini buat suprise aunty kamu" ucap Rizal dan mencubit pelan pipi gembul anaknya itu.
__ADS_1
"Maafin Ael...Ael gak tau" jawab Rafael sambil menyengir menghadap ke arah orang tuanya.
"Makan lagi" ucap Nathan dan kembali menyodorkan makanan ke dalam mulut sang istri. Ara kembali menerimanya dengan sangat lahap.
"Kok suami kamu yang bikin sarapan?" tanya Kya.
"Dia emang rajin bi" jawab Ara menatap sang suami yang ada di sebelahnya.
"Dia yang pemalas bi" bantah Nathan menatap sang istri. Ara melototkan matanya karna memang Nathan sering membantunya dalam hal apapun. Kya yang melihat mata sang ponakan melotot akhirnya tertawa begitupun dengan Nathan,,Rafael dan Rizal.
"Loh kok pada ketawa?" tanya Ara menatap layar ponselnya dan juga sang suami secara bergantian. Nathan menghentikan tawanya dan kembali menyuap sang istri untuk makan.
"Kamu kenapa melotot gitu?" tanya Rizal di balik ponsel.
"Iya Onty...Onty kenapa melotot sama uncle gitu?" sambung Rafael.
"Bibi sama paman gak usah ke amerika" ucap Ara tanpa menjawab pertanyaan dari paman dan keponakannya itu.
"Loh kenapa?" tanya Kya heran.
"Ngapain?" tanya Rizal.
"Andita sama Azlan mau nikah minggu depan" jawab Ara.
"Yaudah paman sama bibi pulang ke indonesia aja ya" ucap Rizal.
"Yaudah sampai jumpa di indonesia bibi paman Ael" ucap Nathan dan Ara secara bersamaan dan Ara langsung mematikan panggilan itu.
"Hey kamu ngapain ngadu sama paman sama bibi?" ketus Ara menatap sang suami. Nathan yang mendengar suara teriakan dari sang istri langsung memasukkan sandwich yang tersisa ke dalam mulut sang istri.
"Eeemmmm" ucap Ara saat sang suami menyumbat sandwich itu dan akhirnya dia melahapnya mesikipun awalnya dia menolak.
"Hey kamu ini gak sopan banget dan gak ada kelembutan sama sekali di dalam jiwa kamu itu" ketus Ara dan langsung meminum minuman yang ada di sodorkan sang suami kepadanya dan itu air susu yang di buat oleh sang suami untuknya dan juga sang istri.
__ADS_1
"Kamu mau kelembutan? apa kelemembutan yang selalu aku kasih gak cukup buat kamu" tanya Nathan menggoda sang istri sambil mendekatkan tubuhnya dengan tubuh sang istri.
"Udah lah gak penting" ucap Ara dan ingin berlalu tapo dengan segera Nathan menarik tangan sang istri.
"Bilang kalo aku selalu ngasih kelembutan sama kamu" bisik Nathan manja dan membuat bulu kuduk Ara merinding mendengarnya.
"I.....iyaaa kamu emang selalu ngasih aku kelembutan, Puas" ucap Ara gagu.
"Bagus anak manis" ucap Nathan sambil mengusap lembut kepala sang istri. Ara langsung berdiri tegak dan langsung berlalu masuk ke dalam ruang ganti untuk bersiap siap pulang ke indonesia.
Nathan hanya terkekeh melihat tingkah sang istri dan dia berhasil membuat seorang Ara riyanti berdidik ngeri saat bersamanya. Nathan menyusul sang istri ke dalam ruang ganti dan saat masuk dia langsung melihat sang istri yang tengah berkemas kemas.
"Mau kemana?" tanya Nathan mendekat ke arah sang istri.
"Pulang" jawab Ara tanpa menatap sang suami.
"Pulang kemana?" tanya Nathan dan ikut mendudukkan tubuhnya di samping sang istri dengan duduk bersila.
"Indonesia lah gak mungkin ke korea" ketus Ara tanpa menatap sang suami.
"Mungkin aja kamu mau ke kore" jawab Nathan.
"Emang aku punya keluarga di sana mau pulang pulang aja kesana?" tanya Ara menatap kesal ke arah sang suami.
"Mungkin aja punya" jawab Nathan.
"Emang punya sih" jawab Ara membayangkan idol kesayangannya yakni Na Jaemin boyband Nct dream.
"Siapa?" tanya Nathan.
"Nana" jawab Ara manja dengan senyum yang mengembang.
"Udah udah kamu beresin itu aku mandi dulu" ucap Nathan dan langsung berdiri karna dia yakin jika membahas Na Jaemin pasti sang istri tidak akan berhenti memuji dan membanggakannya dan dia cemburu akan itu.
__ADS_1
"Kamu gak mau nemenin aku?" goda Nathan saat melihat sang istri tidak memperdulikannya dan fokus mengemasi barang miliknya dan juga sang istri.