Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Kecelakaan


__ADS_3

"Selamat ulang tahun ya sayang semoga panjang umur selalu sehat dan rajin beribadahnya dan patuh kepada kedua orang tua ya sayang.....dan selamat aniversary yang ke 1thn ya sayang semoga hubungan kita berjalan lancar tidak ada yang ganggu ya sayang" ucap dewa sambil mencium kembali tangan ara.


"Loh kok kamu ngucapinnya sekarang sih?.... kan besok harinya" ucap ara.


"Aku mau jadi yang pertama" ucap dewa sambil tersenyum.


"Pertama ya pertama tapi kan besok juga bisa.." ucap ara. dewa hanya diam karna kenyamanan akan tangan ara yang dia letakkan di pipinya.


Sudah 20menit mereka melewati jalan menuju rumah Erina... karna rumah erina emang jauh dari cafe abadi.


"Kak fokus dong sama jalan jangan kek gini" ucap ara sambil melepaskan tangannya tapi dewa tidak mau melepaskan tangan ara darinya.


"Huh kak lepas ntar kamu gak fokus" ucap ara kesal tapi dengan nada biasa saja.


"Gakpapa sayang" ucap dewa yang tidak terlalu fokus akan kemudi.


"Kak awas ada mobil" ucap ara. dewa langsung membanting setirnya untuk menghindari mobil box tersebut. tapi kecelakaan tersebut sudah tidak bisa di hindari lagi.


BRUKKKKKK......


Suara tabrakan antara mobil yang di kendarai oleh ara dan dewa.


Vino yang melihat kecelakaan antara mobil dewa dan mobil box langsung mengehentikan mobil yang dia kendarai dan langsung turun dari mobil.


"Kak" ucap ara kesakitan karna tangannya terjepit dan tangan sebelahnya mencoba menyelamatkan dewa. sedangkan dewa tidak sadarkan diri. tubuh dewa sudah berlumuran dara. kakinya terjepit karna mobil box yang menabrak tadi dari ara dewa itu sebab nya ara tidak terlalu kenapa napa tapi tangannya yang patah. usaha ara yang ingin menyelamatkan dewa tidak berhasil dan malah membuat dahinya terluka akibat pecahan kaca mobil tersebut.


Erina dan Andita melihat ke arah suara tabrakan tersebut dan betapa terkejutnya mereka karna suara itu berasal dari tambarakan mobil ara dan dewa. mereka berdua langsung menghampiri mobil tersebut dengan panik.


Nathan mencoba menyelamatkan ara dan Vino menyelamatkan dewa.


"Panggil ambulance" ucap nathan kepada Erina dan juga Andita mereka berdua langsung menelpon ambulance dan kembali menghampiri ara dan dewa.


Membutuhkan waktu 15 menit untuk nathan mengeluarkan ara dari mobil tersebut.. sedangkan Vino belum bisa mengeluarkan dewa dari mobil. tidak memerlukan waktu yang lama dua ambulance pun datang dan nathan dengan segera membaringkan ara ke atas matras ambulance dan langsung menuju ke dekat Vino yang susah mengekuarkan dewa.


Tidak lama setelah nathan dan orang orang yang membawa ambulance rumah sakit membantu Vino dewa dapat di keluarkan dari mobil tersebut dan dengan segera memasukkan dewa ke dalam ambulance dan ambulance tersebut langsung melaju dengan kecapatan tinggi menuju rumah sakit.


Andita membawa mobil Erina sedangkan Erina menemani ara di ambulance. begitupun dengan Vino dia membawa mobil dan nathan ikut dengan ambulance yang ada dewa di dalamnya.


Sesampai di rumah sakit dewa dan ara langsung di bawa masuk ke dalam ruang IGD yang berbeda. Andita ingin masuk menemani ara tapi suster rumah sakit tersebut melarangnya.. dengan terpaksa dia menunggu di luar sambil menangis karna kekhawatirannya terhadap ara. sedangkan nathan sibuk menelpon orang tua dewa.


"Kamu hubungi orang tuannya dia" ucap nathan kepada Erina dan Erina langsung menghubungi mami ara tapi tidak di angkat.


Andita masih menangis karna sangat hawatir akan ara dan dewa. "Gimana?" tanya Andita yang sudah berhenti menangis.

__ADS_1


"Gak di angkat sama mami" ucap Erina masih mencoba mengubungi mami ara. sedangkan nathan sudah menghubungi orang tua dewa dan menghubungi orang tuanya juga.


