Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Mandi bersama


__ADS_3

Nathan kembali menatap lekat sang istri. "Ada apa?" tanya Ara saat melihat Nathan menatap nya.


"Aku menginginkan nya" jawab Nathan dengan mata sedari tadi menatap bibir cery sang istri.


"Ini sudah pagi Nat" ucap Ara.


"Kenapa memang nya jika pagi?" tanya Nathan kepada Ara.


"Kan mau sholat" jawab Ara dengan tersenyum dan berharap sang suami melepaskan nya. Nathan melirik jam dinding yang di belakang kepala sang istri dan jam baru jam tiga pagi.


"Masih dua jam lagi sholat nya sayang" jawab Nathan.


"Tapi aku mau..." ucap Ara yang terpotong oleh Nathan yang sudah ******* bibir nya terlebih dahulu. Ara menerima nya karna memang dia sudah cukup lama tidak melakukan nya.


Nathan memindahkan sang istri dan membaringkan wanita itu di bawah nya dan akhir nya mereka pun melakukan nya setelah seminggu menahan hal itu.


"Terima kasih sayang" ucap Nathan saat sudah selesai melakukan nya dan memindahkan kembali sang istri ke atas tubuh nya karna dia yakin sang istri tidak akan kuat menahan berat badan nya. Ara hanya menanggapi nya dengan senyuman.


"Kamu menyukai nya?" tanya Nathan dan kembali menatap sang istri.


"Bodoh sekali pertanyaan mu itu" ketus Ara dengan memukul pelan kepala sang suami.


"Berani nya kamu mukul kepala aku" ucap Nathan yang tak terima karna itu pertama kali nya dia di pukul oleh manusia di bagian kepala.


"Kapan aku bilang jika aku takut?" tanya Ara dengan melototkan mata nya.


"Kamu ini" ucap Nathan dan kembali memindahkan sang istri di bawah nya.


"Nathan sudah lah, Kau ini" ketus Ara yang merasa jika sang suami ingin melakukan nya lagi.


"Minta maaf kepada ku atau aku tidak akan mengampuni mu" ancam Nathan.


"Aku tidak mau" bantah Ara.


"Yakin?" tanya Nathan dengan senyum yang mengembang di wajah nya. Ara sedikit ngeri akan itu karna menurut nya sang suami tidak pernah lelah untuk melakukan hal itu kepada nya.


"Iya, Aku minta maaf" ucap Ara terpaksa dan sangat nampak dari raut wajah nya jika dia itu terpaksa.

__ADS_1


"Lepasin aku" ucap Ara kembali saat melihat sang suami tidak melepaskan nya.


"Minta maaf lah dengan ikhlas" jawab Nathan.


"Kurang ikhlas apa lagi aku minta maaf tadi?" tanya Ara yang bingung.


"Nampak sekali dari raut wajah mu jika kamu gak ikhlas minta maaf, Ulangi" jawab Nathan.


"Nathan maafin aku" ucap Ara dengan senyum yang mengembang.


"Kurang ikhlas itu" jawab Nathan.


"Sayang mohon maafkan istri mu yang cantik ini ya" ucap Ara kembali dengan manja nya dan senyum yang mengembang. Nathan terkekeh melihat tingkah wanita itu.


"Hey kenapa kamu malah ketawa?, Cepatan lepasin aku" ketus Ara. Nathan mendekatkan wajah nya dengan wajah sang istri.


"Nathan" teriak Ara.


"Jangan berteriak sayang aku mau ngelakuin nya sebentar aja" jawab Nathan.


"Aku hanya bergurau sayang, Ayo kita mandi" ajak Nathan dengan senyum yang mengembang. Ara tidak menjawab nya dan dia hanya menatap lelaki yang ada di hadapan nya itu dengan tatapan kesal.


Nathan yang tidak mendapatkan jawaban langsung menggendong tubuh istrinya itu. "Hey lepasin aku" ucap Ara yang meronta ronta saat Nathan menggendong nya.


