
"Halo bi" ucap ara saat mengangkat telpon dari bi nur nathanpun tau siapa yang menelpon ara.
"Non tinggal dimana? non udah makan? non baik baik baik aja kan?" tanya bi nur berturut turut karna dari kemarin dia tidak tau kabar anak majikannya itu.
Ara sedikit merasa sedih akibat pertanyaan pertanyaan yang di lontarkan bi nur kepadanya. Tanpa ia sadari air mata yang seharusnya ia tahan terjatuh sendiri tanpa ada yang mengetahuinya kecuali nathan yang sedari tadi menatapnya dari spion mobil.
"Non denger bibi?" tanya bi nur lagi karna pertanyaan nya tadi tidak me daat jawaban dari ara. Ara dengan segera menghapus air mata yang sempat jatuh di pipinya
"Iya bi ara denger" jawab ara.
"Non tinggal dimana?" tanya bi nur kembali karna ara belum menjawab tadi.
"Ara tinggal di rumah Erina bi" jawab ara berbohong yang membuat Erina menatap ke arahnya.
"Kenapa?" tanya Erina kepada ara.
"Apa?" ketus ara.
"Kenapa non?" tanya bi nur yang mendengar suara ara.
"Gak bi ini si Erina" jawab ara.
"Non baik baik aja kan?" tanya bi nur.
"Iya bi ara baik baik aja" jawab ara.
"Non kapan pulang?" tanya bi nur dengan nada sedikit sedih.
"Ara gak pulang bi" jawab ara sambil memaksakan senyumnya.
"Bibi gak ke acara sheyla?" tanya ara kepada bi nur.
"Kalo non kesana bibi juga kesana" jawab bi nur akan ucapan ara.
"Emang bibi gak kesana?" tanya ara kepada bi nur.
"Bibi gak ke sana bibi mau nunggu non aja di rumah sampai non pulang" jawab bi nur akan perkataan ara.
"Mami sama papi ada di rumah?" tanya ara kepada bi nur.
"Mereka ke acaranya non sheyla" jawab bi nur.
"Yaudah nanti kalo mami sama papi udah balik kerja baru ara mampir ke rumah ya bi" jawab ara.
__ADS_1
"Non janji ya" ucap bi nur.
"Iya ara janji" jawab ara.
"Yaudah non jaga diri baik baik ya" ucap bi nur.
"Iya biii" jawab ara dan langsung mematikan telponya begitupun dengan bi nur.
Ara memeluk tubuh Andita setelah telponnya dan bi nur terhenti. "Huh" ara mendengus kasar di pelukan Andita.
"Kenapa?" tanya Andita yang melihat ara memeluknya.
"Gak boleh?" tanya ara dengan menatap ke wajah Andita.
"Siapa yang gak boleh....selamanya juga gw boleh" jawab Andita dengan membalas pelukan dari ara.
Nathan yang sedari tadi memperhatikan tingkah ara yang setelah menelpon langsung memeluk Andita sedikit heran dan mungkin dia berfikir jika ara ada masalah. Sedangkan Erina tidak memperdulikan kedua temannya itu karna jika dia ikut serta memeluk kedua sahabatnya itu pasti dia meneteskan air mata dan dia tidak mau menangis di depan siapapun kecuali kedua temannya.
Vino hanya memperhatikan Erina yang sibuk akan ponselnya mungkin dia sedang mendengarkan musik karna ada handsat di telinga nya.
Ara sangat nyaman di pelukan Andita begitupun dengan Andita yang sangat nyaman akan pelukan itu. "Udah sampe ra Dit" ucap Erina kepada kedua temannya yang memejamkan mata mungkin karna terlalu nyaman.
"Udah sampe?" tanya Andita dengan membuka matanya tapi tidak dengan ara yang masih berada di pelukan Andita dan tidak bangun.
"Ketiduran kali" ucap Vino dengan melihat ke belakang begitupun dengan nathan.
"Ara udah nyampe" teriak Erina yang membuat ara langsung terbangun.
"Kenapa?" tanya ara kaget dan sedikit kalang kabut.
Mata ara tampak sembab mungkin tadi dia menyembunyikan wajahnya di pelukan Andita dia menangis. "Udah nyampe" jawab Andita.