"Telpon kak sheyla aja Er" ucap Andita yang masih terisak.


"Kak sheyla gak aktif" ucap Erina. mereka berdua masih mencoba menghubungi keluarga ara tapi tidak ada yang merespon.


Tidak memerlukan waktu lama orang tua dewa dan nathan pun sampai di rumah sakit.


"Gimana keadaan dewa?" tanya dania ibu dewa dengan kehawatirannya.


"Dewa masih di periksa bicik" jawab nathan Dania langsung menangis dan duduk di kursi yang sudah di sediakan rumah sakit.


"Dia kecelakaan sendiri?" tanya david ayah dewa.


"Enggak pakcik dia gak sendirian" ucap nathan.


"Dia sama ara atau sama siapa?" tanya david nathan seketika terdiam karna dia tidak tau siapa itu ara.


"Dia kecelakaan sama pacarnya pakcik" ucap nathan.


"Ara?" tanya david.


"I...iya" ucap nathan ragu karna dia tidak tau siapa nama pacar dewa.


"Dia di sebelah om" ucap Vino. dan langsung menoleh ke pintu dekat ruangan ara.


Dia melihat dua wanita yang satu sedang duduk di kursi yang di depan ruangan ara sambil menangis dan yang satunya lagi seperti sedang menghubungi orang. "gak ada orang tuanya yang ngejenguk?" guman Dania.


"Yah ibu ke sana dulu ya" ucap dania.


"Mau kemana bu?" tanya david.


"Ibu mau ke sana kayaknya orang tuanya ara belum dateng" ucap dania.


"Ayah ikut" ucap david dan mereka berdua berjalan menuju ruangan ara sedangkan nita hanya melihat ke arah saudarinya tersebut.


Dan tak lama kemudian dokter yang memeriksa ara pun keluar. Erina dan Andita langsung berjalan menuju dokter yang memeriksa ara tersebut. Dania dan david sudah sampai di depan ruangan ara dan langsung berjalan menuju Erina dan Andita dan juga dokter yang memeriksa ara.


"Keluarga pasien?" ucap dokter.


"Iya dok saya temennya" ucap Erina.


"Orang tua atau saudara dekat tidak ada mbak?" tanya dokter.

__ADS_1


"Kita saudaranya" ucap Andita dengan volume cukup tinggi.


"Saya biciknya dok" ucap Dania.


"Ibu boleh ikut saya masuk" ucap dokter.


"Baik dok" ucap Dania langsung mengikuti dokter.


"Maaf om.. om sama tante itu siapa?" tanya Erina kepada david.


"Kenalin saya orang tuanya dewa" ucap david sambil menyodorkan tangannya.


"Ayahnya kak dewa" ucap Erina sambil tersenyum dan menyalami tangannya david.


"Saya Erina om temennya ara" ucap Erina.


"Saya Andita om" ucap Andita sambil tersenyum.


"Keluarga ara di mana nak?....udah di hubungin?" tanya david kepada Erina dan Andita.


"Udah om tapi gak ada yang angkat" ucap Erina.


"Udah coba ngehubungin rumah?" tanya david lagi.


"Udah om tapi gak di angkat juga" ucap Andita.


"Pasien mengalami patah tulang pada tangannya akibat kecelakaan tersebut dan harus melakukan operasi pemasangan givs" jelas dokter kepada Dania.


"Lakukan yang terbaik dok buat pasien" ucap Dania.


"Baik ibu boleh tanda tangan di sini" ucap dokter sambil menyodorkan kertas dan pulpen kepada Dania.


Tak lama kemudian Dania keluar dari ruangan tersebut dengan raut wajah sedih. "gimana bu?" tanya david.


"Iya tante gimana keadaan ara?" tanya Erina dan Andita bersamaan.


"Ara harus di operasi karna dia mengalami patah pada tulang tangannya" ucap Dania.


"Trus gimana... kan keluarga ara gak ada di sini trus siapa yang bertanggung jawab?" tanya Andita sambil menangis.


"Tenang nak... ibu yang tanggung jawab akan operasi ara" ucap Dania sambil memeluk Andita.


"Yaudah ibu kesana dulu ya nak kalian jagain ara" pamit Dania kepada Erina dan Andita.

__ADS_1


"Iya bu.... kita bakal jagain ara" ucap Erina.


__ADS_2