
Hikssss....hikssss
Ara tiba tiba menangis setelah ocehannya itu dan berdiri dari kursinya dan memeluk tubuh suaminya itu. "Kamu jangan tinggalin aku, Paham?" tanya Ara dalam pelukan Nathan.
"Iya" jawab Nathan dan membalas pelukan istrinya itu.
"Aku gak butuh janji, Aku ngebutuhin bukti, Kamu denger?" ucap Ara sambil mendongakkan kepalanya menghadap ke arah suaminya itu dengan bibir manyunnya.
"Jangan minum lagi" ucap Nathan mengambil botol wine yang ingin di minum oleh Ara.
"Kamu tau...aku dari kecil gak pernah bahagia...semua orang yang aku sayangi ninggalin aku, Aku gak mau kalo kamu juga ninggalin aku" jelas Ara menunjuk dada suaminya itu.
"Siapa aja orang yang kamu sayang?" tanya Nathan.
"Pertama kak Jo....kedua papa sama mama dan ketiga kak Dewa" jawab Ara. Nathan seperti tak asing mendengar panggilan kak Jo itu.
"Siapa kak Jo?" tanya Nathan menatap lekat istrinya itu yang ada di dalam pelukannya.
"Dia cinta pertama aku...tapi kita gak pernah jadian...hahaha lucukan?" jelas Ara terkekeh mendengar ucapannya sendiri.
"Itu panggilan Yanti buat aku" guman Nathan menatap Ara lekat.
"Emang nya kak Jo kamu dimana sekarang?" tanya Nathan.
"Aku juga gak tau...waktu itu Teo sama Windi ajak aku pindah dari bogor ke jakarta dan waktu aku udah besar aku ngunjungin rumah lama sama rumah kak Jo tapi dia udah gak ada di sana....sekarang aku berharap banget bisa ketemu sama dia dan ini...kalung ini punya dia dan kalung inisial nama aku dengan dia" jelas Ara yang masih dalam keadaan mabuk sambil memperlihatkan kalung di lehernya yang berinisial J kepada Nathan.
Mata Nathan membulat saat melihat itu karna itu kalung miliknya. Nathan mengeluarkan kalung yang ia pakai dan selalu dia sembunyikan itu.
__ADS_1
"Dia Yanti?" guman Nathan menatap kalung berinisial Y itu.
Kalung mereka berdua itu hadiah dari Andre ayahnya Nathan saat Andre menerima gaji pertamanya makanya dia membeli kalung untuk Ara dan juga Nathan waktu kecil dulu karna memang Andre sudah menganggap Ara sebagai anak sendiri begitupun dengan Nita. dan Memang dari kecil mereka sudah di jodohkan dan kedua orang tua kandung Ara dan kedua orang tua Nathan juga sudah lama bertemu dan merestuinya sampai akhirnya kedua orang tua Ara meninggal dan Ara di titipkan kepada Teo dan juga Windi.
"Kamu rindu dia?" tanya Nathan kepada istrinya yang berada di dada bidngnnya itu. Ara mengangguk mengiyakannya tanpa menoleh ke arah suaminya itu.
"Bunda Ita sayang sama gue persisi banget sama bunda Nita sayang sama gue" ucap Ara yang berada di dalam pelukan Nathan tanpa mendongakkan kepalanya.
Huekkkk....Huekkkk
Ara muntah di tempat yang sudah di siapkan oleh Nathan.
Hikssss....hikssss
Ara kembali menangis dan duduk di atas lantai. "Kenapa gak bunuh gue juga" teriak Ara sambil terisak.
"Mereka kenapa ngebunuh mama sama papa? apa salah mama sama papa sama mereka?" tanya Ara dengan wajah sedihnya yang membuat hati Nathan kembali skit melihat itu.
Sesak,, sakit,, sedih,, tak percaya mungkin itulah isi hati Nathan saat ini saat melihat wanita yang paling ia cintai itu serapuh dan seterpuruk ini.
"Ayo kita balik ke kamar" ajak Nathan dengan ujung mata yang nampak berair melihat istrinya itu.
"Hiksssss" Ara hanya menangis dan naik ke punggung Nathan. Nathan menggendong istrinya itu di gendongan belakang dan kembali ke kamar hotel yang mereka sewa.
Saat sampai di kamar Nathan langsung membaringkan istrinya yang sudah terlelap itu di atas tempat tidur.
Nathan meletakkan tas dan sepatu yang ia bawa dari ruang makan tadi di tempatnya dan dia duduk di samping istrinya yang sedang terlelap dengan wajah sembab itu.
__ADS_1
"Aku bakal ngebuat orang yang ngebuat kamu sesedih ini minta maaf sama kamu sayang" ucap Nathan dengan air mata yang mengalir membasahi wajah tampannya itu karna hatinya juga hancur melihat istrinya itu rapuh seperti itu.
Nathan mencium pucuk kepala istrinya itu dan berlalu ke balkon hotel itu karna dia ada urusan.
Keesokan paginya
Ara merasakan mual dan langsung masuk je dalm kamar mandi dan memuntahkan air. Nathan hanya mengikutinya dari belakang karna dia tau pasti Ara masuk ke dalm kamar mandi untuk muntah.
"Ini" ucap Nathan sambil menyodorkan tisyu kepada Ara. Ara menerimanya dan menghapus sisa air yang menempel di mulutnya.
"Kita pulang ke amerika hari ini?" tanya Ara menghadap ke arah suaminya itu.
"Kamu maunya pulang ke amerika ke indonesia apa tetap disini?" tanya Nathan.
"Pulang ke amerika" jawab Ara.
"Yaudah nanti kita berangkat" ucap Nathan. Ara tidak menjawabnya.
Satu bulan kemudian
Ara dan Nathan tidak pernah lagi kembali ke amsterdam maupun ke indonesia karna Ara sebentar lagi akan magang dan sebentar lagi dia akan wisuda.
Hubungan rumah tangga mereka tetap seperti dulu dan masih tidur berpisah kamar dan Ara melaksanakan kewajibannya sebagai istri dengan baik seperti membersihkan apartemen itu memasak untuk Nathan.
"Aku berangkat bareng Erina sama Andita" pamit Ara yang berdiri di dekat pintu kamar suaminya itu.
"Hati hati" jawab Nathan. Ara langsung berlalu tanpa menjawab perkataan suaminya itu.
__ADS_1
Ara,, Erina dan Andita sudah sampai di kampus mereka dengan membawa mobil yang sudah di belikan oleh Rizal untuk Ara tapi yang mengendarainya bukan Ara melainkan kedua sahabatnya karna dia masih takut untuk mengendarai mobil.