
"Ke ruangan saya sekarang" jawab Nathan dan langsung meletakkan kembali telpon itu di tempatnya. Nathan menatap wajah sang istri yang nampak marah itu tapi wanita itu seperti nya menyembunyikan amarah nya dan berusaha tenang. Nathan terkekeh melihat ekspresi wanitanya itu dan menundukkan kepala karna takut sng istri akan mengamuk kepada nya.
"Kita lihat saja sampai mana" guman Ara yang berusaha tenang.
Tok..tok..tok
Ketuk Viona dari luar ruangan itu. "Masuk" teriak Nathan. Masuk lah Viona ke dalam ruangan itu dan melihat Ara yang sedang meletakkan tangan di atas perut.
"Tahan Ara tahan" guman Ara yang berusaha mengontrol emosinya.
"Apa ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Viona sopan kepada Nathan.
"Bisakah kamu menemani saya bekerja?" tanya Nathan dengan melirik sang istri. Ara membuang muka dan tidak mau melihat sang suami.
"Saya pak?" tanya Viona meyakinkannya. Nathan mengangguk mengiyakannya sambil melebarkan senyumannya.
"Bawa kursi itu kesini, Duduk lah di samping saya" ucap Nathan. Viona mengiyakannya dan menggeserkan kursi ke samping bos nya itu karna memang dia masih menyukai Nathan dan dia belum menikah sampai saat ini.
Viona mendudukkan tubuh nya di atas kursi itu tanpa memperdulikan Ara sedangkan Nathan sedari tadi tersenyum melihat ekpresi wajah sang istri yang nampak merah mungkin karna menahan amarah nya.Ara memilih untuk mendudukkan tubuh nya kembali dan bersender di sofa itu dan memainkan ponsel nya. Beberapa menit Viona menemani Nathan bekerja tidak menampakkan Ara yang akan marah atau pun berbicara kepada Nathan.
"Kenapa dia hanya diam?" guman Nathan melihat sang istri hanya diam dan memainkan ponsel dengan duduk santai. Nathan menggenggam tangan Viona sedangkan Viona dia menyukainya dan tersenyum senang melihat itu. Ara menoleh ke arah suaminya dan melihat sang suami tengah memegang tangan Viona. Wajah wanita itu nampak memerah Ara berdiri dari duduk nya tadi dan itu mengejutkan Viona.
Nathan yang melihat sang istri sudah berdiri pun langsung melepaskan tangan nya dari Viona. Ara sangat marah akan itu dan langsung berlalu dari ruangan itu.
Brakk
__ADS_1
Ara membanting keras pintu itu dan langsung keluar dan menuju ke lift. "Apa apaan dia berani berani nya megang cewe lain di depan gue" umpat Ara kesal akan sang suami. Nathan langsung menyusul sang istri karna dia tidak mau sang istri marah lagi kepada nya.
"Hey tunggu" teriak Nathan kepada sang istri yang berjalan mendekat ke arah lift. Ara yang mendengar itu langsung mempercepat langkah kakinya. Nathan tidak mau kalah dan berlari menghampiri sang istri dan itu membuat semua karyawan nya heran.
Nathan menangkap tangan sang istri yang ingin memencet tombol lift. "Kamu mau kemana?" tanya Nathan kepada sang istri.
"Bukan urusan kamu" ketus Ara dan menepis kasar tangan sang suami.
"Temenin aku kerja, Ayo" ucap Nathan dan kembali menarik tangan sang istri menuju ke ruangannya tapi Ara dengan sekuat tenaga menahannya supaya tidak terseret.
"Aku gak mau, Suruh aja wanita tadi yang nemenin kamu" jawab Ara dengan berjongkok dan berharap Nathan tidak kuat untuk menyeretnya.
"Ayo berdiri lah, aku mau kamu yang nemenin aku" jawab Nathan dengan menarik tangan sang istri tidak terlalu keras tapi Ara memegang sudut dinding agar Nathan tidak bisa menyeretnya dengan posisi masih berjongkok.
"Diam lah" jawab Nathan dan mempercepat langkah kakinya. Ara sangat tidak nyaman akan semua karyawan sang suami yang menatap nya pun langsung menundukkan pandangannya.
Nathan langsung masuk ke dalam ruangannya dan mendudukkan tubuh nya di kursi nya dan meletakkan sang istri di pangkuannya sedangkan Viona dia belum beranjak dari ruangan itu dan masih duduk di kursi tadi. "Keluarlah" perintah Nathan kepada Viona sedangkan Ara dia terus menundukkan kepala nya karna kesal akan suami nya itu.
Viona langsung keluar dari ruangan itu. "Tutup pintunya" perintah Nathan. Viona mengiyakannya dan menutup rapat pintu ruangan Nathan. Ara masih belum mengangkat kepala nya karna sangat kesal akan lelakinya itu. Nathan mengangkat kepala sang istri dengan menggunakan jari telunjuknya dengan memgang dahmgu sang istri.
"Lepasin" ketus Ara menepis tangan sang suamu dan kembali menundukkan kepala nya.
"Semarah itu?" tanya Nathan kepada sang istri dan berusaha ingin menatap wajah wanita yang ada di pangkuannya itu. Ara tetap tidak menjawab dan mendongakkan kepala. Nathan tersenyum melihat tingkah cemburu sang istri dan dia langsung memegang kedua pipi sang istri menggunakan tangannya dan menghadapkan wajah wanita itu ke arah nya dan tangannya sedikit menekan pipi gembul wanita nya itu.
"Lepasin" ketus Ara sedikit susah berbicara karna pipi nya di tekan oleh sang suami. Nathan tersenyum menatap wajah cantik dan imut sang istri.
__ADS_1
"Apa yang kamu senyumin hah?" ketus Ara dengan mencubit pinggang sang suami.
"Auuu" rengek Nathan dan melepaskan tangannya dari pipi sang istri. Ara ingin berlalu tapi dengan segera Nathan memeluk tubuh mungil itu.
"Udah ya sayang jangan cemburu lagi" ucap Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri yang ada di hadapannya itu dan tangan yang memeluk erat pinggang wanita itu.
"Siapa juga yang cemburu?" ketus Ara yang mengelak.
"Kamu" jawab Nathan sambil mencium pucuk kepala sang istri
"Aku gak cemburu" bantah Ara dan membuang tatapannya dari Nathan.
"Benarkah? mau aku lakukan lagi hal tadi sama wanita lain?" tantang Nathan.
"Lepasin aku" ketus Ara yang tidak mau menjawab perkataan suaminya itu.
"Sudah lah temani aku, Tadi hanya bergurau lagi pula kan tadi itu kamu yang nantangin aku" jelas Nathan kepada sang istri dengan tangan yang mengusap rambut yang menghalangi nya menatap wajah cantik wanita itu.
"aku juga becanda nantengin kamu tadi" jawab Ara dengan menatap lekat sang suami dengan bibir yang mengerucut dan itu nampak sangat menggemaskan.
"Sudah lah lupakan itu mari kita bekerja" ucap Nathan yang mulai mengotak atik komputernya sedangkan Ara hanya melihat apa yang di lakukan oleh sanh suami. Nathan nampak sangat fokus akan pekerjaan nya dan Ara juga fokus memperhatikan desain rumah yang di buatkan oleh sang suami dengan posisi tadi.
"Kamu keliatan nya sedikit kesusahan bekerja jika aku duduk disini" ucap Ara dengan menatap lekat suaminya itu.
"Sama sekali tidak kesusahan dan malahan ini menenangkan" jawab Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri dengan senyum yang melebar.
__ADS_1