"Kamu tadi di ajak gak mau, Pasti kamu minta di gendong bukan?" goda Nathan.


"Aku gak mau mandi sama kamu makanya aku gak jawab tadi" ketus Ara.


"Sudah lah jangan banyak bicara" ucap Nathan dan meletakkan sang istri di dalam bath up yang sudah terisi itu dan setelah itu dia baru masuk ke dalam bath up itu.


"Aku nanti saja mandi setelah kamu" ucap Ara yang tidak nyaman akan suasana itu karna ini pertama kalinya dia dan Nathan mandi bersama karna sebelum nya tidak pernah dan melakukan hanya melakukan saja tidak pernah mandi bersama.


"Jangan beranjak, Aku tidak melakukan apa apa" jawab Nathan dengan mata terpejam dan meraih tangan sang istri.


"Kamu janji?" tanya Ara meyakin kan nya.


"Iya" jawab Nathan dan langsung memeluk tubuh mungil sang istri.

__ADS_1


Beberapa menit mereka mandi akhir nya mereka selesai dan keluar dari kamar mandi itu dan matahari sudah menerangi kamar mereka. Ara dan Nathan masuk ke dalam ruang ganti dengan sama sama menggunakan baju handuk dan beda nya di kepala Ara ada handuk yang melilit untuk mengeringkan rambut nya sedangkan nathan tidak ada.


Ara mendudukkan tubuh nya di depan meja rias yang ada di dalam ruang ganti itu dan mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambut nya. Nathan mengambil alih hair dryer yang ada di tangan istri nya itu.


"Hey kesini kan itu" ucap Ara.


"Biar aku yang mengeringkan nya" jawab Nathan dan langsung menghidupkan hair dryer yang ada di tangan nya itu dan mulai mengeringkan rambut sang istri


Ara menatap gerak gerik sang suami dari kaca dan senyum pun mengembang di wajah cantik wanita itu saat melihat suami nya yang tengah mengeringkan rambut nya. "Kau adalah orang pertama yang mengeringkan rambut ku" ucap Ara di sela sela senyum nya.


"Benarkah?" tanya Nathan yang sedikit tak percaya akan pernyataan istri nya itu.


"Emm, Karna orang tua aku udah gak ada di dunia sejak aku kecil makanya gak ada yang mengeringkan rambut ku" jawab Ara menahan tangis nya. Nathan bisa mendengar nada bicara sang istri yang seperti menahan tangis itu.


Nathan membungkukkan tubuh nya dan wajah nya sejajar dengan sang istri. "Jangan sedih lagi, Kamu sungguh jelek jika sedih" ejek Nathan sengaja karna dia tidak mau wanita itu bersedih dengan menatap sang istri dari kaca meja rias itu.


"Kamu pikir kamu itu tampan?" ketus Ara yang tidak terima akan itu karna sedari dulu bi Nur selalu mengatakan diri nya itu cantik. Ini lah alasan kenapa Nathan ingin menggoda istri nya itu karna terlalu mudah emosi.


"Aku memang tampan" jawab Nathan membanggakan diri.


"Siapa yang bilang kamu tampan hah?" ketus Ara.


"Bunda" jawab Nathan.


"Bunda mengatakan seperti itu supaya kamu gak sedih makanya dia memuji kamu" ucap Ara.


"Memng aku tampan bukan karna itu" bantah Nathan.


"Sudah lah, Kenapa kamu sekarang jadi gak mau mengalah hah?" ketus Ara karna tidak bisa lagi menjawab ucapan sang suami.


"Kamu yang ngajarin aku buat debat" jawab Nathan dan mencium leher putih sang istri yang sangat wangi itu.


"Aku gak pernah ngajarin kamu berdebat karna aku gak pandai berdebat" jawab Ara.


"Itu kamu berdebat lagi" goda Nathan yang masih sangat nyaman mencium bau leher sang istri.


"Nathan geli" ucap Ara yang merasa geli akan Nathan yang menempelkan bibir ke leher nya itu.

__ADS_1


__ADS_2