"Baju lo basah" ucap Vino yang melihat baju Andita sedikit basah. Andita pun melihat ke bajunya dan benar saja bajunya memang basah akibat tangisan ara.
"Lo nangis?" tanya Vino kepada ara.
"Siapa yang nangis" ketus ara kepada Vino dan langsung turun dari mobil nathan diikuti oleh Erina dan juga Andita.
Nathan hanya menatap wajah ara yang terlihat sangat sembab. "Makasih" ucap ara kepada nathan dan langsung masuk mendahului orang rumah masuk ke dalam.
"Makasih kak" ucap Andita kepada nathan sambil melebarkan senyumnya.
"Sama sama" jawab nathan dengan membalas senyum Andita.
__ADS_1
Nathanpun melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Erina dengan kecepatan sedang. Nathan memikirkan apa yang membuat ara menangis dan dia tidak sadar jika ara menangis di pelukan Andita karna memang ara menangis tanpa suara ataupun isakan yang bisa di dengar oleh siapapun.
"Lo kenapa?" tanya Vino yang melihat nathan bingung.
"Gakpapa" jawab nathan datar. Vino tidak menjawab perkataan nathan maupun meresponnya.
***
Di rumah Erina ara merebahkan tubuhnya di atas kasur kamar Erina dengan posisi tengkurap dan alat sekolah yang masih melekat di tubuhnya.
Erina dan Andita baru saja masuk dan melihat ara yang tengah tengkurap di atas kasur. "Ra?" panggil Erina kepada ara.
"Hmmm" jawab ara tanpa menatap ke arahnya.
"Lo kenapa nangis tadi?" tanya Andita karna memang sedari tadi pertanyaan itu ingin sekali ia lontarkan kepada ara tapi dia tahu ara jika ada orang lain selain mereka berdua pasti ara tidak akan menjawab pertanyaan mereka.
"Gw gak nangis" jawab ara santai.
"Trus baju gw kenapa bisa basah? mata lo kenapa sembab gitu?" tanya Andita.
"Huh" ara mendengus panjang dan langsung berdiri dan langsung masuk ek dalam kamar mandi dengan membawa baju handuk milik Erina.
"Orang yang selalu gw harap buat nanyain kabar gw gak pernah nanyain kabar gw" ucap ara dan menangis sejadi jadinya di dalam kamar mandi kamar Erina.
Setelah selesai mandi ara langsung masuk ke dalam ruang gan atau ruang pakaian Erina dia memilih milih dres yang cocok untuknya untuk di pakai ke acara lamaran sheyla karna semua bajunya ada di rumahnya dan dia malas jika harus pulang ke rumah.
Ara juga sering menggunakan pakaian teman temannya karna memang ukuran tubuh mereka sedikit sama dan mungkin tubuh kedua sahabat ara sedikit lebih besar di banding tubuhnya karna memang ara susah untuk gemuk meskipun makan banyak padahal dia sering makan manis.
"Ini cocok gak buat gw?" tanya ara sambil menunjukkan dress berwarna kuning kepada kedua sahabatnya yang juga memilih baju di ruang pakaian Erina.
"Coba pake dulu" perintah Erina kepada ara dan ara mengiyakan dan memakai dres itu.
"Cocok gak?" tanya ara kepada Erina dan juga Andita.
"Lo cantik banget ra" ucap Andita yang sedikit terpesona akan kecantikan ara yang nampak alami dan belum di polesi make up sedikitpun.
"Gw sriusan" ucap ara dan berjalan ke kaca besar dan melihat tubuhnya yang menggunakan dres itu.
"Beneran ra gak boong" jawab Andita.
"Yaudah gw pake ini....kalian cepetan mandi abis itu kita berangkat" ucap ara dan memilih milih hils yang ingin ia kenakan.
Setelah selesai memilih hils yang menurutnya cocok dengan baju yang ia kenakan ara langsung ke dekat alat alat make up Erina dia memoleskan bedak setelah itu dia memoleskan sedikit lipstik berwarna sedikit orange dan blush on dan setelah itu dia manggambar alisnya sedikit dengan warna kecoklatan karna memang itu cocok dengan nya.
__ADS_1